Layanan Kesehatan Jutaan Rakyat Afghanistan Terancam Lumpuh

CNN Indonesia
Sabtu, 09 Oct 2021 02:51 WIB
PBB dan LSM yang bekerja di Afghanistan memperkirakan pelayanan kesehatan di negara itu akan benar-benar lumpuh dalam hitungan beberapa bulan. PBB dan LSM yang bekerja di Afghanistan memperkirakan pelayanan kesehatan di negara itu akan benar-benar lumpuh dalam hitungan beberapa bulan. Ilustrasi. (AFP/BULENT KILIC).
Jakarta, CNN Indonesia --

PBB dan LSM yang bekerja di Afghanistan memperkirakan pelayanan kesehatan di negara itu akan benar-benar lumpuh dalam hitungan beberapa bulan ini akibat terganggu oleh konflik dan kekurangan bantuan asing.

Pasalnya, ribuan staf medis belum dibayar dalam enam bulan dan klinik tidak memiliki persediaan obat atau peralatan.

LSM Save The Children mengatakan kerusakan sistem layanan kesehatan di Afghanistan akan mengakibatkan kematian ribuan anak di bawah usia lima tahun setiap bulan saat musim dingin mendekat.


Tidak adanya perawatan kesehatan bagi sebagian besar warga Afghanistan, terutama di luar kota telah menjadi bagian dari badai krisis yang melanda negara itu.

Ada kekurangan makanan kronis. Menurut PBB, lebih dari 12 juta warga Afghanistan menghadapi ancaman kelaparan dan bergantung pada bantuan makanan.

Di tengah itu, ada masalah kekurangan uang tunai yang akut yang menyulitkan LSM yang masih bekerja di Afghanistan untuk membayar gaji dan membeli persediaan makan dan obat-obatan.

Mary-Ellen McGroarty, direktur negara untuk Program Pangan Dunia PBB mengatakan bahwa dia belum pernah melihat krisis terungkap pada kecepatan dan skala ini yang terjadi di Afghanistan seperti sekarang ini.

"Kami menyaksikan kedalaman kemelaratan baru saat kekeringan dan krisis ekonomi menaikkan harga pangan dan bahan bakar," katanya seperti dikutip dari CNN.com, Sabtu (9/10).

Lebih dari 600 ribu warga Afghanistan telah mengungsi tahun ini. Menurut angka PBB, 80 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Di tengah kondisi itu, infeksi virus corona meningkat lagi. Sebagian besar penduduk Afghanistan juga masih belum banyak yang divaksinasi.

Kurangnya angka yang dapat diandalkan dan sangat sedikit pengujian membuat dampak pandemi sulit diukur. Menurut PBB, sebelum Agustus tahun ini, 2,2 juta warga Afghanistan telah divaksinasi terhadap Covid-19.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan pada Minggu (3/10) lalu bahwa badan-badan bantuan di Afghanistan harus berkejaran dengan  waktu untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa kepada orang-orang yang terkena dampak krisis dan persediaan sebelum musim dingin datang.

(cnn.com/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER