Xi Jinping Janji Satukan China-Taiwan dengan Damai

CNN Indonesia
Sabtu, 09 Oct 2021 14:14 WIB
Presiden China Xi Jinping berjanji akan mengejar reunifikasi atau penyatuan kembali dengan Taiwan, dengan cara damai. Presiden China Xi Jinping berjanji akan mengejar reunifikasi atau penyatuan kembali dengan Taiwan, dengan cara damai. (AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden China Xi Jinping berjanji akan mengejar reunifikasi atau penyatuan kembali dengan Taiwan. Namun, hal ini akan dilakukan dengan cara damai.

Diberitakan CNN pada Sabtu (9/10), Xi menyebut hambatan terbesar untuk reunifikasi China adalah kekuatan kemerdekaan Taiwan.

"Mereka melupakan warisan mereka, mengkhianati tanah air mereka, dan berusaha memecah belah negara tidak akan ada gunanya," kata Xi.


Taiwan dan China daratan, sambung Xi, telah diperintah secara terpisah sejak berakhirnya perang saudara lebih dari tujuh dekade lalu. Saat itu, nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taipei.

Namun, Beijing memandang Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya. Meski Partai Komunis China tak pernah memerintah pulau demokratis berpenduduk sekitar 24 juta orang itu.

Pernyataan ini disampaikan jelang peringatan resmi pemberontakan Wuchang pada 10 Oktober yang diperingati sebagai Hari Nasional Taiwan.

Xi menyatakan bahwa masalah Taiwan adalah salah satu urusan internal China dan tidak perlu pihak lain untuk ikut campur.

"Masyarakat tidak boleh meremehkan tekad rakyat China untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah. Tugas penyatuan kembali China sepenuhnya harus dicapai dan itu pasti akan tercapai," jelas Xi.

Pidato Xi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di Selat Taiwan.

Selama empat hari pada awal Oktober 2021, militer China menerbangkan hampir 150 jet tempur, pesawat anti kapal selam, pesawat peringatan dini, dan kontrol udara ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan pihaknya tak mencari konflik militer. Namun ia berjanji akan melakukan apapun demi negaranya.

"Taiwan juga akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebebasan dan cara hidup demokratisnya," kata Tsai.

Pernyataan Tsai keluar setelah Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengatakan bahwa China dapat melakukan invasi skala penuh ke Taiwan pada 2025.

(aud/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER