Deret Serangan ISIS di Era Taliban, Bom Masjid hingga Bandara
CNN Indonesia
Senin, 11 Okt 2021 12:34 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
ISIS-K beberapa kali melakukan serangan di Afghanistan sejak Taliban berkuasa. Serangan itu beragam, mulai dari bom bunuh diri di Kabul hingga masjid Syiah. (AP/Abdullah Sahil)
Jakarta, CNN Indonesia --
ISIS sudah beberapa kali melakukan serangan di Afghanistan sejak Taliban menguasai negara itu pada pertengahan Agustus lalu. Serangan itu beragam, mulai dari bom bunuh diri di Kabul hingga ledakan di masjid Syiah.
Kelompok itu pun disebut-sebut menjadi ancaman Taliban, yang tengah berupaya membawa stabilitas di Afghanistan.
Berikut sederet serangan yang dilakukan ISIS-K sejak Afghanistan berada di bawah rezim Taliban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Serangan di masjid Syiah
ISIS-Khorasan (ISIS-K) kembali melakukan serangan di Kunduz, Afghanistan, pada Jumat pekan lalu. Mereka menyerang kaum Syiah yang tengah melaksanakan salat Jumat di masjid.
Menurut laporan, total korban tewas akibat serangan itu sebanyak 46 jiwa, sementara yang luka-luka mencapai 143 orang.
Namun, pejabat kesehatan Afghanistan memperkirakan korban tewas bisa mencapai 70 hingga 80 orang. Sementara itu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), korban tewas imbas operasi bom ISIS-K mencapai 100 orang.
ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka menyatakan yang melakukan bom bunuh diri adalah seorang etnis Uighur.
2. Bom bunuh diri di masjid Kabul
ISIS-K juga melakukan serangan bom bunuh dir di Masjid Eid Gah, Kabul, pada Minggu (3/10) lalu. Akibat serangan ini, lima orang dinyatakan tewas yang semuanya adalah warga sipil.
Ledakan itu terjadi di gerbang masjid saat prosesi salat jenazah ibu juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, sedang berlangsung.
Mujahid mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi yang mengindikasikan bahwa serangan itu dilakukan oleh ISIS. Ia juga menyatakan pihaknya telah menggelar operasi memberantas sel-sel ISIS di utara Kabul.
Tak lama, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.
Setidaknya dua milisi Taliban dan dua warga sipil di kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan, tewas ditembak kelompok ekstremis yang diduga ISIS-K pada awal Oktober.
Menurut keterangan pejabat setempat, Mohammad Hanif, dua warga sipil yang turut menjadi korban adalah eks juru bicara Dinas Pertanian Provinsi Nagrahar, Syed Maroof Sadar, dan kerabatnya, Sharif Shadat.
Deret bom bunuh diri hingga serangan roket ISIS di bandara Kabul bisa dibaca di halaman selanjutnya >>>
4. Ledakan di Jalalabad
Selain penembakan, ISIS-K juga melakukan pengeboman yang menargetkan anggota Taliban di Jalalabad pada 12 September lalu.
ISIS-K mengklaim menewaskan korban puluhan anggota Taliban, tapi sejauh ini belum ada pihak yang bisa memverifikasi data tersebut.
Mereka menyatakan sebanyak 35 anggota Taliban tewas atau terluka dalam serangan ledakan tersebut. Sementara itu, Taliban menyatakan dua anggotanya tewas akibat serangan itu.
Salah satu sumber keamanan mengatakan setidaknya tiga orang tewas dan sekitar 20 lainnya terluka akibat ledakan di Jalalabad.
Dua ledakan terjadi di dekat bandara kabul pada 26 Agustus lalu, jelang tenggat waktu evakuasi AS berakhir. Ketika itu, bandara tengah kalang kabut lantaran banyak penduduk yang ingin melarikan diri dari Afghanistan.
Imbas insiden itu, ratusan orang tewas termasuk 13 tentara AS. Beberapa hari setelah serangan itu, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.
ISIS sudah beberapa kali melakukan serangan di Afghanistan sejak Taliban menguasai negara itu pada pertengahan Agustus lalu. Serangan itu beragam, mulai dari bom bunuh diri di Kabul hingga ledakan di masjid Syiah.
Kelompok itu pun disebut-sebut menjadi ancaman Taliban, yang tengah berupaya membawa stabilitas di Afghanistan.
Berikut sederet serangan yang dilakukan ISIS-K sejak Afghanistan berada di bawah rezim Taliban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Serangan di masjid Syiah
ISIS-Khorasan (ISIS-K) kembali melakukan serangan di Kunduz, Afghanistan, pada Jumat pekan lalu. Mereka menyerang kaum Syiah yang tengah melaksanakan salat Jumat di masjid.
Menurut laporan, total korban tewas akibat serangan itu sebanyak 46 jiwa, sementara yang luka-luka mencapai 143 orang.
Namun, pejabat kesehatan Afghanistan memperkirakan korban tewas bisa mencapai 70 hingga 80 orang. Sementara itu, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), korban tewas imbas operasi bom ISIS-K mencapai 100 orang.
ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka menyatakan yang melakukan bom bunuh diri adalah seorang etnis Uighur.
2. Bom bunuh diri di masjid Kabul
ISIS-K juga melakukan serangan bom bunuh dir di Masjid Eid Gah, Kabul, pada Minggu (3/10) lalu. Akibat serangan ini, lima orang dinyatakan tewas yang semuanya adalah warga sipil.
Ledakan itu terjadi di gerbang masjid saat prosesi salat jenazah ibu juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, sedang berlangsung.
Mujahid mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi yang mengindikasikan bahwa serangan itu dilakukan oleh ISIS. Ia juga menyatakan pihaknya telah menggelar operasi memberantas sel-sel ISIS di utara Kabul.
Tak lama, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.
Setidaknya dua milisi Taliban dan dua warga sipil di kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, Afghanistan, tewas ditembak kelompok ekstremis yang diduga ISIS-K pada awal Oktober.
Menurut keterangan pejabat setempat, Mohammad Hanif, dua warga sipil yang turut menjadi korban adalah eks juru bicara Dinas Pertanian Provinsi Nagrahar, Syed Maroof Sadar, dan kerabatnya, Sharif Shadat.
Deret bom bunuh diri hingga serangan roket ISIS di bandara Kabul bisa dibaca di halaman selanjutnya >>>
Bom Bunuh Diri hingga Serangan Roket ISIS di Bandara Kabul
Bom bunuh diri ISIS di bandara Kabul pada Agustus lalu menewaskan ratusan orang. (AFP/Wakil Kohsar)
4. Ledakan di Jalalabad
Selain penembakan, ISIS-K juga melakukan pengeboman yang menargetkan anggota Taliban di Jalalabad pada 12 September lalu.
ISIS-K mengklaim menewaskan korban puluhan anggota Taliban, tapi sejauh ini belum ada pihak yang bisa memverifikasi data tersebut.
Mereka menyatakan sebanyak 35 anggota Taliban tewas atau terluka dalam serangan ledakan tersebut. Sementara itu, Taliban menyatakan dua anggotanya tewas akibat serangan itu.
Salah satu sumber keamanan mengatakan setidaknya tiga orang tewas dan sekitar 20 lainnya terluka akibat ledakan di Jalalabad.
Dua ledakan terjadi di dekat bandara kabul pada 26 Agustus lalu, jelang tenggat waktu evakuasi AS berakhir. Ketika itu, bandara tengah kalang kabut lantaran banyak penduduk yang ingin melarikan diri dari Afghanistan.
Imbas insiden itu, ratusan orang tewas termasuk 13 tentara AS. Beberapa hari setelah serangan itu, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu.