Microsoft: Hacker Iran Incar Perusahaan Pertahanan AS-Israel

CNN Indonesia
Rabu, 13 Oct 2021 02:32 WIB
Microsoft melaporkan bahwa peretas Iran diduga menyerang berbagai perusahaan teknologi pertahanan dan transportasi maritim Amerika Serikat dan Israel. Ilustrasi peretas. (iStock/gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia --

Microsoft melaporkan bahwa peretas yang diduga berkaitan dengan pemerintah Iran menyerang berbagai perusahaan teknologi pertahanan dan transportasi maritim Amerika Serikat dan Israel.

Dalam blog resminya, Microsoft menuliskan bahwa mereka sudah mengidentifikasi kelompok peretas yang dijuluki DEV-0343 ini sejak akhir Juli lalu.

Menurut Microsoft, target peretasan itu termasuk perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah AS, Israel, dan Uni Eropa untuk membuat sistem satelit, teknologi drone, dan radar militer.


"[Pusat Intelijen Ancaman Microsoft] telah mengamati DEV-0343 melakukan penyemprotan kata sandi ekstensif terhadap lebih dari 250 penyewa Office 365, dengan fokus pada perusahaan teknologi pertahanan AS dan Israel," demikian laporan Microsoft.

Penyemprotan kata sandi merupakan teknik di mana peretas memasukkan satu kemungkinan kata sandi yang umum digunakan, ke berbagai akun sekaligus.

Microsoft mengklaim peretas ini juga menargetkan pelanggan dalam sistem informasi geografis (GIS), analisis spasial, pelabuhan Teluk Persia, dan beberapa perusahaan transportasi laut dan kargo dengan fokus bisnis di Timur Tengah.

Menurut Microsoft, praktik serangan siber ini akan menguntungkan Iran karena mereka dapat memperoleh akses ke citra satelit komersial, rencana pengiriman, dan log kepemilikan. Data ini dapat membantu Iran mengembangkan program satelitnya.

Microsoft juga menilai peretasan ini dilakukan untuk mendukung pelacakan layanan keamanan dan pengiriman maritim Iran di Timur Tengah.

Kepala Microsoft Threat Intelligence Center, John Lambert, mengatakan kepada CNN bahwa perusahaan itu menemukan aktivitas peretasan ini ketika mereka mengerjakan kasus pelanggaran perusahaan jasa keuangan AS pada musim panas lalu.

Lambert menyampaikan, perilisan informasi ini dilakukan untuk membantu organisasi terkait menanggulangi ancaman yang ada.

[Gambas:Video CNN]

Lambert juga menginformasikan, peretas dapat menggunakan informasi login yang dicuri untuk masuk ke jaringan internal organisasi target.

Sektor maritim sendiri telah lama menjadi perhatian badan intelijen Iran.

Tak hanya itu, Iran juga pernah dikabarkan menggunakan Facebook untuk melancarkan aksi spionase atau mata-mata terhadap kelompok atau tokoh-tokoh yang diawasi.

(pwn/has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER