Junta Myanmar Akan Bebaskan 5 Ribu Tahanan Anti-Kudeta

CNN Indonesia
Senin, 18 Oct 2021 17:57 WIB
Junta militer Myanmar akan membebaskan 5.636 warga yang dipenjara terkait protes anti kudeta. Junta militer Myanmar saat unjuk kekuatan. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Junta militer Myanmar akan membebaskan 5.636 warga yang dipenjara terkait protes anti kudeta. Rencana ini muncul usai mereka resmi tak diundang dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN 26-28 Oktober.

Pemimpin junta militer, Min Aung Hlaing, mengatakan mereka akan dibebaskan menandai Festival Thadingyut Oktober mendatang.

Namun, junta tak memberikan rincian lebih lanjut mengenai siapa saja yang akan dibebaskan. Petugas tahanan juga tak memberi tanggapan saat dimintai komentar oleh AFP.


Sebelumnya, pada Juli lalu, Junta juga membebaskan lebih dari 2.000 pedemo yang menentang kudeta termasuk jurnalis yang melancarkan kritik terhadap pemerintahan militer itu.

Mereka yang masih ditahan termasuk jurnalis Amerika, Danny Fenster. Ia ditahan sejak 24 Mei.

Pernyataan pembebasan tahanan itu muncul usai pihak militer resmi tak diundang dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN yang akan berlangsung akhir bulan ini.

Sebelumnya, ASEAN sepakat untuk tak mengundang junta dalam pertemuan para pemimpin blok Asia Tenggara. Keputusan itu diambil karena mereka melihat militer Myanmar tak ada kemajuan dalam menerapkan lima konsensus yang sudah disepakati di Jakarta, April lalu.

Konsensus itu diantaranya, kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan, harus ada dialog konstruktif mencari solusi damai, ASEAN akan memfasilitasi mediasi, ASEAN akan memberi bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre, dan akan ada utusan khusus ASEAN ke Myanmar.

Myanmar berada dalam kekacauan usai militer menggulingkan pemerintahan yang sah pada 1 Februari lalu.

Mereka menangkap para pejabat termasuk penasihat negara yang juga merupakan ketua partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi.

Tak hanya para petinggi negara, junta juga menangkap siapa saja yang menentang kekuasaanya. Mereka bahkan tak segan untuk membunuh.

Perlawanan rakyat Myanmar pun muncul. Mulai dari gerakan pembangkangan sipil hingga pembentukan milisi rakyat dengan perbekalan senjata seadanya.

Krisis politik dan kemanusiaan di Myanmar terus menjadi sorotan pihak internasional lantaran banyak korban yang berjatuhan.

Sejauh ini, menurut laporan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) total korban tewas sejak kudeta mencapai 1.178 orang dan yang ditangkap junta sebanyak 9.028.



(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER