Kirim Surat ke Taliban, Malala Minta Perempuan Bisa Sekolah

Safyra Primadhyta | CNN Indonesia
Selasa, 19 Oct 2021 00:50 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai menulis surat terbuka kepada Taliban agar anak perempuan Afghanistan bisa mengikuti sekolah menengah lagi. Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai menulis surat terbuka kepada Taliban agar anak perempuan Afghanistan bisa mengikuti sekolah menengah lagi. (Reuters).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai mendesak Taliban untuk membiarkan anak perempuan Afghanistan kembali ke sekolah.

Sejak Agustus lalu, Taliban sudah merebut kepemimpinan Afghanistan. Kelompok Islam garis keras itu melarang anak perempuan kembali ke sekolah menengah namun memerintahkan anak laki-laki kembali ke kelas.

Taliban mengklaim mereka akan mengizinkan anak perempuan untuk kembali setelah mereka memastikan keamanan dan pemisahan yang lebih ketat di bawah interpretasi mereka terhadap hukum Islam meski banyak yang skeptis.


"Kepada pihak berwenang Taliban ... membatalkan larangan de facto terhadap pendidikan anak perempuan dan segera membuka kembali sekolah menengah untuk anak perempuan," ujar Malala dan sejumlah aktivis hak-hak perempuan Afghanistan dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan pada Minggu (17/10), seperti dikutip dari AFP.

Malala meminta pemimpin negara-negara Muslim untuk menjelaskan kepada Taliban bahwa "agama tidak membenarkan mencegah anak perempuan pergi ke sekolah".

"Afghanistan sekarang satu-satunya negara di dunia yang melarang pendidikan anak perempuan," kata para penulis surat, termasuk kepala komisi hak asasi manusia Afghanistan di bawah pemerintah terakhir yang didukung Amerika Serikat, Shaharzad Akbar.

Dalam surat tersebut, Malala meminta pemimpin dunia G20 untuk menyediakan dana mendesak untuk rencana pendidikan anak-anak Afghanistan. Per Senin (18/10), sebuah petisi di samping surat itu menerima lebih dari 640 ribu tanda tangan.

Malala sendiri pernah ditembak di kepala oleh kelompok Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) saat berada di dalam bus sekolah ketika berusia 16 tahun.

Saat ini, dia aktif mengadvokasi pendidikan anak perempuan melalui Malala Fund, organisasi nirlaba yang telah menginvestasikan US$2 juta di Afghanistan.

(afp/sfr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER