Trump Akan Bikin Media Sosial Baru, TRUTH Social

CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 14:10 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan membuat media sosial baru dengan nama TRUTH Social. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan membuat media sosial baru dengan nama TRUTH Social. (Reuters/Cheriss May)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan akan membuat media sosial baru dengan nama TRUTH Social.

AFP melaporkan bahwa TRUTH Social akan berada di bawah naungan Trump Media & Technology Group (TMTG)

"Saya menciptakan Truth Social dan TMTG untuk melawan Big Tech," kata Trump dalam pernyataan resminya.


Ia lalu berujar, "Kita hidup di dunia di mana Taliban punya banyak ruang di Twitter. Namun, Presiden Amerika favorit Anda telah dibungkam. Ini tidak bisa diterima."

TMTG menyatakan bahwa kemungkinan jejaring sosial ini akan diluncurkan bulan depan, tapi sudah tersedia untuk prapesan di Apple Store.

Selain itu, TMTG juga akan merilis aplikasi video on-demand berlangganan yang akan menampilkan program hiburan "non-woke" atau pandangan politik versi mereka.

TMTG juga mengatakan pihaknya akan bergabung dengan perusahaan Digital World Acquisition Corp (DWAC) untuk menjadi perusahaan publik.

"Mengingat total pasar yang dapat ditangani dan pengikut Presiden Trump yang besar, kami percaya peluang TMTG memiliki potensi untuk menciptakan nilai pemegang saham yang signifikan," kata kepala DWAC, Patrick Orlando, dalam pernyataannya.

Rencana peluncuran medsos baru ini disebut-sebut memperkuat dugaan Trump sedang mempersiapkan diri untuk ikut serta dalam pemilihan umum AS pada 2024 mendatang.

Dalam beberapa waktu belakangan, Trump terpantau membuat acara publik yang mirip kampanye. Ia terlihat berusaha untuk tetap menjadi anggota Partai Republik.

Trump juga mendirikan medsos baru ini setelah Facebook dan Twitter memutuskan untuk menutup akun miliknya akibat serangan di Capitol Hill pada 6 Januari lalu.

[Gambas:Video CNN]

Facebook kemudian menutup akun Trump hingga dua tahun. Sementara itu, Twitter menutup selamanya akun Trump untuk menghindari risiko hasutan kekerasan lebih lanjut.

Sejak saat itu, Trump terus berusaha merebut kembali ruangnya di media sosial dan mengajukan beberapa tuntutan hukum terhadap perusahaan teknologi tersebut.

Mei lalu, dia merilis blog berjudul "From the Desk of Donald J Trump." Namun, wadah ini hanya bertahan sekitar satu bulan.

(isa/has/bac)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER