Korut Uji Coba Rudal Kapal Selam: Kami Tak Bidik AS

has | CNN Indonesia
Kamis, 21 Oct 2021 15:17 WIB
Korea Utara menegaskan bahwa mereka tak membidik atau menargetkan Amerika Serikat ketika melakukan uji coba rudal balistik terbaru pada Selasa (19/10). Ilustrasi rudal Korut. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara menegaskan bahwa mereka tak membidik atau menargetkan Amerika Serikat ketika melakukan uji coba rudal balistik terbaru pada Selasa (19/10).

"Ketika melakukan uji coba terbaru, kami tak memikirkan Amerika Serikat atau membidik ke arah mereka, tapi operasi ini sudah direncanakan dan murni untuk pertahanan negara," ujar seorang juru bicara pemerintahan Korut, Kamis (21/10).

Sebagaimana dilansir Associated Press, jubir itu merilis pernyataan setelah Amerika Serikat mengecam uji coba rudal balistik Korut tersebut.


Setelah itu, Amerika Serikat dan Inggris juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa membahas uji coba rudal Korut itu. DK PBB lantas dijadwalkan menggelar rapat tertutup untuk membahas isu Korut tersebut.

Korut menegaskan bahwa uji coba rudalnya itu tak membawa ancaman ke negara-negara tetangganya. Mereka pun menyatakan bahwa AS tak perlu mempermasalahkan uji coba yang sama sekali tak menyasar Negeri Paman Sam.

Jubir Korut itu menyatakan bahwa mereka "sangat khawatir" atas reaksi "abnormal" AS terkait uji coba yang berdasarkan hak untuk mempertahankan diri tersebut. Mereka heran AS menyebut uji coba itu sebagai "gerakan provokatif."

Ia lantas membahas bahwa AS juga punya sistem rudal balistik kapal selam. Mereka menganggap AS menerapkan standar ganda terkait program senjata ini.

Menurut jubir itu, sikap AS ini membuat pemerintahan Korut meragukan pernyataan Presiden Joe Biden bahwa mereka tak ingin ada permusuhan.

Sejak mengambil alih kekuasaan AS, Biden memang terus menyatakan bahwa ia terbuka jika Korut ingin kembali berunding mengenai program nuklirnya.

Perundingan denuklirisasi AS dan Korut sendiri sudah berjalan sejak era Presiden Donald Trump. Namun, perundingan itu mandek karena sejumlah faktor, salah satunya perbedaan pendapat mengenai sanksi.

Korut ingin AS mencabut semua sanksi jika mereka menghentikan program nuklir. Namun, AS ingin mencabut sanksi secara bertahap sesuai komitmen Korut dalam menjalankan denuklirisasi.

(has/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER