Kebakaran di Pabrik Amunisi Rusia, 15 Orang Tewas

has | CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 16:07 WIB
Setidaknya 15 orang tewas dan sembilan lainnya hilang akibat kebakaran di salah satu pabrik amunisi dan bahan peledak di Rusia pada Jumat (22/10). Ilustrasi. (iStock/Kesu01)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya 15 orang tewas dan sembilan lainnya masih dinyatakan hilang akibat kebakaran di salah satu pabrik amunisi dan bahan peledak di Rusia pada Jumat (22/10).

"Lima belas orang tewas dan satu orang mengalami luka bakar parah," demikian pernyataan Kementerian Darurat Rusia yang dikutip AFP.

Kementerian itu menjelaskan bahwa tim tanggap darurat mereka menerima laporan mengenai kebakaran di pabrik yang terletak di Lesnoye itu sekitar pukul 08.22. Mereka lantas mengerahkan lebih dari 170 personel penyelamat.


Seorang pejabat pemerintahan setempat mengatakan kepada kantor berita TASS bahwa 17 orang masih berada di dalam gedung tersebut ketika kebakaran terjadi.

Menurut kementerian tersebut, kebakaran diduga terjadi karena "pelanggaran proses teknologi dan langkah-langkah keamanan" di Pabrik PGUP Elastic tersebut.

Meski demikian, kementerian itu tak menjabarkan lebih lanjut pelanggaran yang dimaksud.

Berdasarkan keterangan di situs resminya, PGUP Elastic menyatakan bahwa perusahaan mereka memproduksi bahan peledak industrial untuk sipil.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, mereka juga memproduksi amunisi untuk sektor pertahanan dan generator gas yang biasa digunakan di kapal selam.

Kebakaran akibat kelalaian di pabrik memang biasa terjadi di Rusia. Rata-rata, ratusan kebakaran terjadi tiap tahunnya akibat infrastruktur bangunan yang sudah tua atau ketidakpatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan.

Sejumlah kritikus menyatakan bahwa korupsi merupakan pakar masalah kebakaran itu. Menurut mereka, banyak kecurangan di lapangan, di mana oknum pejabat memberikan izin gedung setelah disuap perusahaan.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER