Paus Minta Setop Kirim Balik Para Imigran ke Negara Tak Aman

CNN Indonesia
Senin, 25 Oct 2021 01:47 WIB
Paus Fransiskus mendesak negara-negara untuk tidak mengirim imigran kembali ke negara-negara yang tidak aman seperti Libya. Paus Fransiskus. (AP/Andrew Medichini)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paus Fransiskus mendesak negara-negara untuk tidak mengirim imigran kembali ke negara-negara yang tidak aman seperti Libya. Di sana, katanya, banyak penderitaan karena kekerasan dan kondisi yang tak humanis mirip dengan kondisi di kamp-kamp konsentrasi.

Seruan Paus itu disampaikannya dalam kegiatan pemberkatan, Minggu (24/10), menanggapi para pemimpin Uni Eropa sedang berjuang mengatasi perbedaan mereka tentang cara menangani imigran.

"Banyak dari pria, wanita, dan anak-anak ini (di Libya) menjadi sasaran kekerasan yang tidak manusiawi," katanya.


"Betapa banyak mereka yang dipulangkan menderita! Ada kamp-kamp nyata di sana," katanya, menggunakan kata Jerman yang umum di Italia ketika merujuk pada kamp konsentrasi.

Masalah imigran itu memperkuat posisi tawar-menawar kelompok-kelompok nasionalis dan populis di seluruh Uni Eropa.

"Kita harus mengakhiri kembalinya migran ke negara-negara yang tidak aman," kata Paus Fransiskus seperti dikutip dari Reuters.

Paus pun menyatakan, "Ribuan imigran, pengungsi, dan orang-orang lainnya yang membutuhkan perlindungan di Libya".

Menurutnya prioritas harus diberikan untuk penyelamatan imigran di laut, pelabuhan yang tertib, dan pilihan lain selain membawa mereka ke penjara. Juga, sambungnya,  jalur reguler ke prosedur imigrasi dan suaka.

Oleh karena itu, Paus Fransiskus meminta masyarakat internasional menepati janji untuk menemukan solusi langgeng untuk mengelola arus migrasi di Libya dan seluruh Mediterania.

Sebagai informasi, pada Oktober ini, kantor hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut penyelidikan atas apa yang disebutnya kekuatan 'tidak perlu dan tidak proporsional' oleh pasukan keamanan Libya untuk menahan imigran Afrika, hingga menembak mati beberapa dari mereka yang mencoba melarikan diri.

Di sisi lain, Uni Eropa telah memperketat aturan suaka dan perbatasan eksternalnya sejak lebih dari satu juta pengungsi dan migran mencapai Eropa melintasi Mediterania enam tahun lalu.

Uni Eropa menghentikan kesepakatan dengan negara-negara seperti Turki dan Libya bagi orang-orang untuk tinggal di tempat lain di sepanjang rute global.

(Reuters/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER