Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Zhang Gaoli kerap ramai diperbincangkan akibat terseret kasus kekerasan seksual.
Dalam unggahan di Weibo, seorang atlet tenis Peng Shuai mengungkap bahwa ia sempat berhubungan seksual dengan Zhang sekitar 10 tahun lalu. Kala itu, Zhang masih menjabat sebagai salah satu pemimpin Partai Komunis China di Tianjin.
Setelah naik jabatan ke Komite Pusat Politbiro di Beijing, Zhang putus hubungan dengan Peng. Namun, ketika Zhang pensiun sekitar tiga tahun lalu, eks pejabat itu disebut mengajak Peng bermain tenis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai bermain tenis, Zhang dan istrinya mengajak Peng ke rumah mereka. Di rumah itulah Peng dipaksa berhubungan seks dengan Zhang.
Informasi yang beredar di Weibo ini kemudian dihapus sekitar setengah jam setelah disebarkan di media massa. Walaupun demikian, pencarian nama Peng di internet masyarakat China meningkat.
Tak hanya itu, tangkapan layar unggahan tadi juga beredar di WeChat dan iMessage.
Mengutip South China Morning Post, Zhang lahir pada 1946 di Fujian. Zhang lulus dari Universitas Xiamen di 1970.
Zhang memulai karir politiknya kala ia masuk ke Partai Komunis China (CPC) di 1973.
Zhang menjadi wakil gubernur Guangdong pada 1988. Ia juga sempat menjadi pemimpin CPC di Shenzhen pada 1998.
Zhang juga sempat mengemban posisi tinggi dalam pemerintahan dan politik di wilayah Shandong dan Tianjin. Zhang menjabat sebagai Gubernur provinsi Shandong dari 2002 hingga 2003.
Selanjutnya, Zhang menjabat sebagai sekretaris komite Partai Komunis China (CPC) di Kota Tianjin dari 2007 sampai 2012.
Tak hanya itu, Zhang pernah dipromosikan menjadi salah satu anggota dengan kedudukan terkuat di CPC. Ia sempat menjadi anggota Komite Tetap Politbiro yang beranggotakan tujuh orang.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Sosok Zhang Gaoli
Zhang Gaoli dituduh memaksa petenis China untuk berhubungan seksual. (AFP/Wu Hong)
Mengutip China Vitae, Zhang menjabat sebagai wakil Perdana Menteri China pada 2013.
Sosok Zhang dinilai sebagai orang yang rendah hati dan jarang muncul di hadapan publik, atau memberikan pidato.
Akibat masalah kekerasan seksual ini, tagar #MeToo kembali meramaikan jagat maya China. Sebelumnya, tagar #MeToo sempat ramai karena kasus pelecehan seksual yang menyoroti mantan bintang K-Pop, Kris Wu.
Dalam unggahan itu, seorang mahasiswa asal China, Du Meizhu, mengaku menjadi korban pelecehan seksual ketika mabuk di media Weibo.
Saat itu, Du sedang mengikuti wawancara perekrutan di rumah Wu. Kala itu, Du masih berusia 17 tahun.
Kris Wu, yang merupakan mantan anggota EXO, membantah tudingan itu melalui jejaring sosial. Namun, kepolisian China kemudian menahan Wu setelah gerakan #MeToo kian ramai di media sosial. Kepolisian menyatakan bahwa Wu ditahan atas dugaan pemerkosaan.