Putin Lakukan Tes Vaksin Sputnik yang Disemprot ke Hidung
CNN Indonesia
Kamis, 25 Nov 2021 12:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Vladimir Putin jalani vaksin semprot Sputnik, (AFP Photo/Pavel Golovkin)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RusiaVladimir Putin melakukan tes eksperimen vaksin semprot dari hidung yang dibuat negara itu. Putin mengatakan ia tak merasakan apapun setelah mendapatkan vaksin intranasal ini.
"Hari ini, setelah dua prosedur, injeksi dan (vaksin) hidung untuk bagian kedua, saya sudah berolahraga pagi ini. Jadi saya bersaksi bahwa semua (vaksinasi) bekerja seperti yang dikatakan ilmuwan kami," kata Putin, dikutip CNN.
Putin mengajukan diri untuk menjadi subjek tes vaksin hidung buatan Rusia ini. Vaksin intranasal ini dikembangkan oleh Gamaleya Center, pembuat Sputnik V dan Sputnik Light.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin sendiri telah mendapatkan empat vaksin, di mana uji coba vaksin hidung tadi merupakan vaksin keempatnya.
Sebelumnya, Putin juga menerima booster Sputnik Light buatan Rusia pada Minggu (21/11), enam bulan setelah ia menerima dosis kedua Sputnik V.
Kementerian Kesehatan Rusia telah mengizinkan uji klinis pemberian vaksin Sputnik V lewat saluran hidung. Menurut Wakil Direktur Gamaleya Center, Denis Logunov, perusahaannya masih menguji kemanjuran vaksin melalui hidung.
"Saya harus mengakui bahwa ini adalah administrasi off-label pada dasarnya, seperti biasa, kami mengujinya pada karyawan kami," kata Logunov.
Selain itu, Logunov menyampaikan pengembangan vaksin intranasal ini dilakukan untuk memicu timbulnya kekebalan dari virus Covid-19 melalui hidung.
Menurut Logunov, vaksin hidung "hanya perlu sedikit penyelesaian kemudian akan masuk ke dalam tahap uji klinis, dan setelah itu, kami tentu berencana untuk memulai peluncuran vaksin baru ini."
Ia juga mengklaim vaksin ini nyaman, tak menimbulkan rasa sakit, dan memiliki efek samping yang minim.
Lonjakan Covid di Rusia, baca di halaman berikutnya...
Rusia sendiri mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak pertengahan September. Kenaikan kasus harian tertinggi Rusia dalam lonjakan terbaru ini mencapai 41.335 kasus pada 6 November, dikutip dari Worldometers.
Meski demikian, angka kenaikan kasus harian infeksi virus corona menurun di Rusia. Per Rabu (24/11), penambahan kasus positif Covid-19 di sana sebanyak 33.558 kasus, dengan tambahan kasus harian kala itu sebanyak 1.240 orang.
Rusia, seperti beberapa negara Eropa, juga menghadapi masalah sejumlah warga yang tak percaya vaksin ataupun keberadaan Covid-19.
Bahkan, para dokter terkemuka Rusia mengundang sejumlah tokoh dari kalangan selebritas hingga politikus anti-vaksin untuk meninjau rumah sakit di area zona merah Covid-19 dalam sebuah surat.
Tokoh anti-vaksin terkenal tadi diminta untuk meluangkan waktu guna mengunjungi pusat perawatan pasien Covid-19 yang terkena dampak langsung pandemi.
"Mengingat berapa banyak orang yang membaca dan mendengar Anda, kami akan meluangkan waktu untuk menyesuaikan jadwal mengunjungi zona merah, unit perawatan intensif (ICU), dan departemen patologi di rumah sakit kami," demikian kutipan surat itu.
"Mungkin setelah itu, Anda akan mengubah pandangan Anda dan lebih sedikit orang yang meninggal," tulis para dokter dalam surat itu.Dari kunjungan itu, para dokter berharap tokoh-tokoh anti-vaksin ini mengubah cara pandang mereka.
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RusiaVladimir Putin melakukan tes eksperimen vaksin semprot dari hidung yang dibuat negara itu. Putin mengatakan ia tak merasakan apapun setelah mendapatkan vaksin intranasal ini.
"Hari ini, setelah dua prosedur, injeksi dan (vaksin) hidung untuk bagian kedua, saya sudah berolahraga pagi ini. Jadi saya bersaksi bahwa semua (vaksinasi) bekerja seperti yang dikatakan ilmuwan kami," kata Putin, dikutip CNN.
Putin mengajukan diri untuk menjadi subjek tes vaksin hidung buatan Rusia ini. Vaksin intranasal ini dikembangkan oleh Gamaleya Center, pembuat Sputnik V dan Sputnik Light.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putin sendiri telah mendapatkan empat vaksin, di mana uji coba vaksin hidung tadi merupakan vaksin keempatnya.
Sebelumnya, Putin juga menerima booster Sputnik Light buatan Rusia pada Minggu (21/11), enam bulan setelah ia menerima dosis kedua Sputnik V.
Kementerian Kesehatan Rusia telah mengizinkan uji klinis pemberian vaksin Sputnik V lewat saluran hidung. Menurut Wakil Direktur Gamaleya Center, Denis Logunov, perusahaannya masih menguji kemanjuran vaksin melalui hidung.
"Saya harus mengakui bahwa ini adalah administrasi off-label pada dasarnya, seperti biasa, kami mengujinya pada karyawan kami," kata Logunov.
Selain itu, Logunov menyampaikan pengembangan vaksin intranasal ini dilakukan untuk memicu timbulnya kekebalan dari virus Covid-19 melalui hidung.
Menurut Logunov, vaksin hidung "hanya perlu sedikit penyelesaian kemudian akan masuk ke dalam tahap uji klinis, dan setelah itu, kami tentu berencana untuk memulai peluncuran vaksin baru ini."
Ia juga mengklaim vaksin ini nyaman, tak menimbulkan rasa sakit, dan memiliki efek samping yang minim.
Lonjakan Covid di Rusia, baca di halaman berikutnya...
Lonjakan Kasus Covid-19 di Rusia
Lonjakan Covid-19 di Rusia. (REUTERS/TATYANA MAKEYEVA)
Rusia sendiri mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak pertengahan September. Kenaikan kasus harian tertinggi Rusia dalam lonjakan terbaru ini mencapai 41.335 kasus pada 6 November, dikutip dari Worldometers.
Meski demikian, angka kenaikan kasus harian infeksi virus corona menurun di Rusia. Per Rabu (24/11), penambahan kasus positif Covid-19 di sana sebanyak 33.558 kasus, dengan tambahan kasus harian kala itu sebanyak 1.240 orang.
Rusia, seperti beberapa negara Eropa, juga menghadapi masalah sejumlah warga yang tak percaya vaksin ataupun keberadaan Covid-19.
Bahkan, para dokter terkemuka Rusia mengundang sejumlah tokoh dari kalangan selebritas hingga politikus anti-vaksin untuk meninjau rumah sakit di area zona merah Covid-19 dalam sebuah surat.
Tokoh anti-vaksin terkenal tadi diminta untuk meluangkan waktu guna mengunjungi pusat perawatan pasien Covid-19 yang terkena dampak langsung pandemi.
"Mengingat berapa banyak orang yang membaca dan mendengar Anda, kami akan meluangkan waktu untuk menyesuaikan jadwal mengunjungi zona merah, unit perawatan intensif (ICU), dan departemen patologi di rumah sakit kami," demikian kutipan surat itu.
"Mungkin setelah itu, Anda akan mengubah pandangan Anda dan lebih sedikit orang yang meninggal," tulis para dokter dalam surat itu.Dari kunjungan itu, para dokter berharap tokoh-tokoh anti-vaksin ini mengubah cara pandang mereka.