Arab Saudi Tetap Izinkan WNA Masuk dengan Syarat, Kecuali dari Afrika

pwn | CNN Indonesia
Minggu, 28 Nov 2021 16:06 WIB
Pendatang dari semua negara kecuali Afrika tetap diizinkan masuk Saudi selama mereka telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 di negara itu. ilustrasi bandara. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi tetap akan mengizinkan masuk pendatang dari seluruh negara kecuali Afrika menyusul penyebaran varian baru Covid-19 yakni varian Omicron yang tengah menjadi perhatian dunia.

Riyadh menyatakan pendatang dari semua negara tetap diizinkan masuk wilayah kerajaan Saudi selama mereka telah menerima satu dosis vaksin Covid-19 di negara itu.

Saudi mengatakan para pelancong akan diizinkan masuk mulai Sabtu pekan depan dan perlu dikarantina selama tiga hari.


Dikutip Reuters, di saat bersamaan Saudi juga menghentikan penerbangan dari dan ke 14 negara Afrika seperti Malawi, Zambia, Madagascar, Angola, Seychelles, Mauritius, dan Kepulauan Komoro.

Saudi juga menghentikan perjalanan penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Lesotho, dan Eswatini pada Jumat (26/11).

Tindakan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran varian Covid-19 baru, yakni varian Omicron.

Selain Arab Saudi, beberapa negara lain juga telah menghentikan perjalanan dari dan ke beberapa negara Afrika akibat penyebaran varian Omicron.

Israel bahkan menjadi negara pertama yang menerapkan lockdown dan melarang seluruh WNA masuk demi mencegah penyebaran varian Omicron.

Varian corona yang pertama kali terdeteksi di Afrika itu diduga sejumlah ahli lebih menular dari varian Covid-19 lainnya. Tak hanya itu, varian ini juga jago bermutasi sehingga dikhawatirkan tak cukup mempan dengan vaksin Covid-19 yang sudah ada.

"Apa yang kami ketahui sekarang adalah ada jumlah mutasi secara signifikan (dari varian baru), mungkin dua kali lipat lebih banyak dibandingkan mutasi yang kita lihat sebelumnya dari varian Delta," tutur Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid.

"Dan ini menunjukkan kemungkinan itu (varian baru) lebih menular dan vaksin yang ada saat ini dan telah kita terima mungkin akan kurang efektif," tambahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Omicron pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada 9 November lalu.

WHO memasukkan Omicron dalam daftar Variant of Concern (VOC).

Variant of Concern merupakan varian yang menjadi perhatian karena memiliki tingkat penularan tinggi, virulensi yang tinggi, dan menurunkan efektivitas diagnosis, terapi serta vaksin yang ada.

Sejumlah ahli memaparkan jika vaksin Covid-19 yang sudah ada tidak cukup efektif melawan Omicron, satu-satunya solusi yang memungkinkan sementara adalah memberikan dosis vaksin booster kepada masyarakat.

(pwn/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER