Salah Suntik Pakai Vaksin Pfizer, Dua Bayi di Brasil Masuk RS

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 00:10 WIB
Sebanyak dua bayi di Brasil harus dirawat di rumah sakit karena keteledoran perawat menyuntik vaksin Pfizer. Foto ilustrasi vaksin Pfizer. (AFP/JUSTIN TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak dua bayi di Brasil harus dirawat di rumah sakit karena keteledoran perawat menyuntik vaksin Pfizer.

Bayi perempuan dua bulan dan bayi laki-laki empat bulan mendapatkan suntikan vaksin Pfizer. Padahal seharusnya mereka menerima imunisasi untuk mencegah difteri, tetanus, pertussis, dan hepatitis B, dikutip dari Sputnik News.

Vaksin Pfizer ini menyebabkan reaksi yang parah terhadap kedua bayi dan membuat keduanya harus dirawat.


Sementara itu, perawat yang memberikan vaksin tadi kepada mereka kini dibebastugaskan sementara. Penyelidikan administrasi juga tengah dilakukan.

Vaksin Pfizer sendiri telah mendapatkan izin penggunaan untuk anak lima tahun ke atas di beberapa negara.

Otoritas Kesehatan Brasil, Anvisa, telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer untuk anak 12 tahun ke atas pada Juni.

Sampai pada Minggu (5/12), kenaikan kasus harian Covid-19 di Brasil mencapai 4.844 kasus, dikutip dari data Universitas Johns Hopkins. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pada 23 Juni, di mana penambahan kasus harian di Brasil mencapai 115.228 kasus per hari itu.

Meski demikian, jumlah masyarakat Brasil yang mendapatkan vaksinasi lengkap masih belum cukup tinggi.

Menurut Our World in Data, hanya 64 persen masyarakat Brasil yang telah menerima vaksinasi lengkap. Sementara itu, 13 persen lain baru mendapatkan vaksin dosis pertama.

Tak hanya itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro sempat menyampaikan menolak menerima vaksin Covid-19. Bolsonaro beranggapan ia memiliki sistem imun yang kuat sehingga tak memerlukan vaksin.

"Saya memutuskan untuk tidak divaksin lagi. Saya meninjau studi baru, tingkat imun saya kuat. Kalau saya divaksin, untuk apa? Itu akan sama dengan judi, membayar US$10 untuk menang US$2. Itu tidak sesuai," ujar Bolsonaro, dikutip CNN, Rabu (13/10).



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER