Dokter Afsel Klaim Omicron Bisa Jadi Sinyal Baik Lawan Covid

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 12:29 WIB
Seorang dokter di Afrika Selatan mengklaim varian Omicron ini bisa menjadi sinyal baik untuk melawan Covid-19. Covid-19 varian Omicron awal terdeteksi di Botswana dan Afsel. (AP/Jerome Delay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang dokter di Afrika Selatan mengklaim varian Omicron ini bisa menjadi sinyal baik melawan Covid-19.

Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan (SAMA), Dr Angelique Coetzee menilai Omicron amat berpotensi menggusur varian lain dari Covid-19. Untuk itu, ia yakin varian ini akan menjadi 'hadiah pertama' di tengah dunia yang semakin lelah melawan pandemi.

Coetzee menyampaikan, penyebaran varian Omicron yang mampu menggantikan varian Delta dapat bermanfaat. Di antara keuntungannya adalah Covid-19 dengan varian mematikan berpotensi tergantikan varian Omicron yang sangat agresif, namun kemungkinan tidak mematikan.


"Sampai sekarang ini masih belum diketahui apakah itu (varian Omicron) akan menggantikan Delta. Jika iya, itu akan menjadi hadiah pertama, mengingat kita sebagian besar mendapati kasus (varian Omicron) bergejala ringan," kata Coetzee, dikutip dari Sputnik News.

Sebelumnya, Coetzee menyampaikan bahwa varian baru tersebut bersifat ringan. Gejala yang timbul dari varian ini sama seperti flu dan pilek yang biasanya dirasakan orang, yakni batuk gatal tenggorokan dan nyeri otot.

Coetzee juga mengatakan bahwa penyebaran virus di kalangan orang yang tak divaksinasi dapat memunculkan mutasi baru.

"Jika orang tidak divaksinasi, kemungkinan besar kita akan melihat varian baru dengan mutasi yang tidak diketahui," tambah Coetzee.

Sementara itu, beredar kabar varian yang mudah menular tetapi tak menimbulkan dampak parah akan menjadi dominan dan mengakhiri pandemi Covid-19, dikutip dari Sputnik News.

Walaupun demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa varian Omicron memiliki risiko dan berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 baru.

Meski demikian, WHO menegaskan pihaknya belum menerima laporan kematian akibat varian Omicron, membuka celah kalau varian ini tak berbahaya.

"Saya belum menerima laporan kematian yang berkaitan dengan Omicron," ujar juru bicara WHO, Christian Lindmeier, kepada reporter di Jenewa seperti dikutip AFP, Jumat (3/12).



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER