Omicron Masuk Daftar Kata Paling Sering Salah Diucapkan Tahun Ini

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 20:00 WIB
Varian Covid-19 terbaru, Omicron, masuk dalam daftar kata yang paling sering salah diucapkan di tayangan televisi tahun ini. Ilustrasi. (iStockphoto/Thomas Faull)
Jakarta, CNN Indonesia --

Covid-19 varian Omicron langsung menjadi perhatian setelah pertama kali ditemukan beberapa pekan lalu. Ternyata, Omicron masuk dalam daftar kata yang paling sering salah diucapkan di tayangan televisi tahun ini.

Fakta ini terungkap setelah sebuah perusahaan pembuat teks dan subjudul acara di televisi dan di ruang sidang, US Captioning Company, merilis daftar kata yang paling sering salah diucapkan di siaran TV.

Komedian dan guru di Babbel Live, Esteban Touma, mengatakan bahwa Omicron seharusnya diucapkan seperti 'AH-muh-kraan' atau 'OH-mee-kraan' dalam pelafalan bahasa Inggris. Namun, banyak penyiar di televisi AS menyebutkan dengan cara berbeda.


"Pembaca berita di Amerika Serikat kesulitan dengan kata-kata dan nama baru di 2021, kala melaporkan acara olahraga penting, tren yang viral di internet, dan selebritas yang baru muncul," kata Touma, seperti dikutip Associated Press.

"Sebagai guru bahasa, selalu menarik untuk melihat bahwa beberapa istilah ini biasanya merupakan bahasa sehari-hari baru, atau berakar, atau dipinjam dari bahasa lain. Sebagai non-penutur asli, saya harus mengakui bahwa menyenangkan melihat penutur bahasa Inggris sedikit kesusahan melakukan perubahan (penyebutan kata)."

Kehadiran varian Omicron sempat menggemparkan dunia, mengingat varian itu memiliki banyak mutasi dan disebut-sebut lebih cepat menular. Varian itu lantas dianggap berpotensi menimbulkan lonjakan kasus Covid-19 baru.

Walaupun demikian, seorang dokter di Afrika Selatan menyebut kemunculan Omicron dapat menjadi sinyal baik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan (SAMA), Dr Angelique Coetzee, menilai Omicron berpotensi menggusur dominasi varian Covid-19 lain.

"Sampai sekarang ini masih belum diketahui apakah itu (varian Omicron) akan menggantikan Delta. Jika ya, itu akan menjadi hadiah pertama, mengingat kita sebagian besar mendapati kasus (varian Omicron) bergejala ringan," kata Coetzee, dikutip dari Sputnik News.

WHO sendiri mewanti-wanti varian Omicron berisiko sangat tinggi. Namun, WHO juga menegaskan masih belum ada kematian yang dilaporkan akibat infeksi varian ini.

(pwn/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER