Saudi Sebut Polisi Prancis Salah Tangkap Terduga Pembunuh Khashoggi

CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 07:08 WIB
Pihak Arab Saudi menyebut polisi Prancis salah menangkap pria yang diduga membunuh jurnalis Jamal Khashoggi. Jamal Khashoggi diduga dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Arab Saudi menyebut polisi Prancis salah menangkap pria yang diduga membunuh jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebelumnya dilaporkan bahwa kepolisian Prancis menangkap pria yang diduga pembunuh Khashoggi pada Selasa (7/12) waktu setempat. Namun, pejabat Kerajaan Arab Saudi mengklaim bahwa Prancis telah salah tangkap.

Pejabat Arab Saudi pun meminta Prancis membebaskan pria yang ditangkap di Bandara Charles de Gaulle itu.


Penyelidik kini tengah menelusuri bahwa pria pemilik paspor bernama Khalid Alotaibi merupakan terduga pelaku yang tengah dicari Turki dan dicekal Amerika Serikat atas pembunuhan sadis terhadap Khashoggi.

Sumber dari keamanan Saudi menyatakan bahwa nama Khaled Alotaibi amat umum di negara mereka. Sementara nama Alotaibi yang ditangkap polisi Prancis diklaim sumber itu telah ditahan di Saudi bersama dengan para terdakwa di kasus itu.

Pria itu ditangkap oleh polisi Prancis berdasarkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Turki saat ia naik pesawat di Bandara Charles de Gaulle, Paris, menuju Riyadh.

Pria bernama Khalid Alotaibi adalah salah satu dari 26 warga negara Saudi yang didakwa secara in absentia oleh Turki dalam persidangan pada Oktober. Jika bersalah, dia terancam penjara seumur hidup.

Sebanyak dua dari 26 orang yang diadili secara in absentia di Turki di antaranya adalah mantan ajudan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Sejauh ini belum ada pejabat Saudi yang diadili secara langsung di Turki atas pembunuhan Khashoggi.

Sementara itu, Alotaibi juga satu dari 17 nama yang mendapatkan sanksi dari Departemen Keuangan AS pada 2018 atas peran mereka terhadap pembunuhan Khashoggi.

Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis asal Arab Saudi yang tinggal di AS. Tulisan-tulisannya kerap dimuat di The Washington Post.

Ia diduga dihabisi nyawanya ketika memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mengajukan dokumen untuk menikahi tunangannya dari Turki.

Menurut pejabat AS dan Turki, kelompok pembunuh Khashoggi yang menunggu di dalam mencekiknya dan memotong-motong tubuhnya.

Pembunuhan mengerikan tersebut lantas memicu kemarahan internasional, dengan badan-badan intelijen Barat menuduh Pangeran Mohammed bin Salman mengizinkan pembunuhan Khashoggi.



(tim/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER