Rusia Klaim Turis Penerima Vaksin Sputnik Boleh Masuk Saudi

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 19:20 WIB
Pihak Rusia mengklaim turis penerima vaksin Sputnik sudah diperbolehkan untuk masuk ke Arab Saudi. Ilustrasi vaksin Sputnik V. (AFP/Olga Maltseva)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Rusia mengklaim turis penerima vaksin Sputnik sudah diperbolehkan untuk masuk ke Arab Saudi.

"Kerajaan Arab Saudi mengizinkan individu yang telah mendapatkan vaksin Sputnik V asal Rusia masuk ke negara itu dimulai dari 1 Januari 2022," kata Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), lembaga yang mendanai pengembangan Sputnik V, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Keputusan ini disebut dapat membuat umat Muslim di seluruh dunia yang mendapatkan vaksin Sputnik untuk bisa melakukan ibadah haji dan umrah di Makkah dan Madinah.


Walaupun demikian, pelancong asing yang mendapatkan vaksin Sputnik masih harus melakukan karantina selama 48 jam dan melakukan tes PCR.

Sementara itu, vaksin Sputnik sendiri masih dalam tahap peninjauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak WHO untuk segera memberikan persetujuan terkait vaksin karya negaranya.

Putin menilai izin dari WHO dapat meningkatkan distribusi vaksin Sputnik ke seluruh dunia. Tak hanya itu, vaksin ini juga dapat masuk ke skema bantuan vaksin global.

"Kami bermaksud memperluas bantuan semacam itu," kata Putin, dikutip dari Associated Press.

Selain itu, izin ini membuka pintu bagi masyarakat yang telah mendapatkan vaksin Sputnik untuk bepergian ke negara lain. Putin juga menyampaikan sudah lebih dari 200 juta masyarakat dunia telah menerima vaksin buatan Rusia tadi.

Vaksin Sputnik sempat menuai kontroversi, salah satunya karena pemerintah Rusia memberikan izin penggunaan vaksin ini dengan cepat.

Namun, studi yang diterbitkan di The Lancet menyampaikan vaksin ini mampu mencegah individu yang mendapatkan vaksin mengidap sakit parah bila terinfeksi Covid-19.

Rusia juga aktif mempromosikan vaksin buatannya ini ke dunia. Meski demikian, pengiriman vaksin ini mengalami keterlambatan. Beberapa negara di Amerika Latin sempat mengeluhkan keterlambatan mendapatkan dosis kedua vaksin Sputnik.

Sementara itu, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang mendeteksi varian Omicron beberapa waktu lalu.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengimbau masyarakat negara itu untuk melakukan vaksinasi dan terus menerapkan tindakan pencegahan infeksi Covid-19, dikutip dari Alarabiya News.



(pwn/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER