Salah Tangkap, Prancis Bebaskan Pria Saudi Terduga Pembunuh Khashoggi

has | CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 22:35 WIB
Prancis membebaskan seorang pria Arab Saudi yang sebelumnya ditangkap atas dugaan terkait pembunuhan Jamal Khashoggi. Mereka mengakui aparat salah tangkap. Ilustrasi. (Antara Foto/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis membebaskan seorang pria Arab Saudi yang sebelumnya mereka tangkap atas dugaan terkait dengan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Mereka mengakui aparat salah tangkap.

Sejumlah jaksa di Paris mengatakan kepada Reuters bahwa pria Saudi bernama Khaled Aedh Al-Otaibi itu dibebaskan pada hari ini, Rabu (8/12), sehari setelah ditangkap.

Sumber aparat Prancis mengatakan bahwa pria itu ditangkap karena namanya sama dengan seorang anggota pasukan keamanan kerajaan Saudi.


Nama itu masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dan Inggris. Laporan komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memasukkan nama itu ke dalam daftar orang yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi di Turki.

Aparat Prancis menahan pria tersebut di Bandara Charles de Gaulle pada Selasa (7/12), saat proses pemeriksaan paspor. Penangkapan dilakukan karena sistem pengecekan mengeluarkan pemberitahuan bahwa nama di paspor itu masuk dalam daftar orang yang dicari Turki.

Tak lama usai penangkapan itu, Saudi langsung merilis pernyataan bahwa Prancis salah tangkap. Menurut Saudi, ada banyak orang dengan nama sama. Mereka pun mendesak agar Prancis segera membebaskan pria tersebut.

Setelah itu, jaksa juga menyatakan bahwa surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Turki tak berkaitan dengan pria tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Turki menggelar penyelidikan ini karena Khashoggi dibunuh ketika sedang berada di gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 lalu.

Pembunuhan jurnalis pengkritik itu disebut-sebut sebagai salah satu operasi penghilangan nyawa terbesar yang didukung pemerintah Saudi.

Laporan intelijen AS bahkan mengungkap bahwa Putra Mahkot Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menyetujui pembunuhan Khashoggi ini.

Hingga saat ini, sudah ada 26 orang yang diadili secara in absentia di Turki, termasuk mantan ajudan Mohammed bin Salman. Namun, belum ada satu pun pejabat Saudi yang pernah menghadiri persidangan.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER