100 Tahun Partai Komunis: Bagaimana Partai Memerintah China?
CNN Indonesia
Jumat, 31 Des 2021 13:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Partai Komunis China atau PKC telah menjadi partai berkuasa dan memimpin Negeri Tirai Bambu sejak rezim Mao Zedong. (Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak 1 Oktober 1949, China dikuasai oleh satu partai, Partai Komunis Chinayang telah berdiri selama 100 tahun.
Partai Komunis China atau PKC telah menjadi partai berkuasa dan memimpin Negeri Tirai Bambu sejak rezim Mao Zedong hingga kini menjadi salah satu negeri adidaya menyaingi Amerika Serikat.
Menurut Australia Financial Review, PKC kini telah menjadi organisasi paling berpengaruh dan tertutup di planet ini dengan sekitar 95 juta anggota yang tak pernah benar-benar diungkap identitasnya kecuali para petingginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 7 persen populasi China merupakan anggota PKC mulai dari pemuda, politikus, pengusaha, hingga seniman dan selebritas.
Pengusaha sekaligus pendiri raksasa Alibaba Group Jack Ma, pendiri perusahaan telekomunikasi Huawei Ren Zhengfei, hingga aktris Fan Bingbing disebut anggota PKC.
PKC memegang kendali atas keseluruhan China, mulai dari pemerintahan, ekonomi, sosial, hingga militer. Kepemimpinan PKC di China bahkan diabadikan dalam konstitusi negara.
Meski di China ada sejumlah partai lain, tetapi mereka berkewajiban mendukung PKC.
PKC memiliki struktur layaknya piramida, di mana politbiro menjadi lembaga tertinggi partai dan satu pemimpin paling berkuasa.
Ketua partai PKC juga menjabat sebagai pemimpin China. Pucuk kekuasaan PKC yang disebut Sekretaris Jenderal pun saat ini masih dipegang Presiden Xi Jinping sejak 2012 lalu.
Dalam rapat Komite Pusat pada Oktober lalu, PKC bahkan menyepakati resolusi ketiga yang diduga memperkuat cengkraman Xi di puncak kekuasaan. Resolusi itu pun berpotensi memberikan Xi peluang memimpin China seumur hidup seperti para pendahulunya.
Organisasi-organisasi partai memilih badan-badan yang lebih tinggi sampai ke pucuk kepemimpinan mulai dari tingkat lokal. Kongres Partai Nasional memilih komite pusat dan komite pusat memilih Politbiro.
Foto: AFP/Wang Zhao Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato secara virtual dalam perayaan 100 tahun PKC. (Photo by WANG Zhao / AFP)
Di bawah Politbiro ada tiga lembaga PKC yang juga penting:
Dewan Negara (State Council)
Komisi Pusat Militer
Kongres Rakyat Nasional
Dewan Negara dipimpin oleh perdana menteri. Saat ini, dewan tersebut dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang, orang nomor dua setelah presiden.
Peran Dewan Negara adalah implementasi kebijakan partai di seluruh negeri. Sebagai contoh, mengelola rencana ekonomi nasional dan anggaran negara.
PKC juga memiliki parlemen yang dinamakan Kongres Rakyat Nasional. Namun, lembaga itu hanya formalitas karena selalu mengesahkan apa pun keputusan yang diambil pemimpin partai.
Sementara itu, Komisi Militer Pusat memimpin angkatan bersenjata China dan merencanakan segala operasi militer Negeri Tirai Bambu.
Komisi ini pun memegang kendali atas persenjataan nuklir dan lebih dari 2 juta personel, militer terbesar di dunia.
Jatuh bangung Partai Komunis China bisa dibaca di halaman berikutnya >>>
Jatuh Bangun Partai Komunis China
Di bawah kepemimpinan Mao Zedong, PKC menerapkan sosialisme totaliter yang sangat kaku. Tidak ada perbedaan pendapat, seluruh komando mengikuti arahan pemimpin tertinggi, Mao.
Selain aktivis dan oposisi, PKC tak segan membungkam anggota dan pejabat tinggi partainya sendiri jika dianggap mengancam kepemimpinan.
Kontrol dan sensor media terutama terkait asing (re: Barat) pun diatur oleh PKC secara ketat. Hal itu dilakukan Mao melalui Revolusi Budaya yang bertujuan memperkuat rasa nasionalisme rakyat dari pengaruh asing.
Namun, kegagalan perekonomian hingga kelaparan akut dan kebrutalan dari Revolusi Kebudayaan Mao menyebabkan jutaan warga China meninggal dunia di seluruh negeri.
Setelah kematian Mao pada 1976, China perlahan bangkit dari stagnasi dengan reformasi Deng Xiaoping.
Sementara itu, Presiden Xi Jinping yang mulai berkuasa pada 2012 terus menggiring China menjadi kekuatan super global yang sekarang ditakuti semua negara termasuk Amerika.
Foto: AFP/WANG ZHAO Perayaan 100 tahun Partai Komunis China pada Juli 2021. (Photo by WANG Zhao / AFP)
Namun, tindakan sensor dan kontrol ketat media pun masih diterapkan rezim Xi hingga saat ini yang bahkan dinilai semakin membuat China tertutup dari budaya global.
Dikutip dari berbagai sumber, PKC telah mengaktifkan Great Firewall of China yang berguna mempertahankan pengawasan seluruh internet di negara itu.
Sistem Inspeksi Paket Dalam (DPI) memungkinkan badan intelijen PKC untuk membaca dan menyensor email pribadi, pesan dan segala bentuk komunikasi digital lain, demikian menurut laporan The Diplomat.
Soal cuan, perekonomian China tumbuh pesat berkat strategi yang koheren, kapitalisme yang dikendalikan negara.
Reformasi ekonomi yang diperkenalkan Deng Xiaoping pun menjadi dasar China bergabung dalam Organisasi Dagang Internasional (WTO) pada 2001.
Belajar dari kesalahan ekonomi Uni Soviet, China lebih suka menggunakan WTO untuk menjadi pabrik barang-barang konsumsi dunia, memberikan dukungan negara tanpa henti yang membantu perusahaan domestik mendirikan basis manufaktur raksasa, menerapkan kontrol harga, dan mempertahankan kekayaan intelektual.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak 1 Oktober 1949, China dikuasai oleh satu partai, Partai Komunis Chinayang telah berdiri selama 100 tahun.
Partai Komunis China atau PKC telah menjadi partai berkuasa dan memimpin Negeri Tirai Bambu sejak rezim Mao Zedong hingga kini menjadi salah satu negeri adidaya menyaingi Amerika Serikat.
Menurut Australia Financial Review, PKC kini telah menjadi organisasi paling berpengaruh dan tertutup di planet ini dengan sekitar 95 juta anggota yang tak pernah benar-benar diungkap identitasnya kecuali para petingginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 7 persen populasi China merupakan anggota PKC mulai dari pemuda, politikus, pengusaha, hingga seniman dan selebritas.
Pengusaha sekaligus pendiri raksasa Alibaba Group Jack Ma, pendiri perusahaan telekomunikasi Huawei Ren Zhengfei, hingga aktris Fan Bingbing disebut anggota PKC.
PKC memegang kendali atas keseluruhan China, mulai dari pemerintahan, ekonomi, sosial, hingga militer. Kepemimpinan PKC di China bahkan diabadikan dalam konstitusi negara.
Meski di China ada sejumlah partai lain, tetapi mereka berkewajiban mendukung PKC.
PKC memiliki struktur layaknya piramida, di mana politbiro menjadi lembaga tertinggi partai dan satu pemimpin paling berkuasa.
Ketua partai PKC juga menjabat sebagai pemimpin China. Pucuk kekuasaan PKC yang disebut Sekretaris Jenderal pun saat ini masih dipegang Presiden Xi Jinping sejak 2012 lalu.
Dalam rapat Komite Pusat pada Oktober lalu, PKC bahkan menyepakati resolusi ketiga yang diduga memperkuat cengkraman Xi di puncak kekuasaan. Resolusi itu pun berpotensi memberikan Xi peluang memimpin China seumur hidup seperti para pendahulunya.
Organisasi-organisasi partai memilih badan-badan yang lebih tinggi sampai ke pucuk kepemimpinan mulai dari tingkat lokal. Kongres Partai Nasional memilih komite pusat dan komite pusat memilih Politbiro.
Foto: AFP/Wang Zhao Presiden Xi Jinping menyampaikan pidato secara virtual dalam perayaan 100 tahun PKC. (Photo by WANG Zhao / AFP)
Di bawah Politbiro ada tiga lembaga PKC yang juga penting:
Dewan Negara (State Council)
Komisi Pusat Militer
Kongres Rakyat Nasional
Dewan Negara dipimpin oleh perdana menteri. Saat ini, dewan tersebut dipimpin Perdana Menteri Li Keqiang, orang nomor dua setelah presiden.
Peran Dewan Negara adalah implementasi kebijakan partai di seluruh negeri. Sebagai contoh, mengelola rencana ekonomi nasional dan anggaran negara.
PKC juga memiliki parlemen yang dinamakan Kongres Rakyat Nasional. Namun, lembaga itu hanya formalitas karena selalu mengesahkan apa pun keputusan yang diambil pemimpin partai.
Sementara itu, Komisi Militer Pusat memimpin angkatan bersenjata China dan merencanakan segala operasi militer Negeri Tirai Bambu.
Komisi ini pun memegang kendali atas persenjataan nuklir dan lebih dari 2 juta personel, militer terbesar di dunia.
Jatuh bangung Partai Komunis China bisa dibaca di halaman berikutnya >>>
Jatuh Bangun Partai Komunis China
Presiden Xi Jinping yang mulai berkuasa pada 2012 terus menggiring China menjadi kekuatan super global yang sekarang ditakuti semua negara termasuk Amerika. (Foto: AFP/Wang Zhao)
Jatuh Bangun Partai Komunis China
Di bawah kepemimpinan Mao Zedong, PKC menerapkan sosialisme totaliter yang sangat kaku. Tidak ada perbedaan pendapat, seluruh komando mengikuti arahan pemimpin tertinggi, Mao.
Selain aktivis dan oposisi, PKC tak segan membungkam anggota dan pejabat tinggi partainya sendiri jika dianggap mengancam kepemimpinan.
Kontrol dan sensor media terutama terkait asing (re: Barat) pun diatur oleh PKC secara ketat. Hal itu dilakukan Mao melalui Revolusi Budaya yang bertujuan memperkuat rasa nasionalisme rakyat dari pengaruh asing.
Namun, kegagalan perekonomian hingga kelaparan akut dan kebrutalan dari Revolusi Kebudayaan Mao menyebabkan jutaan warga China meninggal dunia di seluruh negeri.
Setelah kematian Mao pada 1976, China perlahan bangkit dari stagnasi dengan reformasi Deng Xiaoping.
Sementara itu, Presiden Xi Jinping yang mulai berkuasa pada 2012 terus menggiring China menjadi kekuatan super global yang sekarang ditakuti semua negara termasuk Amerika.
Foto: AFP/WANG ZHAO Perayaan 100 tahun Partai Komunis China pada Juli 2021. (Photo by WANG Zhao / AFP)
Namun, tindakan sensor dan kontrol ketat media pun masih diterapkan rezim Xi hingga saat ini yang bahkan dinilai semakin membuat China tertutup dari budaya global.
Dikutip dari berbagai sumber, PKC telah mengaktifkan Great Firewall of China yang berguna mempertahankan pengawasan seluruh internet di negara itu.
Sistem Inspeksi Paket Dalam (DPI) memungkinkan badan intelijen PKC untuk membaca dan menyensor email pribadi, pesan dan segala bentuk komunikasi digital lain, demikian menurut laporan The Diplomat.
Soal cuan, perekonomian China tumbuh pesat berkat strategi yang koheren, kapitalisme yang dikendalikan negara.
Reformasi ekonomi yang diperkenalkan Deng Xiaoping pun menjadi dasar China bergabung dalam Organisasi Dagang Internasional (WTO) pada 2001.
Belajar dari kesalahan ekonomi Uni Soviet, China lebih suka menggunakan WTO untuk menjadi pabrik barang-barang konsumsi dunia, memberikan dukungan negara tanpa henti yang membantu perusahaan domestik mendirikan basis manufaktur raksasa, menerapkan kontrol harga, dan mempertahankan kekayaan intelektual.