Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Boris Johnson mengakui pernah menghadiri pesta di kantornya, Downing Street 10, ketika Inggris tengah menerapkan lockdown ketat pada Mei 2020 saat gelombang pandemi Covid-19.
Pengakuan Johnson memicu kecaman dari berbagai pihak, terutama warga dan oposisi hingga tak sedikit orang yang mendesaknya untuk mundur dari kursi PM.
Namun, Johnson tak sendiri, sederet tokoh dan pemimpin dunia di bawah ini juga kepergok melanggar aturan protokol kesehatan Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Presiden Afrika Selatan
Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa pernah melanggar perbatasan sosial saat berfoto selfie dengan dua perempuan yang bertemu dengannya di jalan pada Mei 2020.
"Ayok (berfoto), sebelum kita tertangkap," canda Ramaphosa, dikutip dari AFP. Ramaphosa memang tak ditangkap, tetapi video ini menjadi viral dan memicu kemarahan.
2. Wakil Menteri Kesehatan Paraguay
Wakil Menteri Kesehatan Paraguay, Juan Carlos Portillo, mengundurkan diri saat ia tertangkap kamera sedang berada di sebuah pesta pada Juni 2020, setelah ia memprakarsai pembatasan baru.
3. Petenis Novak Djokovic
Petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic, bisa mendekam di penjara terkait ambisi ingin tampil di turnamen tenis Australia Open 2022.
Djokovic yang diduga belum mendapat vaksinasi Covid-19 mencoba tetap masuk ke negeri Kanguru dengan menggunakan visa dengan syarat tertentu.
Djokovic ketahuan mengisi formulir administrasi kedatangan ke Australia secara keliru. Dalam formulir yang diisi oleh salah seorang timnya itu, Djokovic disebut tidak pernah bepergian dalam 14 hari terakhir sebelum tiba di Negeri Kanguru.
Padahal, Djokovic diketahui sempat pergi ke Spanyol sebelum menuju Melbourne. Kelalaiannya itu menjadikan petenis 34 tahun itu terancam hukuman penjara maksimal 12 bulan mengacu pada aturan Australia soal protokol Covid-19.
Djokovic juga bisa terancam hukuman lima tahun mendekam di balik jeruji besi terkait pemberian informasi palsu di depan pengadilan.
Hal itu merujuk pada ucapannya di depan Pengadilan Federal Australia yang mengaku sempat terpapar Covid pada 16 Desember. Sementara itu, dalam sebuah pernyataan publik, Djokovic mengatakan mengetahui positif Covid pada 17 Desember.
4 tokoh dunia lainnya dapat dibaca di halaman berikutnya >>>
Djokovic sampai PM Inggris, 7 Tokoh Dunia Langgar Prokes Covid-19
Keluarga Kardashian-Jenner (Foto: Jordan Strauss/Invision/AP/Jordan Strauss)
4. Menteri Kesehatan Inggris
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengundurkan diri karena ketahuan melanggar aturan Covid-19. Dalam sebuah video, Hancock terlihat bermesraan dengan kekasihnya di kementerian pada Juni 2020.
5. Keluarga Kerajaan Belanda
Keluarga Kerajaan Belanda meminta maaf pada bulan lalu karena mereka mengundang 21 orang untuk merayakan ulang tahun calon Ratu, Putri Amalia, yang ke-18.
6. Kim Kardashian
Selebritas Kim Kardashian dikecam masyarakat pada Oktober 2020 karena mengadakan pesta di pulau pribadi untuk merayakan ultahnya ke-40. Dalam foto, terlihat banyak orang yang hadir bersuka ria tanpa menggunakan masker.
 Foto: Kenzo TRIBOUILLARD / AFP PM Finlandia, Sanna Marin, meminta maaf setelah kepergok berada di kelab setelah kontak erat dengan pasien Covid-19. (Photo by Kenzo TRIBOUILLARD / AFP) |
7. Perdana Menteri Finlandia
Perdana Menteri Finlandia, Sanna Marin, minta maaf setelah menuai kritik akibat ketahuan berpesta di kelab malam, padahal baru saja kontak dengan salah satu menteri yang teridentifikasi positif Covid-19.
Melalui unggahan panjang di akun Facebook resminya, Marin menjelaskan kronologi hingga ia bisa menghabiskan malam Minggu lalu di salah satu kelab malam di Helsinki, beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri, Pekka Haavisto, terdeteksi terinfeksi corona.
Menurutnya, seorang pejabat mengatakan kepadanya bahwa aturan tak mengharuskan dia isolasi mandiri meski sempat kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona.
8. Perdana Menteri Polandia
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki meminta maaf pada Mei 2020 lalu karena ia terlihat berpose dalam foto resmi bersama staf di sebuah restoran. Padahal, ia mengimbau masyarakat untuk makan di luar hanya saat bersama keluarga dekat.