Rusia-Ukraina Memanas, AS Bersiap Segera Kirim Pasukan

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Jan 2022 08:54 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bakal mengirimkan sedikit pasukannya ke Eropa Timur akibat peningkatan tensi Rusia-Ukraina. Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bakal mengirimkan sedikit pasukannya ke Eropa Timur akibat peningkatan tensi Rusia-Ukraina. (Foto: AFP/Saul Loeb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan bakal mengirimkan sedikit pasukannya ke Eropa Timur dalam waktu dekat. Pengiriman pasukan dilakukan untuk memperkuat keberadaan NATO di wilayah tersebut akibat peningkatan tensi Rusia-Ukraina.

"Saya akan mengirimkan pasukan ke Eropa Timur dan negara NATO dalam waktu dekat. Tidak terlalu banyak," ujar Biden, dikutip dari AFP pada Sabtu (29/1).

Meski Kiev bukan anggota NATO, Washington khawatir permasalahan perbatasan dengan Moskow bakal berdampak ke beberapa negara NATO.


Sekretaris Pers Badan Militer AS Pentagon John Kirby juga mengatakan sekitar 8.500 tentara AS disiagakan untuk dikirim ke Eropa. Upaya ini merupakan bentuk dukungan AS kepada NATO, terutama di wilayah Eropa Timur.

Beberapa negara di kawasan itu merasa terancam dengan tindakan Rusia dan khawatir Moskow akan mengincar mereka.

"Ini merupakan bentuk menenangkan sekutu NATO kami," ujar Kirby dalam konferensi pers Pentagon.

Pekan lalu, Biden sempat memperingatkan serangan Rusia terhadap Ukraina bakal memberikan hasil yang bertolak belakang dari yang diinginkan Kremlin.

"Kami akan benar-benar meningkatkan pasukan kami di Polandia, Rumania, dan lain-lain jika dia (Rusia) benar-benar bergerak," kata Biden.

"Mereka adalah bagian dari NATO," lanjutnya.

Pengiriman pasukan ini dapat meningkatkan keterlibatan AS dalam konflik Rusia-Ukraina, terutama dalam bidang politik dan militer.

Di sisi lain, Moskow terus mengatakan pihaknya tak berupaya menyerang Ukraina. Namun, negara itu menempatkan lebih dari 100 ribu pasukan ke dekat perbatasan Kiev.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan meningkatnya tensi yang terjadi di kawasan tersebut adalah ulah NATO dan AS, bukan Rusia. Sehingga, Rusia juga menuntut negara Barat agar tak mengizinkan Ukraina masuk ke NATO.

"Semua ini terjadi bukan karena kami, Rusia. Ini terjadi karena perbuatan NATO dan AS," tutur Peskov kepada wartawan.

(pwn/chri)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER