Saudi Habiskan Rp214 T Bangun Al Ula, Kota Dihindari Nabi Muhammad

CNN Indonesia
Jumat, 14 Jan 2022 15:11 WIB
Arab Saudi tak tanggung-tanggung menggelontorkan uang ratusan miliar membangun Kota Al Ula menjadi salah satu tujuan wisata. Arab Saudi tak tanggung-tanggung menggelontorkan uang ratusan miliar membangun Kota Al Ula menjadi salah satu tujuan wisata. (Foto: AFP/FAYEZ NURELDINE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi dikabarkan menggelontorkan modal hingga US$15 miliar (Rp214 triliun) untuk mega proyek kota bersejarah Al Ula hingga 2035.

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya Saudi mendifersifikasi ekonomi dengan menggenjot sektor wisata beberapa daerah, termasuk Al Ula. Padahal, Al Ula menjadi salah satu wilayah yang menurut riwayatnya dihindari Nabi Mumammad di masa lalu.

Al Ula dikenal sebagai kawasan yang 'berhantu,' yang beberapa tahun mendatang disulap jadi kawasan wisata.


Banyak masyarakat Saudi yang percaya kawasan itu merupakan tempat jin dan ruh jahat sehingga harus dihindari.

Pembangunan Al Ula akan dibagi menjadi tiga tahap yakni pada 2023, 2030, dan 2035.

Pemerintahan Raja Salman akan menggelontorkan US$2 miliar (Rp28 triliun) sebagai pendanaan awal untuk mengembangkan kawasan Al Ula

CEO Komisi Kerajaan untuk Al Ula (RCU), Amr Almadani, mengatakan dana juga akan mengucur dari kemitraan Saudi dengan pihak swasta yakni sebesar US$3,2 miliar (Rp45) yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur kota di tahap satu pada 2023.

"Kita tak ada masalah dalam mengeksekusi fase satu, termasuk pengembangan bandara, yang sudah selesai," kata Al Madani dikutip Arab News, April lalu.

RCU didirikan Kementerian Keuangan Saudi pada Juli 2017 untuk mengelola perkembangan kota Al Ula.

Proyek itu, katanya, juga akan mulai mengembangkan infrastruktur trem rendah karbon.

"Dan sejauh ini, pengalaman pengunjung kami di situs warisan dan alam sedang ditingkatkan," lanjut Al Madani.

Termasuk 22 kilometer pertama sistem trem rendah karbon dari rencana sepanjang 46 kilometer, pengembangan jaringan energi terbarukan, dan peningkatan sistem pasokan air, dan instalasi pengolahan air limbah.

Al Ula terletak 1.100 kilometer dari Ibu Kota Riyadh. Situs ini terdiri dari 22.561 kilometer persegi padang pasir, pegunungan batu pasir, dan situs warisan budaya kuno, termasuk Hegra, yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Saudi.

Hegra merupakan situs kota kuno yang terletak di kota selatan utama kerajaan Nabatean. Area ini terdiri dari hampir 100 makam dengan fasad rumit yang dipotong menjadi batu pasir.

Tahun lalu, Putra Mahkota MbS, mengumumkan proyek pembangunan Al Ula atau 'Journey Through Time Masterplan' yang diharapkan selesai pada 2035.

Proyek pengembangan itu bertujuan menciptakan 38 ribu lapangan pekerjaan, menarik 2 juta pengunjung per tahun, memperluas populasi daerah menjadi 130 ribu jiwan, dan menyumbang $32 miliar atau Rp458 triliun untuk ekonomi Kerajaan.

"Kami sudah masuk pasar. Kami sudah secara aktif terlibat dengan beberapa perusahaan investasi dan struktur dana agar berpartisipasi mulai hari ini," katanya.

Brand perhotelan internasional seperti Accor/Banyan Tree, dan Habitat mengonfirmasi partisipasi mereka, dan lebih banyak lagi yang akan terlibat dalam proyek itu.

AlMadani mengatakan, mayoritas minat investasi awal berasal dari pemain domestik, tetapi ketika proyek mulai terbentuk, pemain internasional diharapkan bergabung dalam kemitraan dengan pengembang dan investor lokal.

Kingdoms Institute, pusat global Al Ula untuk penelitian arkeologi dan konservasi, sudah melakukan penggalian ekstensif di situs tersebut.

Tim telah menemukan lebih dari 1.000 mustatil yang sebelumnya tidak diketahui. Mustatil, yang dalam bahasa Arab berarti persegi panjang, adalah bangunan berdinding batu kuno besar berusia ribuan tahun.

Penelitian mustatil merupakan prioritas RCU dan proses pengungkapannya saat ini menjadi fokus serial dokumenter Discovery Channel.

Al Madani mengatakan Saudi, harus menyadari potensi lanskap budaya yang menakjubkan dan menunjukkan ke dunia sebagai museum yang hidup.

"Sembari memastikan kami memberi penduduk peluang ekonomi baru dan pengalaman unik para pengunjung, menyatukan semua ini secara terintegrasi sebenarnya merupakan tantangan," katanya.

Proyek itu juga untuk mematahkan stigma bahwa pembangunan harus mengorbankan alam.

"Inilah yang membuat kami bersemangat, untuk mengeluarkan kepada dunia model baru untuk pembangunan berkelanjutan yang menghormati budaya, warisan, dan penduduk negeri ini."



(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER