WHO Yakin Pandemi Covid-19 Bisa Berakhir Tahun Ini dengan Syarat

blq | CNN Indonesia
Selasa, 25 Jan 2022 08:29 WIB
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, optimistis bahwa pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun 2022 jika seluruh negara melakukan sejumlah hal. Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, optimistis bahwa pandemi Covid-19 bisa berakhir tahun 2022 jika seluruh negara melakukan sejumlah hal. (Foto: Fabrice COFFRINI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi Covid-19 kemungkinan dapat berakhir tahun ini.

"Kita dapat mengakhiri Covid-19 sebagai darurat kesehatan global dan kita dapat melakukannya tahun ini," kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada dewan eksekutif organisasinya itu pada Senin (24/1).

Tedros mengatakan untuk mewujudkan hal itu negara-negara perlu berusaha lebih keras memastikan program vaksinasi dan pengobatan berjalan sesuai target.


Selain itu, Tedros juga menegaskan negara-negara tetap harus siaga melacak kemunculan varian baru virus corona dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan taat serta konsisten.

WHO sejak dulu terus mengimbau negara-negara untuk mempercepat distribusi vaksin di sejumlah negara miskin. Setidaknya, kata dia, 70 persen populasi suatu negara harus sudah divaksinasi pertengahan tahun ini.

Tedros mengungkapkan, setengah dari 194 negara anggota WHO belum mencapai 40 persen target vaksinasi di akhir 2021.

Bahkan, 85 persen warga Afrika dilaporkan belum menerima satu pun dosis vaksin Covid-19.

"Kita tidak bisa mengakhiri fase darurat pandemi kecuali kita menjembatani kesenjangan ini," ujarnya.

"Rata-rata pekan lalu, 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik, dan seseorang meninggal karena Covid-19 setiap 12 detik," tuturnya.

Sejak kemunculannya, Covid-19 telah menewaskan lebih dari 5,5 juta orang di akhir 2019. Dengan kemunculan varian baru yakni Omicron, jumlah kasus Covid-19 meningkat hingga mencapai rekor.

Tedros menuturkan 80 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan ke WHO sejak varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan sembilan pekan lalu.

Meski demikian, Tedros mengatakan varian Omicron tidak berbahaya seperti varian sebelumnya terutama varian Delta.

"Kita perlu belajar mengelolanya melalui strategi berkelanjutan dan terpadu untuk penyakit pernapasan akut," katanya.

Meski begitu, Tedros mewanti-wanti agar masyarakat dunia tidak mengasumsikan bahwa Omicron menjadi varian terakhir Covid-19.

"Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk kemunculan lebih banyak varian. Potensi kemunculan varian Covid-19 yang lebih menular dan lebih mematikan tetap sangat nyata," ucap Tedros.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER