Thailand Tahan 19 Nelayan RI yang Tangkap Ikan Ilegal Dekat Phuket

CNN Indonesia
Jumat, 28 Jan 2022 19:38 WIB
Thailand menahan dua kapal nelayan Indonesia beserta 19 krunya karena memasuki perairan negara itu serta menangkap ikan secara ilegal di lepas pantai Phuket. Ilustrasi kapal nelayan. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand menahan dua kapal nelayan Indonesia beserta 19 krunya karena memasuki perairan teritorial negara itu serta menangkap ikan secara ilegal di lepas pantai Phuket, Kamis (28/1).

Kepala Divisi Informasi Pusat Komando Penegakan Maritim Thailand, Pichet Songtan, mengatakan dua kapal nelayan Indonesia yang tertangkap yakni Sinar Makmur 05 yang mengangkut 14 orang, dan KM Bahagia 02 dengan 5 awak.

Mereka, lanjut dia, tertangkap di area 38,5 mil dari perairan Phuket saat kapal patroli Thailand melakukan operasi pada Kamis (28/1) pukul 16.00 waktu setempat.


Bangkok Post melaporkan, dua kapal itu digeledah dan dibawa ke Rassada Pier di Phuket. Para awak kemudian didakwa masuk ke perairan Thailand dan menangkap ikan secara ilegal.

Semua orang dalam kapal itu merupakan warga negara Indonesia, satu orang di antaranya masih berusia 13 tahun.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, untuk meminta konfirmasi dan tindakan pemerintah. Namun, Judha belum merespons.

Penangkapan ini bukan kali pertama. Menurut Picthet, Thailand juga pernah menangkap kapal nelayan Indonesia karena mencari ikan secara ilegal di perairan Bangkok tahun lalu. Para awak kemudian ditahan dan perahu masih tertambat di Rassada Pier.

Pitchet mengatakan, rata-rata setidaknya ada 10 kapal Indonesia yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Thailand setiap tahun.

Mereka sering mencuri perangkap ikan yang dipasang nelayan Thailand. Peralatan itu bernilai puluhan ribu baht atau sekitar belasan hingga puluhan juta rupiah.

(isa/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER