Daftar Pemimpin di Olimpiade Beijing: Putin-MbS Datang, Biden Cs Tidak
CNN Indonesia
Kamis, 03 Feb 2022 14:04 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Tak hanya ajang olahraga, Olimpiade Musim Dingin Beijing dianggap akan jadi arena politik. Kepala pemerintahan negara seperti Rusia datang,tapi ASCs tidak. (AFP/Noel Celis)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak hanya ajang olahraga, Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China, juga dianggap bakal jadi arena pertarungan politik. Kepala pemerintahan sejumlah negara seperti Rusia dan Arab Saudi akan datang, sementara Amerika Serikat dan kawan-kawan tidak.
Hingga saat ini, tercatat 18 negara tidak akan mengirimkan delegasi pemerintahan ke Olimpiade tersebut. Kebanyakan dari mereka memboikot secara diplomatik ajang itu sebagai protes atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah China.
Berdasarkan catatan Reuters, negara-negara tersebut mencakup AS, Inggris, Kanada, Australia, Denmark, Taiwan, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Jepang, Jerman, Swiss, Austria, Slovenia, Swedia, Estonia, Belgia, dan Korea Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Olimpiade di Beijing itu tak akan dihadiri perwakilan resmi Presiden Joe Biden, Perdana Menteri Boris Johnson, PM Justin Trudeau, PM Scott Morrison, PM Mette Frederiksen, dan Presiden Tsai Ing-wen.
Walau tak mengirimkan delegasi pemerintahan, negara-negara itu bakal tetap menerjunkan atlet-atletnya untuk bertarung di Olimpiade Musim Dingin Beijing.
Sementara itu, Korea Utara memang secara resmi tak mengikuti keseluruhan Olimpiade Musim Dingin tahun ini, diduga karena krisis masih melanda negara terisolasi itu.
Meski demikian, pemimpin atau delegasi pemerintahan dari sederet negara lainnya akan tetap menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing yang bakal digelar pada Jumat (4/2). Berikut daftarnya.
Presiden Rusia, Vladimir Putin PM Pakistan, Imran Khan PM Mongolia, Luvsannamsrai Oyun-Erdene Ketua Dewan Nasional Korea Selatan, Park Byeong-Seug
Timur Tengah dan Asia Tengah
Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohamed bin Salman (MbS) Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev Presiden Kyrgyzstan, Sadyr Zhaparov Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedov Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev
Presiden Singapura hingga Sekjen PBB juga akan datang ke Olimpiade Musim Dingin. Baca selengkapnya >>>
Asia Tenggara dan Asia Pasifik
Raja Kamboja, Norodom Sihamoni Presiden Singapura, Halimah Yacob Putri Thailand, Maha Chakri Sirindhorn PM Papua Nugini, James Marape
Eropa
Grand Duke Luksemburg, Pangeran Albert II Presiden Argentina, Alberto Fernandez Presiden Ekuador, Guillermo Lasso Mendoza Presiden Serbia, Aleksandar Vucic Wakil PM Italia, Valentina Vezzali
Organisasi Internasional
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres Presiden Majelis Umum PBB, Abdulla Shahid Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Poroperti Intelijen Dunia, Daren Tang Presiden New Development Bank, Marcos Troyjo
Tak hanya ajang olahraga, Olimpiade Musim Dingin di Beijing, China, juga dianggap bakal jadi arena pertarungan politik. Kepala pemerintahan sejumlah negara seperti Rusia dan Arab Saudi akan datang, sementara Amerika Serikat dan kawan-kawan tidak.
Hingga saat ini, tercatat 18 negara tidak akan mengirimkan delegasi pemerintahan ke Olimpiade tersebut. Kebanyakan dari mereka memboikot secara diplomatik ajang itu sebagai protes atas pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah China.
Berdasarkan catatan Reuters, negara-negara tersebut mencakup AS, Inggris, Kanada, Australia, Denmark, Taiwan, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Jepang, Jerman, Swiss, Austria, Slovenia, Swedia, Estonia, Belgia, dan Korea Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Olimpiade di Beijing itu tak akan dihadiri perwakilan resmi Presiden Joe Biden, Perdana Menteri Boris Johnson, PM Justin Trudeau, PM Scott Morrison, PM Mette Frederiksen, dan Presiden Tsai Ing-wen.
Walau tak mengirimkan delegasi pemerintahan, negara-negara itu bakal tetap menerjunkan atlet-atletnya untuk bertarung di Olimpiade Musim Dingin Beijing.
Sementara itu, Korea Utara memang secara resmi tak mengikuti keseluruhan Olimpiade Musim Dingin tahun ini, diduga karena krisis masih melanda negara terisolasi itu.
Meski demikian, pemimpin atau delegasi pemerintahan dari sederet negara lainnya akan tetap menghadiri pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing yang bakal digelar pada Jumat (4/2). Berikut daftarnya.
Presiden Rusia, Vladimir Putin PM Pakistan, Imran Khan PM Mongolia, Luvsannamsrai Oyun-Erdene Ketua Dewan Nasional Korea Selatan, Park Byeong-Seug
Timur Tengah dan Asia Tengah
Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi Putra Mahkota Arab Saudi, Mohamed bin Salman (MbS) Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev Presiden Kyrgyzstan, Sadyr Zhaparov Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon Presiden Turkmenistan, Gurbanguly Berdimuhamedov Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev
Presiden Singapura hingga Sekjen PBB juga akan datang ke Olimpiade Musim Dingin. Baca selengkapnya >>>
Presiden Singapura hingga Sekjen PBB Juga Hadir Olimpiade Beijing
Tak hanya ajang olahraga, Olimpiade Musim Dingin Beijing dianggap akan jadi arena politik. Kepala pemerintahan negara seperti Rusia datang, tapi AS Cs tidak. (AFP/Noel Celis)
Asia Tenggara dan Asia Pasifik
Raja Kamboja, Norodom Sihamoni Presiden Singapura, Halimah Yacob Putri Thailand, Maha Chakri Sirindhorn PM Papua Nugini, James Marape
Eropa
Grand Duke Luksemburg, Pangeran Albert II Presiden Argentina, Alberto Fernandez Presiden Ekuador, Guillermo Lasso Mendoza Presiden Serbia, Aleksandar Vucic Wakil PM Italia, Valentina Vezzali
Organisasi Internasional
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres Presiden Majelis Umum PBB, Abdulla Shahid Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Poroperti Intelijen Dunia, Daren Tang Presiden New Development Bank, Marcos Troyjo