Jika Rusia Invasi Ukraina, Mungkinkah Perang Dunia III?
CNN Indonesia
Sabtu, 19 Feb 2022 08:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Rusia gelar latihan militer besar-besaran di perbatasan dekat Ukraina. (REUTERS/SERGEY PIVOVAROV)
Jakarta, CNN Indonesia --
Konflik Ukraina dan Rusia yang tak kunjung reda membuat sejumlah pihak khawatir akan potensi Perang Dunia III pecah.
Krisis itu bermula saat Rusia mengerahkan ratusan ribu pasukan dan peralatan tempur ke wilayah perbatasan. Amerika Serikat menuding mereka akan invasi, tapi Moskow membantah.
Rusia balik menuding AS memanfaatkan kondisi untuk mengendalikan kawasan. Selain itu, mereka menyebut NATO yang harus bertanggung jawab atas krisis ini karena terus menambah pasukan di Eropa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat konflik itu, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Muhammadiyah Riau, Fahmi Salsabila, menilai ada kemungkinan terjadi Perang Dunia III karena perbedaan kepentingan NATO- Amerika Serikat dan Moskow.
"Menurut saya bisa (PD III), karena persilangan kepentingan Rusia dan Blok Barat yakni NATO dan AS," kata Fahmi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/2).
Sebelumnya, tiga negara ini memang mengirim sejumlah personel ke Ukraina untuk melatih militer Kiev.
Lebih lanjut Fahmi bercerita, sementara Rusia tak sendirian. Ada sejumlah negara-negara eks Uni Soviet yang mendukung Rusia dan China.
China diketahui menjadi rival Amerika Serikat dalam percaturan politik dunia.
"Perang dunia dikhawatirkan terjadi karena negara-negara ini adalah negara besar yang memiliki armada perang dan persenjataan besar juga memiliki senjata Nuklir," jelas Fahmi lagi.
Dukungan China terhadap Rusia tertuang dalam dokumen strategis jangka panjang, katanya. Dalam dokumen tersebut, kedua negara ini mengecam peran destabilisasi Washington dalam keamanan global.
Kemungkinan kecil terjadi Perang Dunia III, lanjut baca di halaman berikutnya...
Berbeda dengan Fahmi, pengamat Hubungan Internasional dari Unversitas Padjajaran, Teuku Reazasyah mengatakan kecil kemungkinan PD III meletus.
"Saat ini Rusia sadar. Tak ada gunanya masuk pusaran konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan China," kata Rezasyah.
Menurutnya, Rusia juga tak akan ingkar janji untuk menyerang dan mulai provokasi.
Selain itu, ada sejumlah alasan yang menjauhkan konflik Ukraina-Rusia berubah jadi perang yang lebih meluas.
"Menguatnya kepemimpinan diplomatik, militer, ekonomi, dan Iptek Rusia di berbagai belahan bumi, serta menguatnya hubungan Rusia-China, akan menjauhkan dunia dari Perang Dunia III," tutur Rezasyah.
Alasan lain, ia menilai Rusia sangat percaya diri usai berhasil membatalkan niat Ukraina bergabung dengan NATO.
Moskow juga yakin, tak ada negara manapun yang berani mengusik seluruh perbatasan negara itu.
Adapun alasan berikutnya, Rusia yakin di masa mendatang tidak akan ada pihak asing yang mempertanyakan hak Moskow dalam meningkatkan pengawasan di perbatasan yang dimilikinya.
Rezasyah menilai dunia sudah mengetahui tidak ada gunanya mengusik Rusia yang sedang sangat percaya diri.
Jakarta, CNN Indonesia --
Konflik Ukraina dan Rusia yang tak kunjung reda membuat sejumlah pihak khawatir akan potensi Perang Dunia III pecah.
Krisis itu bermula saat Rusia mengerahkan ratusan ribu pasukan dan peralatan tempur ke wilayah perbatasan. Amerika Serikat menuding mereka akan invasi, tapi Moskow membantah.
Rusia balik menuding AS memanfaatkan kondisi untuk mengendalikan kawasan. Selain itu, mereka menyebut NATO yang harus bertanggung jawab atas krisis ini karena terus menambah pasukan di Eropa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat konflik itu, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Muhammadiyah Riau, Fahmi Salsabila, menilai ada kemungkinan terjadi Perang Dunia III karena perbedaan kepentingan NATO- Amerika Serikat dan Moskow.
"Menurut saya bisa (PD III), karena persilangan kepentingan Rusia dan Blok Barat yakni NATO dan AS," kata Fahmi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/2).
Sebelumnya, tiga negara ini memang mengirim sejumlah personel ke Ukraina untuk melatih militer Kiev.
Lebih lanjut Fahmi bercerita, sementara Rusia tak sendirian. Ada sejumlah negara-negara eks Uni Soviet yang mendukung Rusia dan China.
China diketahui menjadi rival Amerika Serikat dalam percaturan politik dunia.
"Perang dunia dikhawatirkan terjadi karena negara-negara ini adalah negara besar yang memiliki armada perang dan persenjataan besar juga memiliki senjata Nuklir," jelas Fahmi lagi.
Dukungan China terhadap Rusia tertuang dalam dokumen strategis jangka panjang, katanya. Dalam dokumen tersebut, kedua negara ini mengecam peran destabilisasi Washington dalam keamanan global.
Kemungkinan kecil terjadi Perang Dunia III, lanjut baca di halaman berikutnya...
Kemungkinan Kecil Perang Dunia III dan Alasannya
Tank-tank Rusia ditarik mundur dari perbatasan dekat Ukraina. (AP/)
Berbeda dengan Fahmi, pengamat Hubungan Internasional dari Unversitas Padjajaran, Teuku Reazasyah mengatakan kecil kemungkinan PD III meletus.
"Saat ini Rusia sadar. Tak ada gunanya masuk pusaran konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan China," kata Rezasyah.
Menurutnya, Rusia juga tak akan ingkar janji untuk menyerang dan mulai provokasi.
Selain itu, ada sejumlah alasan yang menjauhkan konflik Ukraina-Rusia berubah jadi perang yang lebih meluas.
"Menguatnya kepemimpinan diplomatik, militer, ekonomi, dan Iptek Rusia di berbagai belahan bumi, serta menguatnya hubungan Rusia-China, akan menjauhkan dunia dari Perang Dunia III," tutur Rezasyah.
Alasan lain, ia menilai Rusia sangat percaya diri usai berhasil membatalkan niat Ukraina bergabung dengan NATO.
Moskow juga yakin, tak ada negara manapun yang berani mengusik seluruh perbatasan negara itu.
Adapun alasan berikutnya, Rusia yakin di masa mendatang tidak akan ada pihak asing yang mempertanyakan hak Moskow dalam meningkatkan pengawasan di perbatasan yang dimilikinya.
Rezasyah menilai dunia sudah mengetahui tidak ada gunanya mengusik Rusia yang sedang sangat percaya diri.