Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, mantan penasihat senior Menteri Pertahanan di era Trump, Douglas Macgregor, membeberkan pandangan dia soal Zelensky.
"Saya pikir Zelensky adalah boneka dan dia menempatkan sejumlah besar populasinya dalam risiko yang tidak perlu," ungkap Macgregor seperti dikutip MSN News, pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai perang bisa berakhir lebih cepat, jika Zelensky menuruti keinginan Rusia untuk menjadi Ukraina yang netral.
"Lima hari pertama terus terang, saya pikir pasukan Rusia terlalu lembek. (Tapi) mereka sekarang sudah memperbaikinya. Jadi, saya akan mengatakan sepuluh hari lagi (perang) ini harus benar-benar berakhir," kata dia.
Macgregor juga pernah ditugaskan menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Jerman pada 2020 lalu. Ia hanya tertawa saat ditanya presenter terkait sikap Zelensky yang dianggap pahlawan oleh banyak orang.
Hal tersebut, sambung dia, akan menciptakan Ukraina sebagai negara penyangga yang diinginkan kedua belah pihak.
Namun, di mata mantan perwira militer itu, Zelensky diberitahu pihak-pihak tertentu agar tetap bertahan menghadapi serangan Rusia. Hal yang tragis bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Pernyataan Macgregor menuai kecaman dari politikus Partai Republik, baca di halaman berikutnya...
Pernyataan Macgregor dikecam politikus partai Republik lain, Liz Cheney. Ia disebut menjadi salah satu kritikus Trump.
"(Macgregor mengatakan pasukan Rusia) terlalu lembut dan tidak melihat sesuatu yang heroik tentang Zelensky, ini adalah pendukung(Presiden Rusia) Vladimir Putin dari Partai Republik," kata dia di Twitter.
Penilaian Macgregor juga ditolak oleh koresponden Fox News Jennifer Griffin. Ia mengatakan komentar laki-laki itu memutarbalikkan fakta.
"Jenis pembicaraan yang menenangkan Kolonel Macgregor, yang seharusnya tahu lebih baik. Dia adalah orang yang menasihati Trump untuk menarik semua pasukan keluar dari Jerman," katanya.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business, mantan penasihat senior Menteri Pertahanan di era Trump, Douglas Macgregor, membeberkan pandangan dia soal Zelensky.
"Saya pikir Zelensky adalah boneka dan dia menempatkan sejumlah besar populasinya dalam risiko yang tidak perlu," ungkap Macgregor seperti dikutip MSN News, pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai perang bisa berakhir lebih cepat, jika Zelensky menuruti keinginan Rusia untuk menjadi Ukraina yang netral.
"Lima hari pertama terus terang, saya pikir pasukan Rusia terlalu lembek. (Tapi) mereka sekarang sudah memperbaikinya. Jadi, saya akan mengatakan sepuluh hari lagi (perang) ini harus benar-benar berakhir," kata dia.
Macgregor juga pernah ditugaskan menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Jerman pada 2020 lalu. Ia hanya tertawa saat ditanya presenter terkait sikap Zelensky yang dianggap pahlawan oleh banyak orang.
Hal tersebut, sambung dia, akan menciptakan Ukraina sebagai negara penyangga yang diinginkan kedua belah pihak.
Namun, di mata mantan perwira militer itu, Zelensky diberitahu pihak-pihak tertentu agar tetap bertahan menghadapi serangan Rusia. Hal yang tragis bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Pernyataan Macgregor menuai kecaman dari politikus Partai Republik, baca di halaman berikutnya...
Politikus Republik Kecam Eks Anak Buah Trump
Tank-tank Rusia serbu Ukraina. (REUTERS/ALEXANDER ERMOCHENKO)
Pernyataan Macgregor dikecam politikus partai Republik lain, Liz Cheney. Ia disebut menjadi salah satu kritikus Trump.
"(Macgregor mengatakan pasukan Rusia) terlalu lembut dan tidak melihat sesuatu yang heroik tentang Zelensky, ini adalah pendukung(Presiden Rusia) Vladimir Putin dari Partai Republik," kata dia di Twitter.
Penilaian Macgregor juga ditolak oleh koresponden Fox News Jennifer Griffin. Ia mengatakan komentar laki-laki itu memutarbalikkan fakta.
"Jenis pembicaraan yang menenangkan Kolonel Macgregor, yang seharusnya tahu lebih baik. Dia adalah orang yang menasihati Trump untuk menarik semua pasukan keluar dari Jerman," katanya.