Kala Milisi Houthi Teror F1 Jeddah dan Balasan Bom-bom Saudi ke Yaman

CNN Indonesia
Senin, 28 Mar 2022 04:37 WIB
Gelaran rangkaian balap Formula 1 di Jeddah, Arab Saudi, sempat terkendala lantaran ancaman serangan kelompok milisi Houthi asal Yaman akhir pekan lalu. Jeddah Corniche Circuit merupakan tuan rumah gelaran balap Formula 1 Arab Saudi. (REUTERS/AHMED YOSRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelaran rangkaian balap Formula 1 di Jeddah, Arab Saudi, sempat terkendala lantaran ancaman serangan kelompok milisi Houthi asal Yaman akhir pekan lalu.

Balapan F1 GP Arab Saudi di Sirkuit Jeddah Corniche, Jeddah, itu pun berlangsung sesuai rencana Minggu (27/3) meski ada serangan milisi Houthi di dekat area sirkuit.

Seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (26/3), Direktur Eksekutif F1, Stefano Domenicali, memastikan para pembalap dan timnya kembali ke sirkuit setelah Kerajaan Arab Saudi memberi jaminan keselamatan seutuhnya selama gelaran balap jet darat tersebut.

"Kami sudah menerima jaminan total bahwa keselamatan negara ini adalah yang utama. Pejabat Arab Saudi bersama keluarga mereka juga berada di trek, jadi mereka menerapkan sistem keamanan di area ini, kota ini, dan tempat-tempat di mana kami akan pergi," ucap Domenicali.

Di satu sisi, pada Jumat (25/3), tim-tim balap F1 menyebut mereka sebetulnya 'tak santai' setelah apa yang terjadi di dekat area sirkuit. Salah satunya diungkap prinsipl tim Ferrari Mattia Binotto.

"Para pembalap tak 100 persen happy [atau] full rileks," kata Binotto, "MEreka masih memikrkan namun mereka mendengarkan jaminan dan mereka mengerti pentingnya untuk tetap di sini dan mencoba tetap membalap."

Wawancara-wawancara media yang sudah dijadwalkan digelar pada Jumat lalu pun dibatalkan. Asosiasi Pembalap Grand Prix bahkan sampai mengeluarkan pernyataan itu sebuah, "hari yang sulit bagi Formula 1 dan sebuah hari yang menegangkan bagi kami pembalap Formula 1."

"Mungkin sulit untuk memahami jika Anda belum pernah mengendarai mobil F1 di trek Jeddah yang cepat dan menantang ini, tetapi melihat asap dari insiden [serangan Houthi] itu. Sulit untuk tetap menjadi pembalap yang fokus sepenuhnya dan menghapus kekhawatiran manusia," demikian pernyataan mereka.

Namun, mereka akhirnya setuju untuk tetap membalap setelah mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan yang ditingkatkan oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Serangan yang dilakukan milisi Houthi itu menyasar fasilitas minyak,minyak Saudi Aramco di Jeddah pada Jumat (25/3) sore waktu setempat. Serangan tersebut membuat kebakaran di dua tangki penyimpanan minyak yang tak jauh dari area sirkuit F1 di Jeddah.

Akhirnya, balapan pun terlaksana di mana pebalap Red Bull, Max Verstappen, menjadi pemenang. Pemuda asal Belanda itu diikuti duo pembalap Ferrari di urutan dua dan tiga: Charles Lerclec dan Carlos Sainz.

Red Bull driver Max Verstappen of the Netherlands, left, greets Spain's Carlos Sainz Jr. of Ferrari as he celebrates after becoming F1 drivers world champion after winning the Formula One Abu Dhabi Grand Prix in Abu Dhabi, United Arab Emirates, Sunday, Dec. 12. 2021. (AP Photo/Kamran Jebreili, Pool)Pembalap Red Bull Max Verstappen bersalaman dengan pembalap Ferrari Carlos Sainz Jr. (AP/Kamran Jebreili)

Serangan Balasan Saudi ke Basis Houthi di Yaman

Demi menjamin keamanan bagi gelaran FI, Arab Saudi pun melancarkan serangan balasan ke basis milisi Houthi di Yaman pada Sabtu lalu. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menyatakan setidaknya tiga tewas dalam operasi serangan udara ke perahu bersenjata dan berbahan peledak.

Empat perahu laden dengan bahan peledak itu dihancurkan di Salif, sebuah pelabuhan Laut Merah di Jeddah, sehari setelah milisi Houthi dari Yaman menyerang fasilitas minyak dekat sirkuit F1 pada hari latihan, Jumat lalu

Serangan udara juga dilancarkan ke dua kota Yaman yakni Sanaa dan Hodeida sepanjang malam itu.

Akhirnya, Milisi Houthi mengumumkan gencatan senjata tiga hari dengan koalisi Arab Saudi sejak Sabtu lalu. Hal itu diumumkan pemimpin politik milisi tersebut, Mahdi al-Mashat.

"Dan kami siap untuk mengubah deklarasi ini menjadi final dan komitmen permanen jika Arab Saudi berkomitmen menghakhiri penaklukan dan setop operasi di Yaman secara keseluruhan," kata dia seperti dilansir dari Reuters, Minggu (27/3).

Sementara itu Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan yang dilakukan milisi Houthi di Jeddah, juga serangan koalisi Saudi di Yaman.

"Semua pihak harus menahan diri secara maksimal dan segera mencapai penyelesaian yang dirundingkan untuk mengakhiri konflik," kata Guterres, Sabtu lalu.

Sebagai informasi, konflik milisi Houthi dan koalisi Saudi telah berumur setidaknya tujuh tahun. Itu dilakukan setelah milisi Houthi yang disokong Iran merebut Sanaa pada 2014, kemudian koalisi Saudi mengintervensi untuk mendukung pemerintah Yaman menekan kelompok itu.

(AFP, Reuters/kid)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER