Trump Minta Putin Bongkar Informasi untuk Serang Biden

CNN Indonesia
Rabu, 30 Mar 2022 08:03 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden Rusia, Vladimir Putin, membongkar informasi keluarga Presiden AS Joe Biden. Mantan Presiden AS, Donald Trump (kanan), minta Presiden Rusia, Vladimir Putin, bongkar informasi soal keluarga Biden. (AFP PHOTO / SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Presiden Rusia, Vladimir Putin, membongkar informasi keluarga Presiden AS Joe Biden.

Informasi itu dipercaya bisa menjadi serangan untuk memojokkan keluarga Biden terkait invasi Rusia di Ukraina.

Mengutip dari CNN, Putin secara terang-terangan meminta kepada musuh utama AS itu dalam wawancara dengan JustTheNews, Selasa (29/3).

CNN pun melansir bahwa ini contoh terbaru kesediaan Trump meminta dan menerima bantuan dukungan politik dalam negeri dari kekuatan asing yang kini dimusuhi AS. Permintaan itu bahkan ditujukan kepada Putin yang saat ini memimpin agresi berdarah di Ukraina.

Trump mendorong klaim yang tidak terbukti tentang transaksi bisnis putra Joe Biden, Hunter Biden, di Rusia. Ia meminta Putin merilis informasi apapun yang mungkin dimiliki orang nomor satu di Tusia itu tentang situasi tersebut. Namun, belum jelas apakah terdapat materi atau memang Kremlin memiliki akses ke arah itu.

"Saya pikir Putin akan tahu jawabannya. Dia harus merilisnya. Saya pikir kita harus tahu jawaban itu," ujar Trump kepada JustTheNews, seperti dikutip dari CNN.

Memang benar Hunter Biden pernah mendapat bayaran mahal untuk pekerjaan konsultasi di Ukraina dan China ketika sang ayah menjabat sebagai wakil presiden AS.

Departemen Kehakiman juga tengah melakukan penyelidikan atas transaksi tersebut terkait kemungkinan kejahatan transaksi keuangan.

Meski demikian, tak ada bukti kuat yang mendukung klaim Trump bahwa keluarga Biden terlibat korupsi atau mempengaruhi kebijakan AS demi keuntungan pribadi. Sang Presiden juga tak terbukti terlibat dalam penyelidikan.

Hunter Biden juga telah membantah tuduhan itu dan yakin tak bersalah ketika penyelidikan selesai.

Trump pernah meminta kepada Putin secara terbuka kepada Putin pada Juli 2016 untuk meretas surel Hillary Clinton.

"Rusia, jika kalian mendengarkan," demikian pernyataan Trump saat itu.



(bac/bac)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER