Benarkah Dukungan Warga RI ke Palestina Tak Lagi Gereget?
CNN Indonesia
Rabu, 20 Apr 2022 07:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jet tempur Israel kembali gempur jalur Gaza Palestina. (AP/Yousef Masoud)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bentrok polisi Israel dengan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (15/4) kembali meramaikan linimasa pemberitaan luar dan dalam negeri.
Begitu pula serangan jet tempur Israel ke jalur Gaza Palestina, kembali meramaikan pemberitaan. Ketegangan antara Israel dan Palestina seolah kembali memanas selama Ramadan 2022 ini.
Namun, ramai isu itu seperti tak begitu mencolok dengan kuatnya dukungan warga Indonesia baik secara langsung maupun di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya di media sosial, tak lagi muncul trending bagi pengguna Twitter yang bertahan lama. Tak tampak pula aksi demonstrasi besar-besaran di Indonesia mengutuk serangan Israel belakangan ini.
Begitu pula bagi sejumlah politikus dalam negeri, konflik Israel-Palestina tak lagi jadi panggung utama mereka belakangan ini.
Pertanyaan yang kini mencuat, benarkan dukungan warga Indonesia tak laga sekuat sebelumnya untuk membela Palestina dari serangan Israel?
Sejumlah pengamat hubungan internasional di Indonesia punya beberapa pandangan atas pertanyaan tersebut.
Profesor Kajian Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, ramai atau tidaknya pembahasan warga Indonesia terkait serangan Israel ke Palestina tak lantas bisa dijadikan indikasi seberapa kuat dukungan dari warga RI.
"Memang kesadaran berkaitan pembelaan Palestina lebih banyak digaungkan oleh umat Islam melalui forum-forum keagamaan, tetapi kurang dibicarakan di level yang lebih luas, kecuali ada isu-isu yang sangat genting seperti pengeboman Israel ke Gaza tahun lalu," ujar Yon saat diwawancara CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
Selain itu, Yon menekankan bahwa isu Palestina banyak ditarik sebagai isu agama. Padahal menurutnya, isu tersebut adalah masalah kemanusiaan.
Ini menjadi salah satu alasan warga Ri tak terlalu fokus akan masalah Palestina.
"Karena isu Palestina banyak yang ditarik sebagai isu agama. Jadi seakan-akan bahwa masalah Palestina hanya khusus untuk umat Islam," tuturnya.
"Makanya perlu dipahamkan bahwa masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan yang menyangkut hak sebuah bangsa untuk merdeka dan mengatur nasibnya sendiri sehingga bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain," lanjutnya.
Apakah dukungan warga Indonesia untuk Palestina masih kuat? Baca di halaman berikutnya...
Sementara itu, Dosen Politik Timur Tengah dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Achmad Ubaedillah, menilai warga RI masih fokus membela Palestina.
"Mungkin bukan tidak terlalu fokus. Tapi tidak seragam dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Buktinya (Majelis Ulama Indonesia) MUI dan beberapa ormas masih setia mendukung dan membantu perjuangan Palestina. Sementara ormas Islam lainnya masih mendukung dengan cara yang beda," tutur Ubaedillah saat ditanya CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
Menurut Ubaedillah, masyarakat memiliki cara yang berbeda untuk mendukung Palestina.
"Ada yang mendukung dengan menyuarakan kecaman terhadap tindakan Israel, ada juga yang mendukung dengan memberikan donasi dan membangun rumah sakit," ujarnya lagi.
Meski demikian, Ubaedillah berpendapat bahwa konflik Palestina masih dianggap sebagai konflik agama bagi masyarakat Indonesia, senada dengan Yon.
"Dalam konteks warga Indonesia, secara umum ketidakfokusan tersebut bisa jadi karena kasus Palestina masih dianggap kasus agama, konflik agama, bukan kasus penjajahan atas kelompok yang lain," katanya.
Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fahmi Salsabila, mengaku memang tidak semua masyarakat tidak fokus ke sana.
"Namun jika ada insiden bentrokan, apalagi invasi Israel ke Palestina, sebagian masyarakat Indonesia membuat aksi solidaritas terhadap Palestina," tutur Fahmi ketika ditanya CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
Fahmi menilai konflik Israel-Palestina sudah lama terjadi, dan bisa jadi tertutup dengan setumpuk masalah lain di masyarakat. Meski demikian, warga RI masih membela Palestina lewat aksi solidaritas dan donasi.
"Presiden Jokowi juga tegas mengatakan dalam janji kampanyenya bahwa tetap mendukung berdirinya negara Palestina yang berdampingan damai dengan Israel, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945," katanya lagi.
Dari pendapat sejumlah pengamat itu, respons warga Indonesia baik di media sosial maupun secara langsung yang tak seramai sebelumnya untuk membela Palestina dari serangan Israel tak berarti dukungan berkurang pula.
Secara umum tiga pengamay menilai bahwa warga Indonesia masih memberikan dukungan kuat kepada Palestina dari serangan Israel.
Jakarta, CNN Indonesia --
Bentrok polisi Israel dengan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (15/4) kembali meramaikan linimasa pemberitaan luar dan dalam negeri.
Begitu pula serangan jet tempur Israel ke jalur Gaza Palestina, kembali meramaikan pemberitaan. Ketegangan antara Israel dan Palestina seolah kembali memanas selama Ramadan 2022 ini.
Namun, ramai isu itu seperti tak begitu mencolok dengan kuatnya dukungan warga Indonesia baik secara langsung maupun di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya di media sosial, tak lagi muncul trending bagi pengguna Twitter yang bertahan lama. Tak tampak pula aksi demonstrasi besar-besaran di Indonesia mengutuk serangan Israel belakangan ini.
Begitu pula bagi sejumlah politikus dalam negeri, konflik Israel-Palestina tak lagi jadi panggung utama mereka belakangan ini.
Pertanyaan yang kini mencuat, benarkan dukungan warga Indonesia tak laga sekuat sebelumnya untuk membela Palestina dari serangan Israel?
Sejumlah pengamat hubungan internasional di Indonesia punya beberapa pandangan atas pertanyaan tersebut.
Profesor Kajian Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, ramai atau tidaknya pembahasan warga Indonesia terkait serangan Israel ke Palestina tak lantas bisa dijadikan indikasi seberapa kuat dukungan dari warga RI.
"Memang kesadaran berkaitan pembelaan Palestina lebih banyak digaungkan oleh umat Islam melalui forum-forum keagamaan, tetapi kurang dibicarakan di level yang lebih luas, kecuali ada isu-isu yang sangat genting seperti pengeboman Israel ke Gaza tahun lalu," ujar Yon saat diwawancara CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
Selain itu, Yon menekankan bahwa isu Palestina banyak ditarik sebagai isu agama. Padahal menurutnya, isu tersebut adalah masalah kemanusiaan.
Ini menjadi salah satu alasan warga Ri tak terlalu fokus akan masalah Palestina.
"Karena isu Palestina banyak yang ditarik sebagai isu agama. Jadi seakan-akan bahwa masalah Palestina hanya khusus untuk umat Islam," tuturnya.
"Makanya perlu dipahamkan bahwa masalah Palestina adalah masalah kemanusiaan yang menyangkut hak sebuah bangsa untuk merdeka dan mengatur nasibnya sendiri sehingga bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain," lanjutnya.
Apakah dukungan warga Indonesia untuk Palestina masih kuat? Baca di halaman berikutnya...
Bentrok antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa. (REUTERS/AMMAR AWAD)
Sementara itu, Dosen Politik Timur Tengah dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Achmad Ubaedillah, menilai warga RI masih fokus membela Palestina.
"Mungkin bukan tidak terlalu fokus. Tapi tidak seragam dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Buktinya (Majelis Ulama Indonesia) MUI dan beberapa ormas masih setia mendukung dan membantu perjuangan Palestina. Sementara ormas Islam lainnya masih mendukung dengan cara yang beda," tutur Ubaedillah saat ditanya CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
Menurut Ubaedillah, masyarakat memiliki cara yang berbeda untuk mendukung Palestina.
"Ada yang mendukung dengan menyuarakan kecaman terhadap tindakan Israel, ada juga yang mendukung dengan memberikan donasi dan membangun rumah sakit," ujarnya lagi.
Meski demikian, Ubaedillah berpendapat bahwa konflik Palestina masih dianggap sebagai konflik agama bagi masyarakat Indonesia, senada dengan Yon.
"Dalam konteks warga Indonesia, secara umum ketidakfokusan tersebut bisa jadi karena kasus Palestina masih dianggap kasus agama, konflik agama, bukan kasus penjajahan atas kelompok yang lain," katanya.
Sementara itu, pengamat Timur Tengah dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Fahmi Salsabila, mengaku memang tidak semua masyarakat tidak fokus ke sana.
"Namun jika ada insiden bentrokan, apalagi invasi Israel ke Palestina, sebagian masyarakat Indonesia membuat aksi solidaritas terhadap Palestina," tutur Fahmi ketika ditanya CNNIndonesia.com, Selasa (19/4).
Fahmi menilai konflik Israel-Palestina sudah lama terjadi, dan bisa jadi tertutup dengan setumpuk masalah lain di masyarakat. Meski demikian, warga RI masih membela Palestina lewat aksi solidaritas dan donasi.
"Presiden Jokowi juga tegas mengatakan dalam janji kampanyenya bahwa tetap mendukung berdirinya negara Palestina yang berdampingan damai dengan Israel, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945," katanya lagi.
Dari pendapat sejumlah pengamat itu, respons warga Indonesia baik di media sosial maupun secara langsung yang tak seramai sebelumnya untuk membela Palestina dari serangan Israel tak berarti dukungan berkurang pula.
Secara umum tiga pengamay menilai bahwa warga Indonesia masih memberikan dukungan kuat kepada Palestina dari serangan Israel.