Intelijen Awasi Kemungkinan Intervensi China di Pemilu Australia

Tim | CNN Indonesia
Minggu, 01 Mei 2022 17:34 WIB
Badan intelijen Australia sedang memantau kemungkinan campur tangan China dalam Pemilu negara itu pada Mei mendatang. Badan intelijen Australia sedang memantau kemungkinan campur tangan China dalam Pemilu negara itu pada Mei mendatang. Foto: (AP/Rod McGuirk)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan intelijen Australia disebut sedang memantau kemungkinan campur tangan China dalam Pemilu di Negeri Kanguru pada Mei mendatang.

Menteri Keuangan Australia Simon Birmingham mengatakan pihaknya menyadari soal dampak intervensi asing dalam Pemilu.

"Itulah alasan kami selaku pemerintah menaruh aturan campur tangan asing sebagai bagian dari perlindungan berbeda yang kami terapkan di Australia atas tanggapan sikap China," kata Birmingham kepada Sky News pada Minggu (1/5) yang dikutip Canberra Weekly.


Namun, Birmingham tak banyak berkomentar ketika ditanya lebih lanjut soal bentuk intervensi China. Ia hanya mengatakan itu urusan intelijen.

"Itu akan menjadi urusan analis intelijen kami dan yang lain, yang tidak diragukan lagi akan memantau masalah ini dengan sangat cermat," selorohnya.

Menurutnya, pemerintah Australia melihat permusuhan yang sangat besar mengenai komentar dari China dan corong mereka di Beijing terhadap pemerintah ini.

"Kami akan bertarung dalam Pemilu ini pada kebijakan yang penting bagi Australia," kata Birmingham.

Pernyataan Birmingham menjustifikasi komentar Menteri Dalam Negeri Andrew Karen usai Beijing menandatangani kesepakatan keamanan dengan Kepulauan Solomon.

Ketika itu, ia mempertanyakan sikap Beijing saat mengumumkan kesepakatan tersebut jelang Pemilu Australia pada 21 Mei mendatang.

"Beijing jelas sangat sadar, kami sedang dalam kampanye pemilihan federal di sini, saat ini. Kami bicara soal intervensi politik dan itu punya beragam bentuk," ucap dia.

Mengenai kesepakatan keamanan itu, Australia khawatir China akan membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon, yang berjarak kurang dari 2.000 km dari pantai Australia.

(isa/chri)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER