Ukraina Sebut Pasukan Rusia Ledakkan 3 Jembatan Cegah Serangan Balik

CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mei 2022 18:59 WIB
Ukraina mengklaim pasukan Rusia meledakkan jembatan untuk memperlambat serangan balasan Ukraina di timur laut. Jembatan hancur akibat gempuran Rusia di dekat kota Kyiv, Ukraina. (REUTERS/MAKSIM LEVIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ukraina mengklaim pasukan Rusia meledakkan jembatan untuk memperlambat serangan balasan Ukraina di timur laut.

Dalam laporan operasional terbaru, Staf Umum Ukraina mengatakan Rusia meledakkan tiga jembatan di daerah Tsyrkuny dan Rusky Tyshky di sebelah timur Kharkiv pada Sabtu (7/5).

Dalam dua minggu terakhir, pasukan Ukraina telah merebut kembali sejumlah desa di utara dan timur Kharkiv. Kondisi itu membuat Rusia lebih sulit untuk menggunakan artileri melawan kota serta mengancam akan melarang jalur pasokan Rusia untuk pasukan yang bertempur di Donetsk dan Luhansk.


CNN memberitakan, Staf Umum juga mengatakan bahwa ada beberapa tindakan ofensif oleh pasukan Rusia untuk hari kedua berturut-turut tetapi tembakan artileri dan pengintaian udara terus berlanjut.

Beberapa pejabat Ukraina percaya unit Rusia berhenti sejenak sebelum meluncurkan fase berikutnya yang bertujuan mengamankan semua Donetsk dan Luhansk.

Di sebelah utara kota, Ukraina mengklaim telah menghancurkan gudang dengan amunisi dan hingga 20 unit peralatan militer musuh. Di luar dua wilayah ini, Staf Umum mengatakan, Rusia terus menembaki kota selatan Mykolaiv.

Tensi pertempuran antara Rusia dan Ukraina diprediksi semakin meningkat di 'Hari Kemenangan' Rusia yang jatuh pada 9 Mei. Hari tersebut menandai kemenangan Moskow atas Nazi Jerman.

Pejabat Barat telah memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat secara resmi menyatakan perang pada hari itu. Staf Umum Ukraina juga mengatakan pasukan Rusia yang menduduki wilayah Kherson di Ukraina telah meningkatkan pos pemeriksaan dan patroli menjelang 9 Mei.

Wakil kepala administrasi militer Kherson yang ditunjuk Rusia, Kirill Stremousov, mengatakan bahwa penduduk akan diizinkan untuk memiliki paspor Rusia. Pejabat senior Rusia juga berada di wilayah itu bersama pemimpin Republik Rakyat Donetsk.

[Gambas:Video CNN]



(fby/bac)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER