Presenter TV Khawatirkan Perintah Taliban Tutup Wajah Saat Siaran

CNN Indonesia
Minggu, 22 Mei 2022 07:55 WIB
Presenter TV perempuan di Afghanistan khawatir dengan perintah yang dikeluarkan Taliban agar mereka menutup wajah saat siaran. Ini alasannya. Presenter TV perempuan di Afghanistan khawatir dengan perintah yang dikeluarkan Taliban agar mereka menutup wajah saat siaran. Ilustrasi perempuan Afghanistan. (AFP/MOHD RASFAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presenter TV wanita menentang perintah Taliban untuk menutupi wajah mereka saat membawakan acara di Afghanistan. Pembawa berita khawatir Taliban akan meminta mereka berhenti bekerja jika terus mematuhi perintah mereka.

Saluran TOLOnews, Shamshad TV, dan 1TV menayangkan program langsung dengan menampilkan wajah presenter wanita pada Sabtu (21/5).

"Rekan-rekan wanita kami khawatir jika mereka menutupi wajah mereka, hal berikutnya yang akan mereka katakan adalah berhenti bekerja," kata kepala berita TV Shamshad, Abid Ehsas seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/5).


"Inilah alasan mengapa mereka tidak mematuhi perintah itu sejauh ini," lanjutnya.

Juru bicara wakil Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Mohammad Sadeq Akif Mohajir menyebut pembawa berita tersebut telah melanggar arahan Taliban. Kementerian pun akan berbicara dengan manajer dan wali dari presenter untuk membahas kejadian ini.

"Siapa pun yang hidup di bawah sistem dan pemerintahan tertentu harus mematuhi hukum dan aturan sistem itu, jadi mereka harus melaksanakan perintah itu," katanya.

Sejak kembali berkuasa tahun lalu, Taliban telah memberlakukan banyak pembatasan pada masyarakat sipil.Banyak kebijakan disebut mengekang hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Awal bulan ini pemimpin tertinggi Afghanistan mengeluarkan diktat bagi perempuan untuk berpenampilan tertutup sepenuhnya di depan umum, termasuk wajah mereka. Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan memerintahkan pembawa acara TV wanita untuk mengikutinya. Sebelumnya mereka hanya diwajibkan memakai jilbab.

Taliban juga telah menuntut agar pegawai pemerintah wanita dipecat jika mereka gagal mengikuti aturan berpakaian yang baru.

(fby/agt)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER