UNICEF adalah organisasi yang lahir pada 1946 setelah Perang Dunia II. Berikut sejarah UNICEF, tujuan berdiri, hingga program organisasi. (iStockphoto/olrat)
CNN Indonesia --
United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) atau Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa lahir setelah Perang Dunia II.
Sejarah berdirinya UNICEF ditandai melalui keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk organisasi yang fokus membantu dan mendukung anak-anak di negara yang hancur akibat perang.
Dihimpun dari laman resmi UNICEFdan History, tujuan utama berdirinya organisasi ini yakni menjangkau anak-anak yang membutuhkan dan masa depannya tengah terancam—tak peduli dari mana mereka berasal.
Selain merangkul anak-anak dan remaja yang paling berisiko tersebut, hal penting lain bagi UNICEF adalah memastikan perlindungan hak anak untuk bertahan hidup, berkembang juga mampu mencapai potensi semaksimal mungkin.
"Itu adalah DNA dari UNICEF. Dari abu perang hingga tantangan global yang memengaruhi jutaan orang saat ini, mandat kami tidak pernah goyah," tulis organisasi yang bermarkas di New York, Amerika Serikat ini.
Sejarah UNICEF
Ilustrasi. Sejarah terbentuknya UNICEF (istockphoto/Rat0007)
Majelis Umum PBB memutuskan untuk menyetujui pembentukan UNICEF tepat pada 11 Desember 1946. Organisasi ini muncul sebagai respons atas Perang Dunia II yang berdampak pada krisis pangan dan medis
Dikutip dari laman UNICEF, usai krisis pada akhir 1940-an teratasi, organisasi ini melanjutkan peran untuk membantu anak-anak di berbagai negara.
"Selama 75 tahun, UNICEF bekerja tanpa Lelah untuk hak-hak anak dan kesejahteraan setiap anak. Siapa pun mereka. Di mana pun mereka tinggal," demikian dilansir dari laman UNICEF.
Kemudian sepanjang 1970-an, UNICEF berkembang mendampingi dan menyuarakan hak-anak anak. Selanjutnya selama 1980-an, organisasi ini membantu Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyusun Konvensi Hak Anak.
Sejak didirikan pada 1946 hingga kini, UNICEF telah menjangkau lebih 191 negara dan wilayah mengerjakan pelbagai misi kemanusiaan untuk membantu anak-anak yang rentan.
Tujuan dan Program UNICEF
UNICEF menerangkan, telah mengupayakan berbagai bantuan untuk anak-anak mulai dari yang jangka pendek selama konflik bersenjata, bencana alam dan krisis kemanusiaan, hingga program kelangsungan hidup dan jangka panjang.
"Kami telah membantu membangun sistem kesehatan dan kesejahteraan yang tangguh di seluruh dunia," tulis UNICEF di laman resminya.
Salah satu program UNICEF di antaranya membantu menangani penyakit tertentu, menyediakan layanan vital untuk anak-anak, fokus pada pendidikan anak dan mengembangkan ketrampilan, serta mengusahakan lingkungan yang lebih sehat juga aman bagi anak-anak serta keluarga mereka.
Memasuki usia 75 tahun, UNICEF ikut menghadapi serangkaian krisis global seperti pandemi Covid-19, krisis iklim, tantangan sosial dan ekonomi yang meluas, serta meningkatnya kemiskinan dan ketidaksetaraan.
"Kami terus merespons, memulihkan dan, membayangkan kembali dunia yang lebih baik untuk setiap anak," demikian tertulis di laman resmi organisasi soal sejarah UNICEF dan tujuan berdirinya.
UNICEF bekerja di lebih 190 negara dan wilayah untuk menyelamatkan nyawa anak-anak, membela hak-hak anak, dan membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka.
Berbagai program yang dikerjakan UNICEF di antaranya meliputi:
Setiap anak berhak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan inklusif. UNICEF bekerja bersama mitra di seluruh dunia untuk mempromosikan kebijakan dan memperluas aksis ke layanan yang melindungi seluruh anak.
2. Kelangsungan hidup anak
Setiap anak berhak untuk bertahan hidup dan berkembang. UNICEF menyatakan telah berkontribusi membantu mengurangi kematian anak di seluruh dunia dengan menjangkau anak-anak yang paling rentan dimanapun mereka berada.
3. Program UNICEF fokus pada pendidikan
Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Itu sebab UNICEF mendukung pembelajaran berkualitas untuk setiap anak baik perempuan maupun laki-laki di seluruh dunia. Terutama mereka yang paling terancam dan berisiko tertinggal.
4. Kebijakan sosial
Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Program UNICEF di antaranya juga fokus untuk mengurangi kemiskinan pada anak dan melindungi anak perempuan juga laki-laki dari konsekuensi risiko kemiskinan seumur hidup. Salah satu contoh seperti inisiatif Kota Ramah Anak.
5. Peran UNICEF dalam situasi darurat
UNICEF juga menelurkan program yang bertujuan menjangkau setiap anak dalam situasi atau keadaan darurat untuk aksi-aksi kemanusiaan atau bantuan lain.
Organisasi memastikan, perwakilan UNICEF hadir di lapangan sebelum, selama dan, setelah keadaan darurat untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa hingga bantuan jangka panjang pada anak-anak dan keluarga.
6. Kesetaraan gender
Setiap anak perempuan punya hak untuk mengembangkan potensinya. Karena itu program UNICEF bekerja di seluruh dunia salah satunya juga untuk memberdayakan anak perempuan serta perempuan, memastikan partisipasi penuh kelompok ini dalam sistem politik, sosial dan ekonomi.
7. Inovasi untuk anak
UNICEF membantu dan mendorong setiap anak untuk bekerja sama dengan mitra di setiap sektor menciptakan solusi inovatif. Sehingga dengan begitu akan mampu mempercepat kemajuan bagi anak-anak dan remaja.
8. Program berbasis penelitian
Program dan inisiatif UNICEF secara global didasarkan pada data dan bukti penelitian yang cermat serta analisis tentang situasi anak-anak.
Beberapa kegiatan yang dikerjakan di antaranya seperti pembelajaran dan pertukaran pengetahuan; pengumpulan data, riset hingga analisis; dan evaluasi program berbasis data penelitian.
Demikian sejarah terbentuknya UNICEF beserta program-program yang dijalankan organisasi ini.
CNN Indonesia --
United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) atau Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa lahir setelah Perang Dunia II.
Sejarah berdirinya UNICEF ditandai melalui keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membentuk organisasi yang fokus membantu dan mendukung anak-anak di negara yang hancur akibat perang.
Dihimpun dari laman resmi UNICEFdan History, tujuan utama berdirinya organisasi ini yakni menjangkau anak-anak yang membutuhkan dan masa depannya tengah terancam—tak peduli dari mana mereka berasal.
Selain merangkul anak-anak dan remaja yang paling berisiko tersebut, hal penting lain bagi UNICEF adalah memastikan perlindungan hak anak untuk bertahan hidup, berkembang juga mampu mencapai potensi semaksimal mungkin.
"Itu adalah DNA dari UNICEF. Dari abu perang hingga tantangan global yang memengaruhi jutaan orang saat ini, mandat kami tidak pernah goyah," tulis organisasi yang bermarkas di New York, Amerika Serikat ini.
Sejarah UNICEF
Ilustrasi. Sejarah terbentuknya UNICEF (istockphoto/Rat0007)
Majelis Umum PBB memutuskan untuk menyetujui pembentukan UNICEF tepat pada 11 Desember 1946. Organisasi ini muncul sebagai respons atas Perang Dunia II yang berdampak pada krisis pangan dan medis
Dikutip dari laman UNICEF, usai krisis pada akhir 1940-an teratasi, organisasi ini melanjutkan peran untuk membantu anak-anak di berbagai negara.
"Selama 75 tahun, UNICEF bekerja tanpa Lelah untuk hak-hak anak dan kesejahteraan setiap anak. Siapa pun mereka. Di mana pun mereka tinggal," demikian dilansir dari laman UNICEF.
Kemudian sepanjang 1970-an, UNICEF berkembang mendampingi dan menyuarakan hak-anak anak. Selanjutnya selama 1980-an, organisasi ini membantu Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyusun Konvensi Hak Anak.
Sejak didirikan pada 1946 hingga kini, UNICEF telah menjangkau lebih 191 negara dan wilayah mengerjakan pelbagai misi kemanusiaan untuk membantu anak-anak yang rentan.
Tujuan dan Program UNICEF
UNICEF menerangkan, telah mengupayakan berbagai bantuan untuk anak-anak mulai dari yang jangka pendek selama konflik bersenjata, bencana alam dan krisis kemanusiaan, hingga program kelangsungan hidup dan jangka panjang.
"Kami telah membantu membangun sistem kesehatan dan kesejahteraan yang tangguh di seluruh dunia," tulis UNICEF di laman resminya.
Salah satu program UNICEF di antaranya membantu menangani penyakit tertentu, menyediakan layanan vital untuk anak-anak, fokus pada pendidikan anak dan mengembangkan ketrampilan, serta mengusahakan lingkungan yang lebih sehat juga aman bagi anak-anak serta keluarga mereka.
Memasuki usia 75 tahun, UNICEF ikut menghadapi serangkaian krisis global seperti pandemi Covid-19, krisis iklim, tantangan sosial dan ekonomi yang meluas, serta meningkatnya kemiskinan dan ketidaksetaraan.
"Kami terus merespons, memulihkan dan, membayangkan kembali dunia yang lebih baik untuk setiap anak," demikian tertulis di laman resmi organisasi soal sejarah UNICEF dan tujuan berdirinya.
Ilustrasi. UNICEF bekerja di lebih 190 negara dan wilayah untuk menyelamatkan, membela hak-hak anak, dan membantu mengembangkan potensi mereka melalui sejumlah program. (Pixabay/tpsdave)
UNICEF bekerja di lebih 190 negara dan wilayah untuk menyelamatkan nyawa anak-anak, membela hak-hak anak, dan membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka.
Berbagai program yang dikerjakan UNICEF di antaranya meliputi:
Setiap anak berhak untuk tumbuh di lingkungan yang aman dan inklusif. UNICEF bekerja bersama mitra di seluruh dunia untuk mempromosikan kebijakan dan memperluas aksis ke layanan yang melindungi seluruh anak.
2. Kelangsungan hidup anak
Setiap anak berhak untuk bertahan hidup dan berkembang. UNICEF menyatakan telah berkontribusi membantu mengurangi kematian anak di seluruh dunia dengan menjangkau anak-anak yang paling rentan dimanapun mereka berada.
3. Program UNICEF fokus pada pendidikan
Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Itu sebab UNICEF mendukung pembelajaran berkualitas untuk setiap anak baik perempuan maupun laki-laki di seluruh dunia. Terutama mereka yang paling terancam dan berisiko tertinggal.
4. Kebijakan sosial
Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Program UNICEF di antaranya juga fokus untuk mengurangi kemiskinan pada anak dan melindungi anak perempuan juga laki-laki dari konsekuensi risiko kemiskinan seumur hidup. Salah satu contoh seperti inisiatif Kota Ramah Anak.
5. Peran UNICEF dalam situasi darurat
UNICEF juga menelurkan program yang bertujuan menjangkau setiap anak dalam situasi atau keadaan darurat untuk aksi-aksi kemanusiaan atau bantuan lain.
Organisasi memastikan, perwakilan UNICEF hadir di lapangan sebelum, selama dan, setelah keadaan darurat untuk memberikan bantuan penyelamatan jiwa hingga bantuan jangka panjang pada anak-anak dan keluarga.
6. Kesetaraan gender
Setiap anak perempuan punya hak untuk mengembangkan potensinya. Karena itu program UNICEF bekerja di seluruh dunia salah satunya juga untuk memberdayakan anak perempuan serta perempuan, memastikan partisipasi penuh kelompok ini dalam sistem politik, sosial dan ekonomi.
7. Inovasi untuk anak
UNICEF membantu dan mendorong setiap anak untuk bekerja sama dengan mitra di setiap sektor menciptakan solusi inovatif. Sehingga dengan begitu akan mampu mempercepat kemajuan bagi anak-anak dan remaja.
8. Program berbasis penelitian
Program dan inisiatif UNICEF secara global didasarkan pada data dan bukti penelitian yang cermat serta analisis tentang situasi anak-anak.
Beberapa kegiatan yang dikerjakan di antaranya seperti pembelajaran dan pertukaran pengetahuan; pengumpulan data, riset hingga analisis; dan evaluasi program berbasis data penelitian.
Demikian sejarah terbentuknya UNICEF beserta program-program yang dijalankan organisasi ini.