PM Shtayyeh Kecam Pembunuhan Jurnalis Palestina oleh Tentara Israel

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jun 2022 14:56 WIB
Perempuan Palestina yang berprofesi sebagai jurnalis tewas setelah ditembak tentara Israel, tak jauh dari kamp pengungsi di Tepi Barat, Rabu (1/6). Jurnalis perempuan Palestina, Ghofran Warasnah, tewas ditembak. (AFP/HAZEM BADER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, mengecam penembakan yang diduga dilakukan oleh tentara Israel yang menewaskan jurnalis perempuan Palestina, Rabu (1/6).

Shtayyeh mendesak masyarakat internasional untuk menerapkan resolusi internasional yang menyerukan pemboikotan Israel, hingga menuntut pelaku dihukum.

Seorang jurnalis perempuan Palestina tewas setelah ditembak tentara Israel, tak jauh dari kamp pengungsi di utara kota Hebron, Tepi Barat.


Mengutip dari kantor berita di Palestina, WAFA, jurnalis bernama Ghofran Warasnah (31) itu ditembak tentara Israel saat hendak masuk ke kamp pengungsi Al-Arroub yang berada di utara Hebron.

Ia mengklaim aksi tentara Israel yang berujung kematian warga Palestina berulang terjadi karena tak ada upaya pencegahan dari komunitas internasional. Dia pun membandingkan langkah komunitas internasional terhadap Rusia yang menginvasi Ukraina.

"Kegagalan untuk membawa para pelaku ke pengadilan bisa berarti mendukung kejahatan-kejahatan [serupa] akan dilakukan [di Palestina]. Sementara itu Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengirim tim beranggotakan 42 orang untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang di Ukraina dalam waktu kuran dari dua bulan, [Pengadilan] ini belum mengambil inisiatif yang sama terhadap hal yang terjadi di Palestina dalam berdekade," kata dia mengutip dari WAFA.

Warasnah adalah lulusan universitas di Hebron, dan dilaporkan baru sekitar tiga hari melaksanakan kerjanya sebagai jurnalis untuk sebuah jaringan media lokal.

Mengutip dari Aljazeera, Warasnah ditembak sekitar pukul 8 pagi waktu setempat saat hendak masuk ke kamp pengungsian yang lokasinya berada di antara Hebron dan Betlehem. Sebagai informasi, di lokasi itu juga militer Israel menempatkan pos tentara penjagaan.

Warasnah saat itu akan melakukan pekerjaannya sebagai jurnalis.

Setelah ditembak, Bulan Sabit Merah Palestina (PRC) menyatakan tentara Israel mencegah tenaga medis mendekati korban setidaknya selama 20 menit.

Usai diperbolehkan mendekat, petugas dari PRC pun segera melarikannya ke rumah sakit al-Ahli di Hebron, namun jurnalis perempuan tersebut sudah tak dapat diselamatkan. Dokter di rumah sakit itu mengatakan korban tertembak pada bagian dada.

Sementara itu, miilter Israel menyatakan prajuritnya menembak perempuan Palestina tersebut karena terancam dengan pisau yang dibawa.

"Seorang penyerang bersenjatakan pisau maju ke arah tentara IDF (militer ISrael) yang sedang melakukan aktivitas rutin menjaga keamanan," demikian pernyataan militer Israel.

(kid/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER