Dubes RI Ungkap Kondisi di Singapura saat Kasus DBD 'Meledak'

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jun 2022 20:20 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, membeberkan kondisi setempat setelah kasus demam berdarah di negara itu dilaporkan melonjak. Ilustrasi. (iStockphoto/jarun011)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, membeberkan kondisi setempat setelah kasus demam berdarah di negara itu dilaporkan melonjak.

Suryopratomo mengatakan bahwa DBD saat ini sedang menjadi perhatian. Menurutnya, penyakit itu muncul di waktu tertentu atau musiman di Singapura.

"Singapura sangat memperhatikan persoalan kebersihan. Untuk mencegah demam berdarah, pemeriksaan dilakukan secara ketat," ujar dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/6).


Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pihak berwenang Singapura juga memeriksa perkantoran, sekolah, termasuk genangan air secara rutin untuk menjamin kebersihan.

"Kalau ditemukan jentik di dalam genangan air, maka akan ada denda yang dikenakan untuk setiap jentik nyamuk yang ditemukan," ucap Suryopratomo.

Pemerintah, lanjutnya, juga memperingatkan setiap rumah tangga untuk menjaga kebersihan serta memantau genangan air.

Suryopratomo juga menceritakan, setiap rumah melakukan fumigasi guna membunuh nyamuk sekitar dua pekan sekali.

Singapura berada di daerah tropis dan memiliki kelembaban tinggi, sehingga nyamuk sangat mudah berkembang biak, terutama di genangan air yang kotor.

[Gambas:Video CNN]

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Singapura, jumlah kasus DBD di negara itu melonjak pesat di awal 2022. Hingga 22 Mei, tercacat 11.670 kasus DBD. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding 2021 yang hanya 5.258 kasus.

Namun sejauh ini, Singapura hanya mencatat satu kasus kematian akibat DBD sepanjang 2022.

Meski kasus DBD dan rawat inap akibat penyakit itu meningkat, Kemenkes Singapura menegaskan bahwa situasi masih terkendali.

Sementara itu, Suryopratomo membantah kasus DBD di Singapura melonjak belakangan. Namun, ia menilai pemerintah sudah siaga jika kasus merangkak naik.

"Tidak juga [kasus DBD meningkat], tetapi Singapura selalu antisipasi karena ini bulan-bulan kasus biasa meningkat," ujarnya.

(isa/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER