Nupur Sharma, Jubir Partai Berkuasa India yang Hina Nabi Muhammad

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jun 2022 13:06 WIB
Nupur Sharma, juru bicara partai berkuasa India, Partai Bharatiya Janata, menuai kecaman karena menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi. Nupur Sharma, juru bicara partai berkuasa India, Partai Bharatiya Janata, menuai kecaman karena menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nupur Sharma, juru bicara partai berkuasa India, Partai Bharatiya Janata (BJP), menuai kecaman karena menghina Nabi Muhammad dalam sebuah debat di televisi.

Sebagaimana diberitakan The Straits Times, komentar Sharma menuai kecaman beberapa negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, Qatar, dan Kuwait.

"Indonesia mengutuk keras pernyataan yang merendahkan Nabi Muhammad SAW oleh dua orang politikus India. Pesan ini telah disampaikan kepada Duta Besar India di Jakarta," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui Twitter, Senin (6/6).


Lantas, siapa sebenarnya Nupur Sharma?

Nupur Sharma merupakan juru bicara dari partai yang kini berkuasa di India, yakni Partai Bharatiya Janata (BJP). Sebagaimana diberitakan NDTV, ia juga berprofesi sebagai advokat.

Sharma menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Delhi dan menyelesaikan gelar magisternya di Sekolah Ekonomi London pada 2011.

Sebelum menjabat sebagai juru bicara BJP, Sharma sempat menjadi Presiden Persatuan Mahasiswa Universitas Delhi pada 2008 dan organisasi sayap pemuda BJP, Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP).

[Gambas:Video CNN]

The Straits Times memberitakan, kala itu Sharma sempat mengajak mahasiswa untuk menyerang sebuah seminar yang diisi oleh akademisi Muslim bernama Syed Abdul Rahman Gaelani.

Di tengah seminar itu, Sharma sempat meludahi Gaelani bersama beberapa murid lain.

"Saya tidak akan meminta maaf. Saya tetap berpegang teguh pada posisi saya. Seluruh negara harus meludahinya. Siapa yang mengundangnya ke universitas untuk membicarakan terorisme?" kata Sharma dalam siaran televisi Times Now.

Berdasarkan laporan Times of India, seminar yang diselenggarakan fakultasnya itu diberi tajuk "Komunalisme, Fasisme dan Demokrasi: Retorika dan Realitas".

Pada 2015, Sharma sempat mencalonkan diri menjadi Gubernur Delhi melawan Arvind Kejriwal dari Partai Aam Aadmi (APP), tetapi kalah. Tak lama setelah itu, Sharma ditunjuk sebagai juru bicara partai BJP di Delhi.

Sharma kemudian dilantik sebagai juru bicara nasional partai BJP pada 2020.

Dalam beberapa tahun terakhir, Sharma kerap muncul di siaran televisi India. BBC mengabarkan, ia sering meneriaki dan mengejek lawan politiknya.

Dalam sebuah cuplikan video di Twitter, Sharma bahkan sempat menyebut seorang panelis sebagai "seorang munafik dan pembohong," lalu menyuruh orang itu diam.

(pwn/has/has)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER