Pemimpin Prancis, Jerman, dan Italia Kunjungi Kyiv Dukung Ukraina

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jun 2022 15:21 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi tiba di Kyiv pada Kamis (16/6). PM Italia, Mario Draghi (tengah) kunjungi Kyiv, Ukraina. (Ludovic Marin, Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi tiba di Kyiv pada Kamis (16/6).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyuarakan dukungan mereka ke Ukraina di tengah invasi Rusia.


"Ini merupakan peristiwa penting. Ini merupakan pesan persatuan yang kami kirimkan ke Ukraina, terkait dukungan, untuk membicarakan saat ini dan masa depan yang akan semakin sulit," kata Macron saat ia tiba di Kyiv, dikutip dari Reuters.

"Kami di sini, kami fokus, kami akan bergabung dengan Presiden [Volodymyr] Zelensky untuk pergi ke medan perang di mana pembantaian dilakukan," kata Macron.

Ketiganya berkunjung ke Kyiv menggunakan kereta dan bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky.

Selain ketiga pemimpin tersebut, Presiden Rumania Klaus Iohannis bakal bergabung dalam perbincangan tersebut.

Ketika ditanya soal kunjungan tersebut dilakukan saat ini, seorang pejabat Prancis mengatakan saat ini merupakan waktu yang paling sesuai.

[Gambas:Video CNN]

Menurut keterangan pejabat itu, pemerintah menilai kunjungan ke Kyiv paling pas dilakukan sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang berlangsung pada pekan depan.

Komisi Eropa diketahui bakal memberikan rekomendasi atas status Ukraina sebagai kandidat Uni Eropa pada Jumat (17/6).

"Keseimbangan harus ditemukan antara aspirasi alami Ukraina untuk [bergabung] ke Uni Eropa dalam waktu yang spesial, dengan perhatian untuk seluruh negara yang telah memiliki status kandidat, ataupun yang tengah mandek dalam tahap negosiasi, dan fakta bahwa kita tak boleh mengacaukan stabilitas Uni Eropa ataupun merusaknya," tutur pejabat itu.

Kunjungan tersebut dilakukan saat ketiga pemimpin ini dikritik oleh Ukraina atas respons mereka terhadap perang.

Sebelum tiba di Kyiv, Macron sempat mengatakan ini merupakan waktu yang tepat bagi Eropa untuk mendukung Ukraina atas ambisinya bergabung ke Uni Eropa.

"Kita berada pada posisi kita harus memberikan sinyal politik yang jelas, kita, warga Eropa, kepada Ukraina dan masyarakatnya yang sedang membela [negara] secara heroik," kata Macron.

Walaupun demikian, Kyiv menuduh Prancis, Jerman, dan Italia memperlambat dukungan ke Ukraina. Ketiga negara itu dinilai lambat mengirimkan senjata, pun lebih berfokus pada nasib mereka sendiri ketimbang kebebasan dan keamanan Ukraina.

Bahkan, penasihat kepresidenan Ukraina, Oleksiy Arestovych, takut ketiga pemimpin tersebut bakal menekan Kyiv untuk menerima tawaran damai yang menguntungkan Presiden Vladimir Putin.

"Mereka akan berkata kita harus menghentikan perang karena menyebabkan masalah pangan dan ekonomi, mengatakan bahwa kita harus menyelamatkan wajah Putin," kata Arestovych, merujuk pada komentar Macron yang menyatakan penting untuk tidak mempermalukan pemimpin Rusia itu.

(pwn/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER