Pengamat soal Mahathir Klaim Kepri Tanah Malaysia: Tak Relevan

isa | CNN Indonesia
Selasa, 21 Jun 2022 18:22 WIB
Pengamat menilai eks PM Malaysia, Mahathir Mohamad, tak bisa menjadikan faktor sejarah dasar mengklaim wilayah negara lain. Pengamat menilai eks PM Malaysia, Mahathir Mohamad, tak bisa menjadikan faktor sejarah dasar mengklaim wilayah negara lain. (Foto: AP Photo/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjadi sorotan setelah ia mendorong Negeri Jiran mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau, Indonesia, sebagai bagian dari wilayahnya.

Mahathir menganggap Singapura dan Kepulauan Riau masih bagian dari Tanah Melayu.

Jika melihat sejarah, Kepulauan Riau dahulu memang bagian dari Kesultanan Johor. Pada puncaknya, kesultanan menguasai Johor modern yang terdiri dari beberapa wilayah di tepi sungai Klang dan Linggi, Singapura, Bintan, Riau, Lingga, Karimun, Bengkalis, hingga Kampar dan Siak di Sumatera, menurut Sir Richard Olaf Winstedt dalam bukunya 'A History of Johore, Singapore, 1932'.


Meski begitu, seruan Mahathiritu dinilai sudah tak relevan lagi. Pengamat politik internasional dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ali Muhammad, mengatakan sejarah masa lalu tidak bisa selalu dijadikan dasar untuk mengklaim sesuatu, apalagi soal kepemilikan wilayah.

"Bila ada politikus yang mengklaim sejarah masa lalu, ya sudah tidak relevan. Misal, dulu Riau itu bagian dari Tanah Melayu, ya betul. Itu dulu," kata Ali kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (21/6).

"Sekarang sudah terpisah dalam batas negara yang berbeda," ucapnya menambahkan.

Ali mengatakan berdasarkan sejarah memang tanah Melayu meliputi Riau dan Kepulauan Riau, bahkan Sumatra Barat. Semua wilayah itu berada di bawah Kesultanan Melayu.

"Hanya saja, sejarah berubah karena kedatangan bangsa Barat. Belanda klaim wilayah yang sekarang namanya Indonesia. Inggris klaim wilayah yang sekarang namanya Malaysia, Singapura, Brunei," jelas Aji.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah negara Barat pernah menjajah Tanah Melayu. Mulai dari Portugis pada 1511, kemudian Belanda pada 1641 dan Inggris.

Pada 1786, Inggris pertama kali mendirikan koloni di Semenanjung Malaya.Mereka membangun pangkalan militer di Kuching, Penang dan Singapura sehingga mereka bisa menguasai wilayah yang disebut Malaysia.

Ali menilai klaim semacam itu kerap terjadi pasca-kemerdekaan terutama di negara baru pasca-kolonial. Ia mencontohkan Filipina sempat bersitegang dengan Malaysia karena klaim wilayah Sabah.

Namun, kini hal tersebut jarang terjadi lantaran batas-batas wilayah sudah semakin ditetapkan.

Sebelumnya, Mahathir mengatakan Malaysia seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau di Indonesia sebagai bagian dari wilayah mereka.

"Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu [Malaysia]," kata Mahathir pada Minggu (19/6), dikutip Straits Times.

Ia menegaskan bahwa Singapura sebelumnya merupakan bagian dari Johor, dan seharusnya mereka mengklaim negara tetangganya itu.

Tak hanya itu, Mahathir juga mengatakan lahan Malaysia dahulu terbentang dari Tanah Genting Kra di Thailand hingga Kepulauan Riau dan Singapura.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER