Usai Putusan MA, New York Larang Bawa Senjata Api di Ruang Publik

Dika Kardi | CNN Indonesia
Sabtu, 02 Jul 2022 22:47 WIB
Anggota dewan di New York bergerak cepat usai MA AS memutuskan membatalkan UU Lisensi Senjata Terbatas yang berlaku di sana karena bertentangan konstititusi. Warga Amerika Serikat di Washington DC melakukan aksi mengecam aturan kepemilikan senjata imbas penembakan-penembakan massal yang terjadi di negara itu, 11 Juni 2022. (Getty Images via AFP/DREW ANGERER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Negara bagian New York, Amerika Serikat, pada Jumat (1/7) mengesahkan undang-undang yang melarang warga membawa senjata api di ruang publik yang dikategorikan sebagai kawasan sensitif.

Dalam UU terbaru negara bagian New York, mengharuskan para pemohon izin kepemilikan senjata untuk membuktikan kecakapan menembak dan mencantumkan akun-akun media sosial mereka untuk diperiksa.

Peraturan itu disahkan dalam sidang darurat anggota dewan negara bagian setelah Mahkamah Agung AS pada pekan lalu memutuskan untuk membatalkan UU lisensi senjata terbatas yang diberlakukan di New York.

Mengutip dari Reuters, dalam putusannya Majelis Hakim MA yang didominasi kubu konservatif menyatakan konstitusi AS memberi hak bagi setiap individu membawa senjata di ruang publik untuk membela diri. MA AS memutuskan aturan perizinan senjata di Negara Bagian New York--yang diberlakukan sejak 1911--memberi ruang terlalu besar bagi pejabat di negara bagian itu untuk menolak permohonan kepemilikan senpi.

Para politikus Partai Demokrat di New York mengecam keputusan MA tersebut. Mereka mengatakan kekerasan senjata akan muncul lebih sering jika lebih banyak orang membawa senjata. Di satu sisi, mereka mengakui UU negara bagian harus diperlonggar agar sesuai dengan keputusan MA itu.

Namun, mereka juga berupaya mempertahankan sebanyak mungkin pembatasan demi keselamatan publik. Pun, mereka ingin mempertahankan beberapa pembatasan kemungkinan akan menjadi target gugatan hukum di masa mendatang.

Gubernur New York Kathy Hochul--yang juga politikus Demokrat--kemudian mengusulkan sidang luar biasa menanggapi putusan MA tersebut. Menurutnya regulasi kepemilikan senjata telah membuat New York menjadi negara bagian dengan tingkat kematian akibat senjata paling rendah kelima di Negara Paman Sam.

"Negara bagian kita akan terus menjaga keselamatan warga New York, walaupun ada keputusan Mahkamah Agung ini," kata Hochul dalam jumpa pers di New York.

"Mereka [MA] mungkin berpikir bisa mengubah hidup kita dengan goresan pulpen, tetapi kita punya pulpen-pulpen juga," imbuhnya.

Dan, akhirnya UU negara bagian New York yang baru disahkan itu menetapkan membawa senjata api ke tempat-tempat sensitif adalah sebuah kejahatan.

Tempat-tempat sensitif yang dimaksud mencakup gedung pemerintah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, perpustakaan, arena bermain, kebun binatang, sekolah, kampus, perkemahan musim panas, dan pusat rehabilitasi. Kemudian penampungan tuna wisma, panti jompo, transportasi publik seperti kereta bawah tanah New York, tempat untuk mengonsumsi alkohol dan ganja, dan museum.

Lalu stadion, dan tempat-tempat lain seperti tempat pemberian suara, serta kawasan Times Square di New York City.

Kubu Republik dan NRA

Di sisi lain, kubu politikus Republik di Negara Bagian New York mengeluhkan UU yang akan berlaku mula 1 September itu. Mereka menilai itu membuat hak memiliki dan membawa senjata, tidak sepenuh hak-hak konstitusional lain seperti kebebasan berbicara dan beragama.

"Sekarang mendapatkan izin membawa senjata lebih mudah... Namun Anda tak akan bisa membawa [senjata] itu ke mana-mana," kata anggota dewan dari Republik, Mike Lawler.

Sementara itu, Asosiasi Senjata Api Nasional (National Riffle Association/NRA) menyebut UU baru di New York itu sebagai pelanggaran mencolok, karena membuat lebih banyak pembatasan terhadap hak membela diri warga negara bagian itu. Kelompok berpengaruh dalam hak kepemilikan senjata di AS itu mengindikasikan akan menggugat UU terbaru di New York itu.

"Gubernur Hochul dan sekutunya yang anti-Amandemen Kedua di Albany telah menentang Mahkamah Agung Amerika Serikat dengan mengubah secara sengaja undang-undang membawa senjata do New York," demikian pernyataan resmi Direktur NRA wilayah New York, Darin Hoens.

Sebagai informasi kepemilikan dan membawa senjata diatur sebagai hak di Amerika Serikat. Hal tersebut sejalan dengan Amandemen kedua Konstitusi AS yang dibuat pada abad ke-18 silam.

Di satu sisi, kepemilikan dan hak membawa senjata itu dikecam beberapa waktu terakhir seiring kasus-kasus penembakan massal yang terjadi di sejumlah negara bagian AS, termasuk Texas dengan target sebuah sekolah dasar.

(Reuters/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER