Selama menjadi ibu negara Jepang, Akie dikenal memiliki pandangan yang liberal dan progresif.
"Akie Abe, sebagai ibu negara, tentu saja tak seperti banyak pendahulunya," kata Tobias Harris, rekan senior untuk Asia di Pusat Perkembangan Amerika, dikutip dari CNN.
Sikap Akie yang memiliki pandangan progresif, ceria, dan bebas, membuatnya disayang oleh publik Jepang.
Pada 2016, Akie bahkan pernah bertemu dengan demonstran di Okinawa yang menolak ekspansi pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat. Padahal, ekspansi tersebut didukung oleh Abe.
"Saya ingin mengumpulkan dan memberikan pandangan yang tidak sampai ke suami saya atau lingkarannya," kata Akie dalam wawancara Bloomberg pada 2016.
"Itu mirip seperti partai oposisi, saya rasa," tuturnya.
Sebagaimana diberitakan CNN, hubungan Akie dan Abe tetap harmonis meski kadang mereka berbeda pandangan. Pasangan itu sering bergandengan tangan saat turun dari pesawat kala mereka melakukan kunjungan kenegaraan.
Abe juga sering muncul dalam unggahan Instagram Akie, mulai dari Abe tersenyum, mengelus anjing di sofa, membaca koran di mobil, dan berpose bersama semangkuk Udon bumbu kari.
Akie juga merupakan istri dari menteri Jepang pertama yang secara aktif menggunakan media sosial, khususnya Facebook dan Instagram.
Pasangan ini tak pernah memiliki anak. Akie menyampaikan pasangan itu sempat mencoba perawatan kesuburan pada awal pernikahan mereka, tetapi tidak berhasil.
Akie sendiri merupakan tokoh yang cukup bebas. Setelah Abe mengundurkan diri dari bangku perdana menteri pada 2007, Akie berencana membuka pub izakaya.
Pub itu diberi nama UZU, yang berarti pusaran air, dan dibuka pada 2012 di Distrik Kanda, Tokyo.
Beberapa tahun sebelum Abe kembali menjabat sebagai perdana menteri, Akie menempuh pendidikan magister ilmu desain sosial di Universitas Rikkyo.