Jakarta, CNN Indonesia -- Partai berkuasa Inggris, Partai Konservatif, akan menggelar pemungutan suara untuk memilih perdana menteri pengganti Boris Johnson hari ini, Senin (1/8).
Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Liz Truss menjadi dua kandidat terkuat yang berhasil melaju ke putaran final pemilihan.
Sunak dan Truss berhasil mengalahkan enam calon PM lainnya yang telah gugur di beberapa putaran pemilihan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, siapakah Sunak dan Truss?
Sunak merupakan salah satu menteri yang populer di kabinet Johnson. Namanya terus meroket setelah menjadi salah satu menteri pertama di kabinet yang menyatakan mundur dari jabatan sebagai bentuk protes terhadap Johnson.
Saat itu, Sunak bahkan menegaskan tidak memiliki alasan lagi untuk berada di kabinet Johnson lantaran pemerintah sudah tidak bisa dipercaya gegara rentetan skandal yang muncul.
Langkah Sunak itu pun akhirnya diikuti oleh sembilan menteri dan puluhan pejabat lainnya hingga memicu Johnson akhirnya mengundurkan diri awal Juli lalu.
Bagi Johnson dan loyalisnya, Sunak dianggap sebagai kawan yang "menusuk dari belakang". Sebab, Sunak sendiri dikenal dekat dengan Johnson dan menjadi salah satu menteri yang ikut berpesta dengan Johnson kala lockdown Coivid-19 diterapkan.
[Gambas:Video CNN]
Sunak dinilai sebagai ahli kebijakan yang berorientasi pada detail. Politikus keturunan India-Afrika Timur itu merupakan pendukung kuat Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).
Di India, Sunak lebih dikenal karena istrinya, Akhshata Murty. Dia adalah putri taipan India, Narayana Murthy, miliarder salah satu pendiri grup teknologi informasi Infosys.
Sunak dan istri bertemu saat mengemban studi di California. Sunak dan istrinya dikaruniai dua anak perempuan.
Sunak menjadi salah satu politikus Inggris yang populer di media sosial. Karena aktivitasnya di medsos yang terkenal ramah, Sunak pun mendapat julukan media "Rishi Dishy".
Sunak merupakan lulusan Winchester College, salah satu sekolah privat paling eksklusif di Inggris. Ia pun meraih gelar sarjana dan master di Oxford University dan Standford University.
Para oposisi Sunak kerap mengkritik dirinya sebagai keturunan imigran yang tidak paham mengurus Inggris. Hingga tahun lalu, Sunak pun masih memegang Green Card Amerika Serikat. Para pengkritik pun mempertanyakan kesetiaan Sunak terhadap Inggris.
Di awal pencalonannya sebagai PM Inggris hingga beberapa putaran pertama pemilihan, Sunak menjadi kandidat paling dijagokan Partai Konservatif. Sunak terus mendulang suara paling banyak dalam beberapa putaran pertama pemilihan PM.
Jika Sunak menang, ia akan menjadi keturunan Hindu imigran pertama yang akan memimpin Inggris, negara ekonomi terbesar kelima di dunia.
Namun, menjelang putaran terakhir pemilihan, popularitas Sunak menurun. Jajak pendapat terbaru bahkan menunjukkan Liz Truss pelan-pelan namun pasti mulai mengungguli Sunak.
Sebagian anggota Partai Konservatif pun mempertanyakan kesetiaan Sunak pada partai lantaran "pemberontakannya" yang memicu Johnson terguling.
Lalu siapakah Truss? Baca di halaman berikutnya >>>
Profil Liz Truss, Pewaris Margaret Thatcher
Debat kandidat PM Inggris, Rishi Sunak dan Liz Truss. (Foto: AFP/JACOB KING)
Liz Truss
Mary Elizabeth atau lebih dikenal Liz Truss merupakan menteri luar negeri Inggris dan telah menjadi anak emas kaum akar rumput Partai Konservatif.
Ia kerap digadang-gadang sebagai penerus Margaret Thatcher, eks PM Inggris 1979-1990.
Saat berusia tujuh tahun pada 1983, Liz Truss memainkan peran Thatcher dalam pemilihan tiruan di sekolahnya. Namun, ia gagal mendapatkan satu suara pun.
Empat dekade kemudian, politikus itu sekali lagi berupaya menlu sang Iron Lady untuk menjadi pemimpin partai Konservatif dan perdana menteri Inggris.
Perempuan 46 tahun itu menjadi menteri perdagangan internasional di dua tahun pertama kepemimpinan Johnson sebelum didapuk menjadi menlu.
Sekarang, Truss bertanggung jawab untuk urusan Inggris dengan Uni Eropa terkait aturan perdagangan pasca-Brexit khusus Irlandia Utara. Truss telah mengambil pendekatan yang keras dalam negosiasi.
Truss awalnya menentang Brexit tetapi setelah referendum 2016 mengatakan dia telah berubah pikiran dan mendukung Inggris bercerai dengan UE.
Tak seperti Sunak, Truss awalnya menentang Brexit saat referendrum Inggris 2016. Meski begitu, ia lantas mendukung Brexit setelah masuk dalam kabinet Johnson.
Truss membela perubahan pandangannya itu sebagai suatu "proses perjalanan".
Truss tumbuh besar di Skotlandia dan kemudian pinggiran Kota Leeds di Inggris utara.
[Gambas:Photo CNN]
Truss muda telah aktif dalam politik. Ia menjadi presiden partai Demokrat di Oxford University dan anggota komite eksekutif pemuda nasional partai.
Ibu Truss merupakan seorang perawat, guru, dan juru kampanye untuk perlucutan senjata nuklir. Sementara itu, sang ayah merupakan profesor matematika berhaluan sayap kiri.
Truss dan sang ayah sempat bersitegang saat dirinya mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Partai Konsevratif. Sang ayah menolak mendukung Truss dalam pemilihan.
"Saya merupakan remaja yang sedikit kontroversial dulu," kata Truss di sebuah pesta di Leeds pekan lalu seperti dikutip AFP.
Jika memenangkan mayoritas suara pemilihan, Truss akan menjadi Perdana Menteri Inggris perempuan ketiga setelah Thatcher dan Theresa May.