Kemlu Beberkan WNI Korban Penipuan di Kamboja Capai 129 Orang

CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 04:55 WIB
Kemlu Indonesia menyatakan total 129 WNI yang menjadi korban penipuan perusahaan investasi bodong atau online scamming. Foto ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Rusman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan total 129 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri yang menjadi korban penipuan perusahaan investasi bodong atau online scamming.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan kenaikan terus terjadi dan terakhir pada Kamis (4/8) dini hari.

"Kasus yang ditangani di awal Minggu lalu ada 53, naik 60, 68, 70 dan terakhir 129," kata Judha dalam konferensi pers rutin secara virtual, Jumat (5/8).

Ia kemudian berujar, "Jadi 129 yang telah kita dapat selamatkan saat ini dalam penjagaan KBRI Phnom Penh."

[Gambas:Video CNN]

Seluruh korban, lanjutnya, bekerja di beragam macam perusahaan scamming dan beberapa daerah.

Dari jumlah tersebut belum seluruhnya melewati tahap identifikasi dan wawancara sehingga tak bisa segera kembali ke tanah air.

Namun, Judha menerangkan soal korban yang baru ditemukan sudah melewati penilaian psikologis. Langkah selanjutnya yakni wawancara terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Lebih lanjut jika proses telah selesai maka WNI baru bisa pulang ke Indonesia.

Terlepas soal jumlah WNI, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan beberapa hal terkait korban penipuan ini ke Menteri Luar Negeri Kamboja, Krolaham Sar Kheng, di Phnom Penh.

Retno mengatakan perlu percepatan pemulangan para korban, penanganan kasus serupa di Kamboja, dan langkah pencegahan TPPO.

Secara khusus Retno mendorong penyelesaian segera perundingan nota kesepahaman (MoU) RI-Kamboja mengenai pemberantasan kejahatan lintas negara.

"Nota kesepahaman akan menjadi dasar kerja sama yang lebih erat untuk memberantas kasus TPPO, utamanya dalam hal pencegahan (prevention), perlindungan korban (protection), penegakan hukum terhadap pelaku TPPO (persecution) dan koherensi kebijakan penanganan TPPO (policy coherence)," demikian pernyataan resmi Kemlu RI.

Krolaham menyambut baik usulan Retno. Ia mendukung upaya percepatan pemulangan korban WNI, penanganan korban dan mendorong penyelesaian perundingan MoU kedua negara.

Belum lama ini, puluhan WNI menjadi korban penipuan penempatan kerja di Kamboja. Mereka dipaksa melakukan penipuan atau scamming perusahaan investasi bodong.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER