Menlu AS Curhat soal China-Taiwan Panas saat Temu Menlu RI di Kamboja

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 11:22 WIB
Menlu AS Anthony Blinken menyinggung ketegangan China vs Taiwan saat bertemu Menlu RI Retno Marsudi di sela-sela pertemuan ASEAN dan negara mitra di Kamboja. Menlu AS Anthony Blinken menyinggung ketegangan China vs Taiwan saat bertemu Menlu RI Retno Marsudi di sela-sela pertemuan ASEAN dan negara mitra di Kamboja. (Foto: Reuters/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Anthony Blinken, menyinggung soal ketegangan China vs Taiwan saat bertemu Menlu RI, Retno Marsudi, di Kamboja, Kamis (4/8).

Dalam pertemuan bilateralnya dengan Retno di sela-sela pertemuan tingkat menlu ASEAN dan negara mitra, Blinken menegaskan AS tidak pernah mencari gara-gara dengan lawatan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan pada Rabu pekan ini. Blinken menuturkan AS tetap menjunjung prinsip Satu China.

"Saya ingin berbicara soal aktivitas terbaru tentang Taiwan, karena saya tahu itu ada di benak orang-orang. Amerika Serikat terus memiliki kepentingan abadi dalam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata Blinken dalam pertemuan itu pada Kamis (4/8).

Ia kemudian berujar, "Kami menentang segala upaya sepihak untuk mengubah status quo, terutama dengan kekerasan."

Ia menegaskan bahwa AS tetap berkomitmen pada kebijakan Satu China dengan tetap memegang teguh Undang-Undang Hubungan Taiwan (Taiwan Act), Three Communiques, dan Six Assurances yang menjadi basis relasi Washington-Taiwan.

Kunjungan Pelosi ke Taipei membuat China marah sampai menggelar latihan militer besar-besaran di sekeliling Taiwan. 

China menganggap kunjungan Pelosi menandakan AS sudah tak lagi mengindahkan prinsip Satu China.

[Gambas:Video CNN]

Bagi Beijing setiap negara yang menjalin hubungan diplomatik dengannya harus menerapkan kebijakan Satu China. Prinsip itu menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Xi Jinping menilai kunjungan Pelosi, pejabat tertinggi ketiga di AS, ke Taiwan menandakan dukungan Washington terhadap Taipei yang kekeh ingin merdeka.

Namun, AS dan negara Barat mendukung lawatan Pelosi dengan mengatakan kunjungan itu tidak merubah sikap soal prinsip Satu China.

"Dan saya ingin menekankan bahwa tidak ada yang berubah tentang posisi kami, dan saya sangat berharap bahwa Beijing tidak akan membuat krisis atau mencari dalih untuk meningkatkan aktivitas militernya yang agresif," lanjut Blinken lagi.

AS dan negara-negara di seluruh dunia, percaya bahwa eskalasi tak menguntungkan siapa pun dan bisa memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan yang tidak melayani kepentingan siapa pun, termasuk anggota ASEAN dan China.

Lebih lanjut, Blinken menerangkan Washington telah melibatkan China dalam beberapa hari terakhir di setiap tingkat pemerintahan untuk menyampaikan pesan itu.

"Menjaga stabilitas lintas selat adalah kepentingan semua negara di kawasan, termasuk semua rekan kita di ASEAN," imbuh dia lagi seperti dikutip situs Kemlu AS.

Sementara itu, Indonesia juga prihatin dengan ketegangan China-Taiwan akibat lawatan Pelosi pekan ini. Jakarta khawatir kesalahan perhitungan bisa menyebabkan konflik terbuka di Selat Taiwan.

Dalam pertemuan dengan Blinken, Menlu RI Retno Marsudi menegaskan bagi Indonesia dan ASEAN, sangat penting untuk menjalin kerja sama yang konkrit dengan para mitra, termasuk dengan AS, yang saling menguntungkan serta dapat berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik.

"Menlu Blinken, rekan-rekan, di masa yang penuh tantangan ini, yang dibutuhkan dunia adalah kebijaksanaan dan tanggung jawab semua pemimpin, kita semua, untuk memastikan perdamaian dan stabilitas," kata Retno.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER