Rusia Tuduh NATO Biang Kerok Eskalasi Risiko Perang Nuklir

pwn | CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2022 13:07 WIB
Rusia menganggap NATO jadi biang kerok eskalasi risiko perang nuklir di dunia. Foto ilsutrasi bendera Rusia. Kremlin tuduh NATO biang kerok eskalasi risiko perang nuklir. iStock/Derek Brumby
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia menganggap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) jadi biang kerok eskalasi risiko perang nuklir di dunia.

Russia Today melaporkan Kremlin menilai pengerahan senjata nuklir Amerika Serikat di negara-negara anggota NATO non-nuklir bertentangan dengan perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT).

Langkah AS dan NATO itu pun disebut menaikkan risiko konflik dan menghambat upaya bersama soal pelucutan senjata nuklir.

"NATO Secara terbuka mendeklarasikan sebagai aliansi nuklir. Di sana kini ada senjata nuklir AS di teritori sekutu mereka yang tidak memiliki kekuatan nuklir," demikian pernyataan delegasi Rusia di Konferensi Proliferasi Nuklir PBB di New York, Igor Vishnevetsky.

[Gambas:Video CNN]

Vishnevetsky kemudian menilai NATO dan AS telah melanggar NPT Pasal 2 dan 2 tentang negara anggota NATO non-nuklir yang ambil bagian dalam pengujian penggunaan senjata atom.

"[Tindakan itu] tak hanya melanggengkan dampak buruk keamanan di Eropa dan internasional, tapi juga meningkatkan konflik nuklir dan memutus upaya pelucutan nuklir di lapangan," kata Vishnevetsky.

Rusia kemudian mendesak AS menarik dan menyingkirkan senjata nuklir maupun fasilitasnya di teritori negara-negara di Eropa. Misi nuklir bersama NATO juga diminta Kremlin segera dihentikan.

Masih dalam laporan Russia Today, Kremlin mengklaim Angkatan Udara AS saat ini memiliki 150 bom nuklir di Italia, Jerman, Turki, Belgia, dan Belanda.

Delegasi Rusia juga menyinggung rencana pembentukan aliansi Australia-Inggris-AS (AUKUS) membangun kapal perang nuklir di Negeri Kanguru. Rencana ini dianggap bisa menjadi awal lomba senjata di Asia-Pasifik.

Permintaan penarikan nuklir dari negara-negara anggota NATO non-nuklir merupakan satu dari sejumlah poin proposal yang pernah disampaikan Kremlin ke AS dan NATO pada Desember 2021.

Namun, Kremlin menyebutkan bahwa AS dan sekutunya sama sekali tak membahas permintaan Rusia itu dalam surat tanggapan yang mereka kirim pada Januari.

(bac/bac)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER