Takut Chernobyl Terulang, Erdogan Pilih 'Berdiri di Belakang' Ukraina

tim | CNN Indonesia
Jumat, 19 Agu 2022 05:15 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memilih memberikan dukungan kepada Ukraina usai lawatannya ke Lviv, Ukraina. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memilih memberikan dukungan kepada Ukraina usai lawatannya ke Lviv, Ukraina.

Dua minggu sebelumnya Erdogan juga telah mengunjungi Presiden Rusia Vladimir Putin di mana kedua pihak berjanji untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.

Meski telah bersepakat dengan Putin untuk menjalin kerja sama, Erdogan menegaskan sebagai anggota NATO, Turki tetap berada di pihak Ukraina dalam konflik dan akan melanjutkan upaya diplomatiknya untuk mengakhiri pertempuran.

"Sambil melanjutkan upaya kami untuk menemukan solusi, kami tetap berada di pihak teman-teman Ukraina kami," kata Erdogan seperti dikutip AFP, Kamis (18/8).

Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Edorgan menilai pihaknya harus mendukung Ukraina lantaran melihat penyerangan yang dilakukan Rusia terutama di wilayah PLTN Zaporizhzhia Ukraina.

Erdogan mengkhawatirkan bahaya bencana nuklir Chernobyl akan terulang jika Rusia terus melakukan penyerangan di PLTN tersebut.

Kunjungan Erdogan untuk bertemu Zelensky merupakan kunjungan pertama sejak invasi Rusia Februari. Begitu juga dengan pertemuan Sekjen PBB Antonio Guterres.

"Kami khawatir. Kami tidak menginginkan Chernobyl lagi," kata Pemimpin Turki itu.

Erdogan pun sempat menyebut nama Putin dalam konferensi pers-nya.

"Kami membahas pertukaran tawanan perang dan inisiatif kami dalam hal ini," kata Erdogan.

"Kami akan terus membicarakan hal itu dengan Tuan Putin," sebutnya.

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER