Sebanyak 15 negara kekeh menjalin hubungan resmi dengan Taiwan terlepas dari ancaman balasan dari China. Apakah Indonesia salah satunya?
Jakarta, CNN Indonesia --
Taiwan menjadi sorotan kala kembali bersitegang dengan China gegara kunjungan serangkaian pejabat Amerika Serikat ke Taipei selama Agustus lalu.
Kegeraman China diawali oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, yang kekeh mengunjungi Taipei pada 2 Agustus lalu. Sejak itu, sejumlah pejabat AS lainnya mengunjungi Taiwan di bulan yang sama.
China merespons kunjungan Pelosi dengan latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan mulai dari latihan tempur, tembak rudal, sampai pengerahan kapal perang dan jet tempur di Selat Taiwan.
China menganggap lawatan pejabat asing ke Taipei menandakan dukungan negara tersebut terhadap ambisi Taiwan untuk merdeka. Beijing pun kerap marah dengan negara-negara yang memiliki hubungan formal dengan China tetapi di saat bersamaan menjalin relasi mesra dengan Taiwan.
Karena itu banyak negara yang semula dekat bahkan mengakui Taiwan sebagai negara mengubah sikapnya demi bisa menjalin relasi dengan China, salah satu negara adidaya dengan perekonomian terbesar saat ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menegaskan posisi Indonesia tetap sama yakni menganut kebijakan Satu China lantaran menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing.
Prinsip Satu China menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan.
Meski begitu, Faizasyah menekankan Indonesia tetap prihatin dengan eskalasi yang terjadi antara Taiwan dan China sejak awal Agustus itu karena dinilai dapat membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan.
"Indonesia tetap menganut kebijakan One China Policy [prinsip Satu China]," kata Faizasyah melalui pernyataan resmi pada 3 Agustus lalu.
Dengan begitu, Indonesia tidak memiliki hubungan formal apalagi mengakui Taiwan sebagai negara yang berdaulat.
Bagaimana relasi Indonesia-Taiwan di tengah bayang-bayang ancaman China? Baca di halaman selanjutnya >>>
Meski tak punya hubungan diplomatik, Indonesia memiliki hubungan kerja sama terbatas dengan Taiwan dengan membentuk Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei. Kantor itu menjadi satu-satunya perwakilan pemerintah di Taiwan.
Pada 1971, RI dan Taiwan sepakat memiliki perwakilan di Taipei dan Jakarta. Kemudian pada 1989, Taipei Economic and Trade Office juga didirikan di Jakarta, Indonesia.
Menurut pernyataan dari situs resmi pemerintah Taiwan, Jakarta dan Taipei memiliki hubungan yang spesial dan beragam.
Pada akhir 2015, Taiwan kembali membuka kantor dagang baru di Surabaya dengan nama Taipei Economic and Trade Office in Surabaya.
Hubungan Indonesia dan Taiwan memang mayoritas terkait perdagangan dan investasi. Namun, kedua belah pihak juga turut mempererat kerja sama dalam hal pendidikan, kebudayaan, wisata dan penerbangan, imigrasi, ketenagakerjaan, teknologi hingga pertanian serta perikanan.
Terkait kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan, Taiwan menyediakan beasiswa bagi pelajar tingkat strata, pascasarjana, dan doktor yang belajar di pulau tersebut.
Sejauh ini, jumlah mahasiswa RI di Taiwan tercatat 6.811. Lebih rinci, sebanyak 4.000 jiwa di perguruan tinggi, 317 pertukaran pelajar, dan 1.626 belajar mandarin.
Sementara itu, terkait kerja sama wisata, tercatat sekitar 200 ribu turis Taiwan berkunjung ke Indonesia. Sementara itu, jumlah pengunjung RI yang ke Taiwan sekitar 190 ribu jiwa.
Banyak negara memang menjalin kerja sama dengan Taiwan, meski tak memiliki hubungan resmi. Beberapa di antaranya, Australia, Kanada, Jerman, dan Inggris.
Namun, ada pula yang mengakui Taiwan sebagai negara. Beberapa di antaranya Belize, Guatemala, Haiti, Vatikan, Honduras, dan Kepulauan Marshall.
Jakarta, CNN Indonesia --
Taiwan menjadi sorotan kala kembali bersitegang dengan China gegara kunjungan serangkaian pejabat Amerika Serikat ke Taipei selama Agustus lalu.
Kegeraman China diawali oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi, yang kekeh mengunjungi Taipei pada 2 Agustus lalu. Sejak itu, sejumlah pejabat AS lainnya mengunjungi Taiwan di bulan yang sama.
China merespons kunjungan Pelosi dengan latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan mulai dari latihan tempur, tembak rudal, sampai pengerahan kapal perang dan jet tempur di Selat Taiwan.
China menganggap lawatan pejabat asing ke Taipei menandakan dukungan negara tersebut terhadap ambisi Taiwan untuk merdeka. Beijing pun kerap marah dengan negara-negara yang memiliki hubungan formal dengan China tetapi di saat bersamaan menjalin relasi mesra dengan Taiwan.
Karena itu banyak negara yang semula dekat bahkan mengakui Taiwan sebagai negara mengubah sikapnya demi bisa menjalin relasi dengan China, salah satu negara adidaya dengan perekonomian terbesar saat ini.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menegaskan posisi Indonesia tetap sama yakni menganut kebijakan Satu China lantaran menjalin hubungan diplomatik dengan Beijing.
Prinsip Satu China menyatakan China adalah pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau, hingga Taiwan.
Meski begitu, Faizasyah menekankan Indonesia tetap prihatin dengan eskalasi yang terjadi antara Taiwan dan China sejak awal Agustus itu karena dinilai dapat membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan.
"Indonesia tetap menganut kebijakan One China Policy [prinsip Satu China]," kata Faizasyah melalui pernyataan resmi pada 3 Agustus lalu.
Dengan begitu, Indonesia tidak memiliki hubungan formal apalagi mengakui Taiwan sebagai negara yang berdaulat.
Bagaimana relasi Indonesia-Taiwan di tengah bayang-bayang ancaman China? Baca di halaman selanjutnya >>>
Bagaimana Relasi RI-Taiwan Selama Ini?
Presiden Taiwan Tsai Ing Wen. (Getty Images/Annabelle Chih)
Meski tak punya hubungan diplomatik, Indonesia memiliki hubungan kerja sama terbatas dengan Taiwan dengan membentuk Kantor Dagang Ekonomi Indonesia di Taipei. Kantor itu menjadi satu-satunya perwakilan pemerintah di Taiwan.
Pada 1971, RI dan Taiwan sepakat memiliki perwakilan di Taipei dan Jakarta. Kemudian pada 1989, Taipei Economic and Trade Office juga didirikan di Jakarta, Indonesia.
Menurut pernyataan dari situs resmi pemerintah Taiwan, Jakarta dan Taipei memiliki hubungan yang spesial dan beragam.
Pada akhir 2015, Taiwan kembali membuka kantor dagang baru di Surabaya dengan nama Taipei Economic and Trade Office in Surabaya.
Hubungan Indonesia dan Taiwan memang mayoritas terkait perdagangan dan investasi. Namun, kedua belah pihak juga turut mempererat kerja sama dalam hal pendidikan, kebudayaan, wisata dan penerbangan, imigrasi, ketenagakerjaan, teknologi hingga pertanian serta perikanan.
Terkait kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan, Taiwan menyediakan beasiswa bagi pelajar tingkat strata, pascasarjana, dan doktor yang belajar di pulau tersebut.
Sejauh ini, jumlah mahasiswa RI di Taiwan tercatat 6.811. Lebih rinci, sebanyak 4.000 jiwa di perguruan tinggi, 317 pertukaran pelajar, dan 1.626 belajar mandarin.
Sementara itu, terkait kerja sama wisata, tercatat sekitar 200 ribu turis Taiwan berkunjung ke Indonesia. Sementara itu, jumlah pengunjung RI yang ke Taiwan sekitar 190 ribu jiwa.
Banyak negara memang menjalin kerja sama dengan Taiwan, meski tak memiliki hubungan resmi. Beberapa di antaranya, Australia, Kanada, Jerman, dan Inggris.
Namun, ada pula yang mengakui Taiwan sebagai negara. Beberapa di antaranya Belize, Guatemala, Haiti, Vatikan, Honduras, dan Kepulauan Marshall.