8 Negara Eropa yang Dipimpin Perempuan, Truss hingga Sanna Marin

CNN Indonesia
Rabu, 07 Sep 2022 07:41 WIB
8 Negara Eropa yang Dipimpin Perempuan, Truss hingga Sanna Marin
PM Finlandia, Sanna Marin, sempat terlibat sejumlah skandal. AFP/ANGELOS TZORTZINIS
Jakarta, CNN Indonesia --

Perempuan yang menjadi kepala negara menjadi sorotan usai Liz Truss menang dalam putaran akhir pemilihan Perdana Menteri Inggris menggantikan Boris Johnson pada Senin (5/9).

Truss menang dengan mengantongi 57,4 persen perolehan suara di putaran terakhir pemilihan PM di Partai Konservatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, rivalnya, eks Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mendapat 42,6 persen perolehan suara.

Berikut deret pemimpin perempuan di Eropa, meski beberapa hanya memiliki peran ceremonial alih-alih fungsional.

1. Liz Truss, PM Inggris

Sejak putaran pemilihan PM berlangsung, Truss memang digadang-gadang menjadi penerus Johnson.

Ia mendapat banyak dukungan dari para pejabat Inggris termasuk Menteri Pertahanan Ben Wallace.

Selama kampanye, Truss bersumpah akan memangkas pajak dan menghidupkan ekonomi Inggris yang lesu gegara inflasi.

Truss menjadi pemimpin negara perempuan ketiga di Inggris. Posisi pertama diduduki Margaret Thatcher yang memimpin dari 1979 hingga 1990, lalu disusul There May dari 2016 hingga 2019.

[Gambas:Video CNN]

2. Mette Frederiksen, Denmark

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menambah deretan nama perempuan yang menjadi pemimpin negara di Benua Biru.

Frederiksen menjadi PM Denmark pada 2019 lalu, di usia 41 tahun. Ia bahkan tergolong kepala negara terkemuka di negara tersebut.

Perempuan pertama yang menjadi PM Denmark yakni Helle Thorning Schmidt dari 2011 hingga 2015.

Mereka sama-sama berasal dari Partai Sosial Demokrat.

3. Kaja Kallas, PM Estonia

Estonia juga tengah memiliki pemimpin perempuan. Ia adalah Kaja Kallas, yang menjadi PM pada Januari 2021.

Pada 2016 lalu, Estonia juga dipimpin perempuan yakni Kersti Kaljulaid. Ia menjadi PM perempuan pertama di negara itu.

4. Elisabeth Borne, PM Prancis

Prancis juga punya perdana menteri perempuan. Dia adalah Elisabeth Borne, yang menduduki posisi ini pada Mei.

Sebelumnya PM perempuan pertama Prancis yakni Edith Cresson.

5. Katerina Sakellaropoulou, Presiden Yunani

Katerina Sakellaropoulou menjadi Presiden Yunani perempuan pertama.

Ia menjabat sebagai presiden pada Januari 2020.

Kepresidenan merupakan peran seremonial di Yunani. Namun, Sakellaropoulou telah membuat terobosan baru dengan menjadi presiden pengadilan tinggi negara itu pada 2018.

Lanjut baca di halaman berikutnya...

8 Negara Eropa yang Dipimpin Perempuan, Truss hingga Sanna Marin

PM Finlandia, Sanna Marin, sempat terlibat sejumlah skandal. AFP/ANGELOS TZORTZINIS

6. Katalyn Novak, Presiden Hungaria

Katalyn Novak, sekutu dekat Perdana Menteri Viktor Orban dan mantan menteri kebijakan keluarga, terpilih sebagai presiden perempuan pertama Hongaria pada Maret 2022.

Peran presiden sebagian besar bersifat seremonial.

7. Magdalena Andersson, PM Swedia

Sebagaimana sedikit negara Eropa, Swedia juga memiliki perdana menteri perempuan.

Magdalena Andersson terpilih menjadi PM Swedia pada November 2021.

Saat awal terpilih sebagai PM, Andersson menghadapi awal yang sulit. Ia sempat mengundurkan diri usai parlemen dan Partai Hijau menolak anggaran serta keluar dari koalisi.

Sebelumnya, Andersson merupakan ekonom yang juga menjabat sebagai menteri keuangan selama tujuh tahun.

8. Sanna Marin, PM Finlandia

Sanna Marin menjadi perdana menteri Finlandia pada 2019 lalu, saat berusia 34 tahun. Di umur tersebut, ia menjadi PM termuda di negara Nordik itu.

"Saya tidak pernah memikirkan usia saya atau jenis kelamin saya. Saya hanya memikirkan isu yang membuat saya berperan dalam politik," kata Marin dikutip ABC News.

Beberapa pengamat bahkan menilai ia merupakan salah satu figur pemimpin dunia yang kuat.

Salah satu peneliti dari Studi Ekonomi Universitas Helsinki, Timo Miettinen, menganggap Marin adalah sosok yang berintegritas.

"Dia tak mengabaikan pertanyaan sulit dan merespons debat politik di televisi dengan baik," ujar Miettinen.

Selain menjadi PM termuda di Finlandia, Marin juga menjadi perdana menteri perempuan termuda di dunia, demikian dikutip Time.

Status itu menjadikan ia dan koalisi pemerintahannya, yang mana pemimpin partai semua perempuan dan empat di bawah usia 35 tahun, menjadi sorotan global.

Beberapa pekan lalu, Marin menuai perhatian karena sederet tindakan yang dianggap skandal. Mulai dari kepergok pesta liar, dan foto dua perempuan bertelanjang di apartemennya.

LIHAT SELENGKAPNYA