7 Senjata Canggih yang Dipasok AS ke Taiwan: Roket hingga Kapal Perang
CNN Indonesia
Rabu, 07 Sep 2022 12:55 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Meski menyulut amarah China, Amerika Serikat terus menjual persenjataan mutakhir ke Taiwan. (AP/Johnson Lai)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meski kerap menyulut amarah China, Amerika Serikat terus menjual senjata mutakhir ke Taiwan, mulai dari artileri canggih hingga kapal perang.
Teranyar, Amerika Serikat kembali menyulut amarah China karena meloloskan penjualan senjata US$1,1 miliar atau setara Rp16,3 triliun ke Taiwan.
Juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, mengingatkan bahwa penjualan senjata AS hanya akan mengirimkan sinyal yang salah kepada "pasukan separatis Taiwan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menekankan bahwa AS harus "menghormati komitmennya terhadap prinsip Satu China."
AS sendiri sebenarnya mengakui Taiwan sebagai bagian dari China di bawah prinsip "Satu China" yang selalu digaungkan Negeri Tirai Bambu.
Dulu, AS pun tak pernah secara terang-terangan membela Taiwan. Namun, AS mulai terbuka memasang badan untuk Taiwan pada 2018, ketika mereka meneken Undang-Undang Relasi Taiwan (TRA).
Berdasarkan TRA, AS dapat menjalin hubungan dengan "rakyat Taiwan" dan pemerintahnya, tanpa menjelaskan secara spesifik pemerintahan yang dimaksud.
Beberapa tahun belakangan, AS pun membantu Taiwan dalam proses peremajaan alutsista. Berikut deret senjata canggih yang dipasok AS ke Taiwan.
1. HIMARS
AS akan mengirim 29 sistem artileri roket mobilitas tinggi M142 (HIMARS) ke Taiwan untuk menghadapi ancaman China.
Militer Taiwan telah mengajukan rencana pembelian senjata tersebut dalam proposal anggaran 2023. Total bujet anggaran yang mereka ajukan sekitar NT$32,5 miliar atau sekitar Rp15 triliun.
Untuk tahap pertama, militer Taiwan berharap bisa menerima 11 HIMARS.
Selain HIMARS, Taiwan akan membeli total 84 peluru kendali ATACMS, 864 roket presisi yang bisa digunakan HIMARS, demikian dilaporkan Focus Taiwan.
Pada Agustus 2021 lalu, AS sepakat menjual 40 sistem artileri howitzer atau meriam laras panjang senilai US$750 juta, sekitar Rp10,7 triliun.
Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan kesepakatan itu akan membantu pulau itu menghadapi invasi China.
Menurut mereka, kesepakatan itu juga akan membantu memperkuat pertahanan diri serta perdamaian dan stabilitas nasional.
3. Rudal patriot
AS juga setuju menjual sistem pertahanan untuk menyokong rudal patriot senilai US$95 juta atau Rp1,3 triliun pada April lalu. Menanggapi penjualan itu, China buka suara.
"[Penjualan senjata AS ke Taiwan] sangat melanggar prinsip satu China dan pernyataan bersama AS-China," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri China, Tan Kafei, pada Kamis (7/4), seperti dikutip Sputnik News.
Ia kemudian berujar, "China akan memastikan dan mengambil sikap tegas demi keamanan dan kedaulatan wilayah."
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
4. Rudal Javelin
Pada 2015 lalu, AS mengirim paket senjata ke Taiwan, salah satunya rudal Javelin.
Reuters melaporkan rudal itu merupakan bagian dari penjualan senjata ke Taiwan senilai USS$1,83 miliar.
Javelin adalah rudal anti-tank yang bisa menargetkan kendaraan lapis baja, gua, dan bungker.
Rudal itu juga disebut senjata "tembak dan lupakan." Artinya, senjata ini bisa langsung menuju target setelah diluncurkan, sehingga memungkinkan operator berlindung dan menghindari serangan balik.
Selain Javelin, AS juga menjual rudal Raytheon, kendaraan penyerang amfibi AAV-7 dan berbagai perangkat militer lain.
Pada 3 September lalu, AS mengumumkan bakal mengirim paket senjata senilai $1,1 miliar atau sekitar Rp16 triliun ke Taiwan. Paket ini berisi beragam senjata, termasuk rudal Harpoon Block II.
Peluru kendali ini bisa melacak dan menenggelamkan kapal yang masuk. Senjata ini berguna jika China meluncurkan serangan melalui air.
Taiwan menghabiskan U$355 juta atau sekitar Rp5,2 triliun untuk membeli 60 rudal Harpon Block II, sebagaimana diberitakan AFP.
Pemerintah AS sepakat menjual dua kapal perang ke Taiwan meski menuai protes China pada 2015 lalu. Taiwan membayar US$176 juta atau sekitar Rp2,6 triliun untuk dua kapal perang tersebut.
Dalam kesepakatan penjualan saat itu, terdapat sejumlah jenis senjata selain kapal fregat ini, di antaranya rudal Javeline, rudal Raytheon, dan kendaraan penyerang amfibi AAV-7.
Reuters memberitakan bahwa presiden AS saat itu, Barack Obama, bahkan meminta penjualan itu dipercepat.
Penjualan tersebut merupakan yang pertama setelah empat tahun AS tak kirim senjata ke pulau itu.
Penjualan itu juga berlangsung usai Kongres mengesahkan Undang-Undang Transfer Angkatan Laut untuk penjualan empat kapal fregat kelas Perry ke Taiwan.
7. Jet tempur
Pada 2019 lalu, AS menjual 66 jet tempur F-16 ke Taiwan. Penjualan senjata itu bernilai US$8 miliar atau sekitar Rp119 triliun.
AFP melaporkan bahwa berdasarkan kesepakatan itu, Taiwan mendapatkan jet tempur versi terbaru buatan Lockheed Martin, F-16 C/D Block 70.
Jakarta, CNN Indonesia --
Meski kerap menyulut amarah China, Amerika Serikat terus menjual senjata mutakhir ke Taiwan, mulai dari artileri canggih hingga kapal perang.
Teranyar, Amerika Serikat kembali menyulut amarah China karena meloloskan penjualan senjata US$1,1 miliar atau setara Rp16,3 triliun ke Taiwan.
Juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, mengingatkan bahwa penjualan senjata AS hanya akan mengirimkan sinyal yang salah kepada "pasukan separatis Taiwan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menekankan bahwa AS harus "menghormati komitmennya terhadap prinsip Satu China."
AS sendiri sebenarnya mengakui Taiwan sebagai bagian dari China di bawah prinsip "Satu China" yang selalu digaungkan Negeri Tirai Bambu.
Dulu, AS pun tak pernah secara terang-terangan membela Taiwan. Namun, AS mulai terbuka memasang badan untuk Taiwan pada 2018, ketika mereka meneken Undang-Undang Relasi Taiwan (TRA).
Berdasarkan TRA, AS dapat menjalin hubungan dengan "rakyat Taiwan" dan pemerintahnya, tanpa menjelaskan secara spesifik pemerintahan yang dimaksud.
Beberapa tahun belakangan, AS pun membantu Taiwan dalam proses peremajaan alutsista. Berikut deret senjata canggih yang dipasok AS ke Taiwan.
1. HIMARS
AS akan mengirim 29 sistem artileri roket mobilitas tinggi M142 (HIMARS) ke Taiwan untuk menghadapi ancaman China.
Militer Taiwan telah mengajukan rencana pembelian senjata tersebut dalam proposal anggaran 2023. Total bujet anggaran yang mereka ajukan sekitar NT$32,5 miliar atau sekitar Rp15 triliun.
Untuk tahap pertama, militer Taiwan berharap bisa menerima 11 HIMARS.
Selain HIMARS, Taiwan akan membeli total 84 peluru kendali ATACMS, 864 roket presisi yang bisa digunakan HIMARS, demikian dilaporkan Focus Taiwan.
Pada Agustus 2021 lalu, AS sepakat menjual 40 sistem artileri howitzer atau meriam laras panjang senilai US$750 juta, sekitar Rp10,7 triliun.
Kementerian Luar Negeri Taiwan menyatakan kesepakatan itu akan membantu pulau itu menghadapi invasi China.
Menurut mereka, kesepakatan itu juga akan membantu memperkuat pertahanan diri serta perdamaian dan stabilitas nasional.
3. Rudal patriot
AS juga setuju menjual sistem pertahanan untuk menyokong rudal patriot senilai US$95 juta atau Rp1,3 triliun pada April lalu. Menanggapi penjualan itu, China buka suara.
"[Penjualan senjata AS ke Taiwan] sangat melanggar prinsip satu China dan pernyataan bersama AS-China," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri China, Tan Kafei, pada Kamis (7/4), seperti dikutip Sputnik News.
Ia kemudian berujar, "China akan memastikan dan mengambil sikap tegas demi keamanan dan kedaulatan wilayah."
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
7 Senjata Canggih yang Dipasok AS ke Taiwan: Roket hingga Kapal Perang
Meski menyulut amarah China, Amerika Serikat terus menjual persenjataan mutakhir ke Taiwan. (AFP/Chris Stowers)
4. Rudal Javelin
Pada 2015 lalu, AS mengirim paket senjata ke Taiwan, salah satunya rudal Javelin.
Reuters melaporkan rudal itu merupakan bagian dari penjualan senjata ke Taiwan senilai USS$1,83 miliar.
Javelin adalah rudal anti-tank yang bisa menargetkan kendaraan lapis baja, gua, dan bungker.
Rudal itu juga disebut senjata "tembak dan lupakan." Artinya, senjata ini bisa langsung menuju target setelah diluncurkan, sehingga memungkinkan operator berlindung dan menghindari serangan balik.
Selain Javelin, AS juga menjual rudal Raytheon, kendaraan penyerang amfibi AAV-7 dan berbagai perangkat militer lain.
Pada 3 September lalu, AS mengumumkan bakal mengirim paket senjata senilai $1,1 miliar atau sekitar Rp16 triliun ke Taiwan. Paket ini berisi beragam senjata, termasuk rudal Harpoon Block II.
Peluru kendali ini bisa melacak dan menenggelamkan kapal yang masuk. Senjata ini berguna jika China meluncurkan serangan melalui air.
Taiwan menghabiskan U$355 juta atau sekitar Rp5,2 triliun untuk membeli 60 rudal Harpon Block II, sebagaimana diberitakan AFP.
Pemerintah AS sepakat menjual dua kapal perang ke Taiwan meski menuai protes China pada 2015 lalu. Taiwan membayar US$176 juta atau sekitar Rp2,6 triliun untuk dua kapal perang tersebut.
Dalam kesepakatan penjualan saat itu, terdapat sejumlah jenis senjata selain kapal fregat ini, di antaranya rudal Javeline, rudal Raytheon, dan kendaraan penyerang amfibi AAV-7.
Reuters memberitakan bahwa presiden AS saat itu, Barack Obama, bahkan meminta penjualan itu dipercepat.
Penjualan tersebut merupakan yang pertama setelah empat tahun AS tak kirim senjata ke pulau itu.
Penjualan itu juga berlangsung usai Kongres mengesahkan Undang-Undang Transfer Angkatan Laut untuk penjualan empat kapal fregat kelas Perry ke Taiwan.
7. Jet tempur
Pada 2019 lalu, AS menjual 66 jet tempur F-16 ke Taiwan. Penjualan senjata itu bernilai US$8 miliar atau sekitar Rp119 triliun.
AFP melaporkan bahwa berdasarkan kesepakatan itu, Taiwan mendapatkan jet tempur versi terbaru buatan Lockheed Martin, F-16 C/D Block 70.
7 Senjata Canggih yang Dipasok AS ke Taiwan: Roket hingga Kapal Perang BACA HALAMAN BERIKUTNYA